
Kamar Taehyung
Jimin sekarang sedang bersama Akito dikamar Taehyung, mereka sedang menjaga Taehyung yg tertidur dipelukan Jimin tadi
Jimin menatap Taehyung yg tertidur pulas
"bodoh.... tadi dia mengatakan bahwa dia akan menjaga ku lihat lah sekarang aku malah yg menjaga dia" decak Jimin
Sementara Akito yg berbaring disamping Taehyung mengangguk seperti paham apa yg dikatakan Jimin
Jimin tersenyum tipis melihat tingkah Akito lalu dia memandang atap kamar Taehyung
"bukan kah 3 bulan yg lalu Jin hyung menyuruh Yunwo untuk memagari Kolam Piranha tersebut" guman Jimin bingung
"tapi kenapa sampai skrng Kolam tersebut belum dipagari" bingung Jimin
Tiba-tiba Taehyung terbangun, dia menatap ke sekeliling dan mengambil posisi duduk
"Apa yg terjadi" tanya Taehyung memegang kepala Nya yg pusing
Jimin memandang Taehyung
"gwaenchanayo" tanya Jimin
(kmu baik-baik saja?)
"museun Soriya"bingung Taehyung
(apa yg kmu bicarakan)
"museun il-ieyo" tanya Taehyung menatap keliling kamar nya
(apa yang terjadi?)
"dangsin-eun jeon-e gong-won-eseo il-eonan il-eul gieoghaji moshabnida? " tanya Jimin yg ikut bingung
(kmu tidak ingat apa yang terjadi di taman sebelumnya?)
" ani....museun il-i il-eonassneunji? " ujar Taehyung yg masih bingung
(tidak .... apa yang sebenarnya terjadi)
Jimin menghembuskan nafas kasar nya dia tidak yakin Taehyung bisa melupakan kejadian tadi dalam sekejap. Dia lalu menatap Tajam Taehyung
"eotteohge geu sageon-eul geuleohge swibge ij-eul su issni, Taehyung?"ujar Jimin tidak percaya
(Bagaimana kamu bisa melupakan kejadian itu dengan mudah, Taehyung?)
Taehyung mengangguk dengan yakin, dia hanya mengingat diri nya yg hampir kecebur kedalam kolam
"geulae... museun il-i iss-eossneunji gieog-i an na. gieognaneun geon, naega geoui suyeongjang-e ppajil ppeonhaessdaneun geoya" ujar Taehyung dengan yakin
(Ya... aku tidak ingat apa yang terjadi, yang aku ingat adalah, aku hampir jatuh ke kolam)
Jimin menghembuskan nafas kasar
lalu dia berbalik menuju pintu kamar Taehyung
"odi gaseyo? " tanya Taehyung
(kmu mau kemana)
"nae bang-eulo dol-aga" ujar Jimin sedikit ketus
(kembali ke kamarku)
lalu jimin memutar roda kursi roda nya dan pergi dari kamar Taehyung
Taehyung menatap Akito yg ada disamping nya
"Sebenarnya apa yg terjadi? aku tidak ingat sama sekali kejadian sebelum nya yg aku ingat bahwa aku hampir jatuh kekolam" ujar Taehyung kepada Akito
Dia memegang kepala nya yg berdenyut
"Apeuda" ujar Taehyung memegang kepala nya
(sakit)
dia lalu berbaring dan mencoba memejamkan mata nya untuk menenangkan rasa sakit kepala ini
lalu tak lama kemudian Taehyung tertidur kembali dengan Akito yg berada disamping nya
Tiba-tiba seseorang masuk kedalam kamar Taehyung
Pria dengan poster tubuh yg tidak tinggi dan tidak pendek, berpakaian serba hitam, badan tegap, dan rambut yg telah memutih
dia berjalan mendekati Taehyung dan duduk disamping Taehyung. Akito yg melihat kedatangan orang asing ingin menggonggong tapi dengan segera orang itu memberikan obat bius kepda Akito yg membuat Akito pingsan tapi tenang obat bius itu tidak berbahaya, obat tersebut berdosis rendah
Pria itu memandang haru Taehyung, dia menangis menintikan air mata
"bagaimana hidup mu bisa seperti ini sonja" ujar Pria itu
"kau hidup bagaikan di sangkar emas tapi penuh penderitaan" ujar Pria itu menangis
"Maaf kan aku yg belum bisa membantu mu, aku harus menyelesaikan tugas ku dulu setelah selesai aku akan membuat hyung-hyung mu sadar bahwa bukan kau pelaku nya termasuk Seokjin itu, padahal dia pintar tapi sayang dia dibutakan oleh ego nya" ucap Pria itu yg juga marah kepada Seokjin
dia lalu mengelus kepala Taehyung dengan lembut
"aku tidak bisa lama-lama disini, nanti dilain waktu kita akan menghabiskan waktu bersama lagi" ucap Pria tersebut
lalu dia mencium kening Taehyung
"Haraboji menyayangi mu" bisik pria itu lalu dia melompat ke balkon dan pergi
BERSAMBUNG.......