
Anj-
Gw tndain y muka lu!
Gw bantai lu macem² ma Diva
^^^Yain bg^^^
...***...
Setelah membalas DM dari Andra, faris tak menghiraukan lagi balasannya. Ia merebahkan dirinya dikasur lalu menutupi kedua matanya dengan lengan kekarnya.
Faris mnghela nafas panjang, "Hah... Ya Tuhan, Diva yang cantik, gue yang gak tenang. Gini amat idup!"
Faris berpikir panjang malam itu, tentang bagamana caranya memiliki Diva sepenuhnya agar tak ada siapapun yang bisa menganggu hubungan mereka berdua.
"Apa gue hamilin aja ya Diva! Kan ntar ga ada yang ganggu lagi, tapi nanti yang ada gue digebukin abis-abisan sama bokap nyokapnya, kan Diva anak tunggal. Lagian gue masih miskin sok-sokan mau hamilin anak orang. Ya Allah aku benci pikiranku!"
...***...
Pagi-pagi Diva diajak sarapan bersama dengan keluarga Faris. Diva cukup senang karena keluarga ini menerimanya dengan baik tidak seperti cerita-cerita sinetron tentang orang-orang kaya.
Mama Faris membuka obrolan terlebih dahulu agar suasana tak terlalu canggung. "Ris, kamu ngga ada rencana kasih Diva tanda gitu, soalnya tuh cewe cantik resiko direbut orang. Dulu aja papamu mati-matian berusaha cepet nikahin mama cuma karena takut mamah diambil orang. Makin cantik cewemu, makin gak tenang hidupmu nanti!"
"Faris mah ngikut si Diva aja mah, asal dia siap, Faris juga pasti siap. Lagian apasih yang enggak buat ayang Diva." Jawaban Faris membuat Diva diam tersipu malu.
"Tuh Div, udah dikasih kode sama Faris. Jadi gimana?"
"Diva mah ngikut aja tante, yang penting dapet restu dari om sama tante." Jawaban Diva benar-benar membuat puas Mama Faris.
"Yasudah kalau begitu terserah sama kalian aja deh, kalian juga yang jalanin. Lagian mah asal sama kamu, tante tuh boleh-boleh aja Div. Eh jangan panggil tante lagi dong, panggil mama juga biar lebih akrab, masa sama calon menantu asing gitu."
Diva hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, "Iya tante, eh mama.
Setelah sarapan, Faris mengantarkan Diva untuk segera pulang. Diperjalanan mereka bercanda dan mengobrol seperti biasanya.
"Ayang, tadi dah dikode lho sama mama. Kapan kita mau tunangan terus nikah?" tanya Faris sambil fokus menyetir.
Diva menengok dan menatap Faris, "Bukannya aku gamau cepet-cepet nikah sama kamu sayang, tapi tadi baru mama lho, aku belum ketemu sama papa kamu kan. Aku gabisa nebak gimana respon papa kamu nanti. Lagian bukannya kita masih terlalu muda ya?"
"Mama itu orangnya pilih-pilih banget tau sama orang, dan dia nerima kamu dengan begitu cepat, berarti kamu tuh beda dari yang lain. Masalah papa nanti biar dihandle sama mama, gapapa kita nikah muda aja hehe," Jawab Faris.
Diva menghela nafas panjang dan hanya pasrah, "Yaudah deh aku ngikut kamu aja. Btw 3 hari lagi ada temenku yang nikah, mau temenin aku enggak?"
"Boleh deh, tapi kamu jangan dandan cantik-cantik. Juga gaboleh pake baju yang terlalu terbuka, harus ketutup semua badannya oke!" pinta Faris.
"Iya-iya bos, ya kali aku ke acara nikahan pake bikini," gumam Diva.
Faris langsung melotot, "Heh! Gak boleh! Nanti diliatin mulu sama yang lain, pokoknya gak boleh karena kamu punyaku doang!"
Diva tertawa kecil mnenanggapi Faris. Lalu Faris pun melanjutkan kata-katanya, "Terkecuali kalo kamu pakenya didepan aku, jelas boleh banget, apalagi setiap hari, ah mantap!"
DIva memukul pelan pundak Faris, "Heh tak tabok ya kamu! Berdosa"
"Bukan berdosa sayang, tapi menikmati nikmat Tuhan yang sedang diperlihatkan!" Diva hanya membalasnya dengan tatapan tajam.
...***...
Keesokan harinya papa Faris pulang dari pertemuannya diluar kota. Mamanya menyambut dengan hangat, sedangkan Faris lebih sibuk dengan ponselnya dan malas melihat kearah papanya.
"Kok baru pulang sih mas? Katanya sehari doang," tanya Mama Faris.
Seperti biasa Faris dan mama papanya makan bersama diruang makan. Hanya terdengar suara piring dan sendok diruangan itu, sama sekali tak ada pembicaraan.
Namun tak lama, Papa Faris membuka suara dan mengajukan sebuah pertanyaan pada Faris. "Mama bilang kamu sudah punya pacar?"
"Sudah."
"Kenapa gak bilang sama papa, papa terlanjur mau mengenalkan kamu ke anak rekan bisnis papa."
"Emang papa peduli apa sama aku?"
"Kamu jangan kurang ajar sama orang tua! Papa udah susah payah cari uang buat sekolahin kamu, kamu malah urus band-band gak jelas itu. Papa ikutin kamu ke tempat les mahal, biar masuk Universitas bagus, malah gak serius belajar. Jangan seenaknya jadi anak!" protes Ayah Faris yang membuat Faris diam seketika.
"Aku gak minta."
Jawaban Faris membuat papanya tambah kesal, sebelum papanya berkata-kata kasar, Faris lebih dulu berdiri dan pergi meninggalkan ruang makan padahal makanannya dipiring belum habis.
Mama Faris hanya bisa diam melihat situasi ini, karena sudah sangat biasa jika perdebatan seperti ini terjadi. Tuntutan papa Faris yang tak bisa Faris capai membuat papanya sedikit kesal.
Faris pergi naik keatas dan masuk ke kamarnya, ia masuk ke kamar dengan membanting pintunya lalu menjatuhkan dirinya keatas kasur dengan kasar.
Dibawah, mama dan papa Faris saling terdiam. "Lihat anak kamu, dikasih tau malah kayak gitu. Gak punya sopan santun, malu aku kalo lagi kumpul sama rekan-rekan bisnisku. Anak mereka sukses-sukses, pinter, berprestasi dan gak malu-maluin. Lihat si Faris, aku minta biar dia bisa masuk ke Universitas yang bagus aja dia gak bisa," keluh Papa Faris.
Mama Faris menaruh sendok dan garpunya diatas piring, ia menatap mata suaminya tajam. "Anak kita, bukan anakku doang, kalo emang gak mau akuin yaudah, berarti aku bukan istrimu. Lagian kenapa harus malu sama anak sendiri? Anak punya potensi masing-masing. Sampai kapan sih kamu mau nurutin gengsimu dan banding-bandingin Faris sama yang lain?"
Mama Faris pergi meninggalkan ruang makan karena tersinggung juga kesal dengan perkataan suaminya itu. Papa Faris hanya menghela nafas panjang.
"Haish, gak mamanya gak anaknya sama aja, dikit-dikit marah. Padahal aku cuma pengen yang terbaik buat Faris," tutur Papa Faris sembari melanjutkan makannya.
...***...
Faris mengambil ponselnya lalu menghubungi DIva. Tanpa pikir panjang, ia langsung menelfon gadis tersayangnya itu.
"Halo sayang..."
^^^"Yes baby? Ada apa nih tumben langsung telfon-telfon aja?" ^^^
"Pengen cerita banyaaaakkk banget, tapi nanti kamu jangan tanya-tanya ya. Dengerin aja, aku lagi pengen didengerin doang."
^^^"Iya-iya sok atuh cerita."^^^
.
.
.
.
.
Tbc
Hai guys, i'm so sorry baru bisa update karena lagi jagain my lovely dad yang lagi dirawat di RS:(
Take care ur health all, situasi lagi gaenak banget. Jaga kesehatan dan tetep patuhi protokol kesehatan ya.
See you ❤️