Kwon Family

Kwon Family
#14



Setelah puas melihat keadaan putranya, Yoojung pun keluar dari kamar rawat tersebut. Dengan wajah sembab dia membuka pintu dan berjalan meninggalkan ruangan.


"Apa perlu ku antar?." Tawar Junmyeon mendekati Yoojung.


"Tidak usah.."


Junmyeon hanya memandangi punggung Yoojung yang semakin menjauh. Setelah tidak terlihat lagi, Junmyeon berjalan ke ruangan Taehyung.


Dia sangat terkejut saat mendapati Taehyung yang menangis terisak di ranjangnya. Dengan wajah panik, Junmyeon berlari mendekati putranya itu.


"Kenapa nak?.. Apa ada yang sakit?."


"Mama.. Aku bertemu Mama, Yah." Ujar Taehyung dengan suara parau. Seketika jantung Junmyeon berdegup kencang.


"Apa dia menemuimu di dalam mimpi?."


"Tidak, Yah.. Mama datang ke fansign ku tadi."


Junmyeon menelan salivanya.


"Lalu apa yang kamu rasakan sekarang?.."


"Aku merindukan mama.. " Ucap Taehyung kembali menangis histeris. Junmyeon yang tidak tega melihat anaknya itu segera memeluknya.


"Tenang dulu sayang.. Nanti kamu down lagi.. Ayah gak mau kamu sampe down lagi.. Sekarang tenangin diri kamu, habis itu kita makan."


Taehyung hanya mengangguk dan kembali membaringkan tubuhnya dengan masih dalam keadaan sesenggukan. Sedangkan Junmyeon keluar dari ruangan mengambil makanan untuk Taehyung.


Sebelum mengambil makanan, Junmyeon mampir dulu ke ruangan dokter.


"Silahkan masuk pak Junmyeon." Ujar sang dokter melihat Junmyeon yang mengintip di balik pintu.


"Terimakasih.. Aku hanya ingin bertanya.. Apa trauma Taehyung sudah tidak separah dulu?.. Sepertinya tidak ada dampak lain setelah dia sadar."


"Sepertinya begitu pak.. Tampaknya Taehyung hanya syok saja."


"Syukurlah.." Lega Junmyeon setelah mendengar penuturan dokter.


Junmyeon keluar dari ruangan dokter dan pergi mengambil makanan Taehyung.


Sedangkan di tempat lain, Baekhyun masih terlihat cemas dengan apa yang terjadi pada Taehyung.


"Baek.. Ini ponselmu berdering daritadi.. Sepertinya ayahmu menelfon." Ucap Chen menghampiri Baekhyun sembari memberikan ponsel Baekhyun.


Tanpa pikir panjang Baekhyun mengambil ponselnya dan mengangkat telfon yang memang dari ayahnya itu. Baekhyun yang mendapat kabar tentang Taehyung yang sudah siuman itu mulai merasa lega.


Setelah mengobrol beberapa menit, Baekhyun menutup telfonnya karena masih ada kegiatan yang harus dilakukan bersama membernya. Baekhyun yang sudah mendengar kabar terbaru tentang Taehyung adiknya, kembali ceria seperti semula walau dia masih sangat takut hal buruk terjadi pada adiknya itu. Dia ingin cepat-cepat menyelesaikan jadwalnya dan pergi menemui Taehyung.


********


Tak terasa malam pun tiba. Baekhyun yang sudah berada di ruang rawat Taehyung, sedari tadi sibuk mengupas buah untuk adiknya itu.


"Kak." Panggil Taehyung lirih.


"Mmm.. Kenapa?.. Apa kamu butuh sesuatu?."


"Kakak gak akan nyembunyiin apapun dariku kan?." Selidik Taehyung menatap kakaknya itu penuh curiga.


"Tentu.. Memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?." Heran Baekhyun.


"Kakak tau kalau Mama sebenarnya masih hidup?." Tanya Taehyung menatap Baekhyun serius. Dia ingin memastikan penglihatannya tadi pagi.


Baekhyun yang mendengar pertanyaan dari Taehyung itupun terdiam sejenak. Dia mencoba mengalihkan pandangan dari Taehyung. Namun Taehyung malah semakin mendesaknya. Seakan-akan adiknya itu sudah mengetahui segalanya.


Baekhyun bukannya sengaja menyembunyikan fakta soal ibu mereka. Tapi dia harus melakukan hal itu karena trauma yang di alami adiknya itu. Dan dia juga tidak ingin ada keterlibatan lagi dengan sosok ibu mereka itu.


"Ini makanlah.. Kakak ada jadwal malam ini.. Setelah ini kamu langsung istirahat." Tegas Baekhyun mengalihkan pembicaraan. Dia yakin, Taehyung sudah bertemu wanita itu.


"Jawab dulu pertanyaanku, kak?." Desak Taehyung yang semakin membuat Baekhyun kesal.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu. Tidak mungkin orang yang sudah mati bisa hidup lagi. Sudahlah, jangan berpikir yang aneh-aneh. Fokus saja pada kesehatanmu." Emosi Baekhyun sembari berjalan meninggalkan ruangan.


Diluar dia berpas-pasan dengan Soonyoung. Tapi karena pikirannya yang tak karuan, dia hanya terus berjalan tanpa membalas sapaan Soonyoung.


Soonyoung yang kebingungan hanya memandangi kakaknya itu yang semakin menjauh. Dia sudah bisa menebak, jika kakaknya itu pasti sedang kesal saat ini.


"Sepertinya kakakmu lagi banyak pikiran, Kak." Ujar Seungkwan yang memang ikut bersama Soonyoung.


"Kelihatannya sih begitu. Nanti aku tanyakan. Sekarang kita ke ruangan kak Taehyung dulu." Ajak Soonyoung kembali berjalan ke arah ruangan Taehyung.


Di dalam dia dan Seungkwan mendapati Taehyung yang hanya terdiam sembari menatap keluar jendela.


"Selamat malam kakakku yang tampan." Sapa Soonyoung mencoba membuat kakaknya tersenyum seperti biasanya.


"Malam." Singkat Taehyung sembari sedikit tersenyum lalu kembali menatap keluar jendela.


"Apa masih ada yang sakit, kak?." Tanya Seungkwan buka suara. Dia sudah tidak tahan melihat kecanggungan ini.


"Tidak ada. Hanya merasa bosan." Jawab Taehyung tanpa menoleh.


"Kakak udah makan?." Sekarang giliran Soonyoung yang bertanya.


Seakan tidak ingin bicara lagi, Taehyung hanya mengangguk tanpa melihat kearah Soonyoung maupun Seungkwan.


Karena tidak ingin mengganggu Taehyung, mereka berjalan ke dekat sofa.


"Ngomong-ngomong ayahmu kemana, kak?." Tanya Seungkwan pada Soonyoung yang sudah duduk duluan di sofa.


"Katanya untuk beberapa hari ke depan ada perjalanan bisnis. Jadi ayah nitip kak Taehyung sama kita deh."


"Jadi kakak gak tidur di dorm dulu dong?." Kepo Seungkwan.


"Enggak, aku akan tidur di rumah untuk menemani kak Taehyung. Sepertinya agensi kak Taehyung juga udah ngeluarin pengumuman bahwa kak Taehyung akan istirahat sementara waktu."


"Iya kak, aku juga melihatnya tadi. Kasian kak Taehyung, padahal dia baru sembuh."


"Oh ya, apa malam ini kamu mau ikut menginap disini?."


"Enggak kak, aku gak berani tidur di rumah sakit. Nanti kak S.Coups bakalan jemput."


"Oke."


"Jangan bilang kakak juga gak berani nginap disini, hati-hati lho kak." Mencoba menakuti Soonyoung yang sama penakutnya dengan dia.


"Ish apaan sih. Siapa bilang aku gak berani?. Kan disini bareng kak Taehyung juga, gak sendirian." Sewot Soonyoung.


Seungkwan hanya tertawa mendengar celotehan Soonyoung itu. Dia sangat tau kalau Soonyoung juga sangat penakut sepertinya.


"Kakak tidur duluan ya?." Ucap Taehyung membaringkan tubuhnya.


"Iya kak." Serentak Soonyoung dan Seungkwan.


"Kak, gimana dong?." Bisik Seungkwan pada Soonyoung.


"Apanya yang gimana?." Heran Soonyoung.


"Kak S.Coups chat katanya gak bisa jemput dan nyuruh tidur disini."


"Hahaha makan dah tuh." Ledek Soonyoung.


"Anterin dong, Kak. Aku beneran gak berani tidur disini." Rengek Seungkwan.


"Ogah banget. Lagian kita juga gak berdua doang kan disini."


Seungkwan langsung cemberut hingga mampu membuat Soonyoung tertawa lepas. Menyadari tawanya yang sangat keras, Soonyoung segera menutup mulutnya agar tidak mengganggu kakaknya tidur.


"Kita di ruangan VVIP pun gak mungkin lah perlu keluar ruangan. Mau ke toilet tinggal jalan pun tuh disana." Tambah Soonyoung setelah selesai tertawa agar bisa menenangkan salah satu line maknae di grupnya itu.


Hari pun semakin gelap, Seungkwan sudah tertidur sedari tadi. Sedangkan Soonyoung tidak bisa tidur karena masih memikirkan koreo untuk lagu mereka berikutnya.


Saat sedang mencoba berlatih di lorong, Soonyoung melihat kakaknya yang terbangun dari jendela kecil di pintu. Karena berfikir kakaknya perlu sesuatu, Soonyoung mencoba masuk dan mendekatinya.


"Kakak butuh sesuatu?." Duduk di samping ranjang Taehyung.


"Enggak dek. Kok kamu belum tidur?." Tanya Taehyung masih dengan mata sayu.


"Belum ngantuk, kak. Kalau kakak butuh sesuatu, panggil aku aja."


"Baiklah, ayah kemana dek?. Kok gak keliatan?." Heran Taehyung yang memang belum melihat ayahnya dari semenjak Baekhyun sang kakak datang.


"Ayah ada urusan bisnis keluar negeri kak."


"Oke."


"Aku keluar lagi ya, Kak?." Pamit Soonyoung berdiri dari duduknya.


"Kemana?. Ini udah jam 3 dinihari. Kamu mendingan tidur dek." Kembali menatap adiknya itu.


"Mmm.."


"Jangan ngebantah. Tidur sekarang ya?."


Soonyoung yang tidak dapat membantah lagi segera mengiyakan ucapan Taehyung. Dengan pelan dia berjalan ke dekat Seungkwan dan membaringkan tubuhnya disana.


Sementara Taehyung kembali mengingat sosok yang dia yakin adalah ibunya itu. Dia kembali teringat masa kecilnya yang sangat dimanja oleh sang ibu. Setiap dia menangis karena ulah kakaknya yang nakal, ibunya selalu datang memeluknya.


Dengan air mata yang masih mengalir, Taehyung memejamkan matanya hingga terlelap.