Jouska

Jouska
Chapter 41



Diva langsung buru-buru turun dengan pakaian yang berantakan, rambut berantakan dan muka khas bangun tidur. Ia tak peduli dengan penampilannya dan ingin segera melihat apakah benar Dylan datang.


Cklek...


Diva membuka pintu dan Raina melambai dari dalam mobil, Diva sedikit ngos-ngosan karena turun dari lantai 2 sambil berlari.


"Hai Div..." sapa Dylan dengan senyum polosnya.


"D-Dylan?"


Dylan menatap penampilan Diva dari ujung kepala sampai ujung kaki lalu tertawa kecil, "Hahaha baru bangun ya? Masih acak-acakan, tapi tetep cakep sih!"


Diva baru teringat tentang penampilannya dan menatap dirinya sendiri dan menyesal karena keluar dengan buru-buru. Hilang sudah pencitraan dirinya sebagai gadis cantik yang pintar memilih outfit.


"Aish!" Diva kikuk harus apa, ia mengode Raina agar segera masuk kedalam rumah. "Ehm, masuk aja Lan gua mau siap-siap bentar kok."


Diva langsung lari masuk kedalam lagi, disusul Raina dengan ekspresi canggungnya melambai pelan kearah Dylan. "Haii cowok."


"Dylan, emang cowok tapi panggil aja Dylan biar lebih enak didengernya," jawab Dylan sambil tersenyum ramah.


"Hai Dylan, gua masuk duluan yaa, byee."


Raina langsung pergi menyusul keatas daripada terjebak di situasi aneh, ia juga bisa sekalian meminta kejelasan pada sahabatnya, Diva.


"Div, kok ada dia?" tanya Raina penasaran.


"Lu tau ya, tiba-tiba aja tu anak telfon gua tadi subuh. Nah gua kira itu lu yang telfon jadi gua marah-marah, dia denger semua dan ternyata bukan lo. And tanpa persetujuan i, dia bilang mau ikut. And you can see kan sekarang ada dia didepan." Diva menjelaskan sambil mengacak-acak isi lemarinya untuk memilih pakaian yang akan ia kenakan.


"Buset dah, tapi kaga ngapa sih ada kuli gratis. Ntar gua beliin makan deh kalian berdua, tenang. Selama sama gua, kalian ga akan kelaparan!" ucap Raina dengan percaya dirinya.


"Yayayaya, by the way mimpi apa tiba-tiba mau ngasih kado suami? Emang lagi ulang tahun ya? Bukannya bulan kemaren udah?" tanya Diva yang bingung.


"Ada dehhh... Dah lu sono mandi aja deh, gaenak juga itu ditunggu bujang satu didepan!"


"Yayayaya!"


Diva langsung mandi dan membersihkan badannya, lalu merias diri dengan look natural. Ia menatap kearah cermin dan takjub dengan wajahnya sendiri.


"Kok bisa ya ada cewe secantik gua, beruntung banget yang punya gua asli dah!" ucap Diva penuh percaya diri.


"Yayaya udah sono lah, kaga pengen sarapan apa? Laper nih gua!"


"Sabar etdah!"


Diva mengambil celana pendek berwarna cream dan kaos oversize berwarna hitam. Hari ini ia ingin memakai outfit yang santai dan tak terlalu formal.



"Dah yok berangkat!" ajak Diva.


"Kuy."


Diva dan Raina turun bersama, Raina memiliki sebuah ide. Ia berjalan lebih dulu menghampiri Dylan lalu tersenyum polos.


"Dylannn..." panggil Raina dengan suara manja.


"Iya nona cantik, ada apa?"


"Kamu kan ganteng, bisa naik motor dong?"


"Bisa lah."


"Bisa nyetir mobil?"


"Bisa juga."


Raina mengulurkan tangannya dan memberikan kunci mobil pada Dylan, "Oke, yaudah kamu nyetir yah. Liat deh kasian ini cewe-cewe masa nyetir sendiri, kamu aja yang nyetir ya?"


Raina menunjukkan wajah imutnya, Dylan tersenyum dengan mata yang melirik Diva. "Yaudah gas aja ayo, kasian kalo princess princess ini nyetir sendiri."


Dylan menyahut kunci mobil Raina dan langsung berjalan masuk kedalam mobil. Raina dan Diva menyusul dengan senang hati karena bisa merumpi bersama di belakang.


Dylan duduk membenarkan spion tengah dan menghela nafas, "Huft, ini ga ada yang mau didepan satu? Kalo kek gini mah gua kayak sopir taksi neng neng."


"Ga kok, orang secakep lu mah mana ada yang jadi supir taksi. Pasti pada gombalin cewe-cewe lah," sahut Diva.


"Hehe makasih pujian cakepnya, yaudah deh gapapa gas ayo berangkat."


Dylan menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya menuju mall yang diinginkan Diva dan Raina. Namun tiba-tiba Diva teringat sesuatu, "Eh ke Richesse dulu, gua pengen fire chickennya."


...***...


Mereka bertiga sarapan sampai kenyang lalu pergi ke mall untuk membeli sesuatu. Diva masih bingung harus beli apa disini dan kemana ia harus pergi.


"Div beliin apa ya si Aya?" tanya Raina sambil melihat-lihat sekitar.


"Ya ga tau lah, orang suami lu, emang dalam rangka apaan dah ini heran. Cuma ngajak-ngajak keluar doang," jawab Diva.


Raina tersenyum, ia berbisik pada Diva dengan suara yang sangat pelan. Bisikan Raina membuat Diva membelalakkan matanya dan tersenyum lebar.


"Hah serius lu?" tanya Diva tak percaya.


Raina mengangguk dan Diva tertawa bahagia, ia bingung harus apa karena terlalu bahagia. Dylan hanya bisa tolah-toleh karena tak tau mereka sedang apa.


"Asli deh, sekarang lo mau apa langsung gua turutin. Kita cari sampe dapet kepengenan lu!" kata Diva yang sangat bersemangat.


"Hehe gua pengen seblak pedes aja ntar sama lu, sekarang ayo kita beliin kado dulu buat laki gua weh!"


"Gas lah!"


Dylan pun mendekat karena penasaran, "Lagi ngerumpiin apaan dah heboh bener, gua juga mau tau ini!"


"Kepo banget mas mas, ini urusan ciwi-ciwi. Jangan ikutan deh, mending sini bantuin angkat-angkat belanjaan kita aja abis ini!" ujar Diva.


"Buset dijadiin kuli gratis!"


"Udah ayoo!"


Diva dan Raina berbelanja sepuasnya hingga membawa banyak sekali paper bag. Mereka berbelanja baju, sepatu, make up, tas dan banyak aksesoris. Diva dan Raina menikmati hari ini, kabar yang diberikan Raina benar-benar membuat mood Diva naik.


...***...


Tak terasa hari sudah menjelang sore, mereka bertiga pulang dan diperjalanan pulang tak lupa Raina membeli kotak kado yang lucu dan menggemaskan.


"Yang ini bagus ga sih? Lucu ga?" tanya Raina pada Diva sambil menunjukkan kotak kado yang barusan ia beli.


"Cakep cakep! By the way gua ikut ya. Mau liat reaksi laki lu, ntar baliknya gua pake bus aja." Diva antusias sekali dengan situasi ini.


"Oke deh aman!"


Sampai dirumah Raina, Raina menaruh kotak kadonya diatas meja lalu bersembunyi bersama Dylan dan Diva menunggu Surya pulang sebentar lagi.


Surya baru pulang dari luar lalu berteriak-teriak mencari Raina namun tak kunjung ketemu. Matanya pun terpaku dengan sebuah kotak diatas meja yang menarik perhatiannya.



"Lah punya siapa ini? Naruh sembarangan!"


Surya mengangkat kotak kadonya lalu sebuah note di sisi sampingnya terjatuh, Surya pun membaca notenya.


...For Surya...


"Lah buat gua? Perasaan gada pesen shopee, ulang tahun juga udah lewat," bingung Surya sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Karena penasaran pun Surya membuka kotak kado didepannya. Matanya membelalak tak percaya, setelah itu Raina keluar menyapa Surya dengan senyum penuh bahagia.


"Tadaaa! Surprise!!!"


Surya terdiam tak percaya, tiba-tiba kakinya kaku dan bingung harus melakukan apa. Otaknya tiba-tiba kosong serta tak ada pikiran apapun untuk saat ini.


"Ih by! Kok diem aja!" kesal Raina.


.


.


.


.


.


Tbc


Jangan lupa like dan komen ya :(


Hayo kado apa nih? Coba tebak!