Jouska

Jouska
Chapter 30



Diva mendorong mamanya agar segera masuk kedalam mobil. "Dylan, gua pulang dulu, bye."


"Ati-ati mobilnya terbang soalnya bawa bidadari-bidadari cantik," teriak Dylan setelah mobil berjalan.


Jantung Diva benar-benar tak aman lagi, Dylan sangat pintar berbicara dan pandai mengambil hati mamanya.


"Bahaya banget sumpah dideket dia, buaya elite paling premium. Arghhh, dia pinter banget sih ngomong, omongannya semua persis omongan playboy tapi gua suka. Sialan!" umpat Diva didalam hatinya.


...***...


Keesokannya, Naya dan Raina datang kerumahnya untuk menjenguk Diva yang baru pulang dari rumah sakit. Raina pun jiga membawa martabak manis titipan Diva sebelum ia berangkat.


"Sore ma, Diva nya ada?" tanya Raina sambil menyapa Mama Diva diruang tamu.


"Eh anak-anak mama, sini ayok masuk semua. Diva nya lagi didalam kamar tuh. Langsung masuk aja deh, kayaknya lagi nungguin kalian juga itu," ujar Mama Diva


"Iya makasih ma."


Naya dan Raina langsung naik keatas untuk menemui Diva. Tangan Raina membawa 1 kotak martabak telur, 2 kotak martabak manis dan es boba. Sedangkan Naya membawa kantong plastik besar berisi jeruk, anggur, salak, buah naga, apel, jambu merah dan kelengkeng.


"Aaaaa Divaaaa...." sapa Raina dan Naya saat melihat Diva sedang tiduran di ranjangnya.


Diva pun terbangun melihat mereka, "Hai guys, cepet banget kalian. Ih ya ampun bawa apa itu banyak banget Masya'allah, kayak lagi mau lomba makan haduh. Padahal kemaren baru aja bb turun karena sakit, masa sekarang dinaikin lagi sih. Udah cakep nih bb turun," kata Diva sambil berkacak pinggang.


"Nanti dulu mikir badan, sekarang makan aja dulu yang puas biar bisa kenyang. Lagian selama sakit lu juga ga bisa makan macem-macem, mana muntah terus," jawab Raina sambil memajukan 3 kotak martabak ditangannya.


"Ini ada buah-buahan, nanti mana yang suka langsung bikin jus aja. Kan jus buah baik buat pemulihan. Dan perlu diingat anda jangan makan sembarangan dulu ya, pasti ini tifus gara-gara kemaren beli seblak pedes banget itu ya!" kesal Naya yang ikutan berkacak pinggang.


"Hehe iya deh iyaa, ampun mak. Cerewetnya ngalahin mama aing nih mba-mba hahahaha. Udah ah, ayo sini makan bareng. Tapi kan Na, gua pesen martabak satu doang kenapa ini bawa 3?" bingung Diva saat melihat ada 3 kotak martabak ditangan Raina.


"Hehe gua juga lagi pengen jadi beli aja deh," jawab Raina.


Mereka menata makanan dengan rapi lalu duduk melingkar dan makan bersama menikmati suasana sambil mendengarkan playlist lagu dari Clean Bandit.


...***...


...~Since you been gone...


...I’ve been dancing on my own...


...There’s boys up in my zone...


...But they can’t turn me on...


...‘Cause baby, you’re the only one I’m coming for...


...I can’t take no more, no more, no more...


...I wanna f-woop, woop woop, but I’m broken hearted...


...Cr-cr-cry but I like to party...


...T-t-touch but I got nobody...


...Here on my own...


...I wanna f-woop, woop woop, but I’m broken hearted...


...Cr-cr-cry since the day we parted...


...T-t-touch but I got nobody...


...So I do it solo~...


...***...


"Ini ada martabak coklat keju kacang, ada martabak coklat keju kismis, sama martabak 4 telur bebek spesial. Bebas kalian mau pilih makan yang mana duluan. Minumnya ada boba kesukaan kalian lah, khusus punya Diva no es. Masih pemulihan!" tegas Raina yang menjelaskan semuanya.


"Aku ngiler sama martabak telurnya cuy," celetuk Naya yang tampak tak tahan setelah martabak telur dibuka.


"Martabak manisnya Ya Allah, kalo lagi suatu saat seorang Diva Elvania ga manis lagi berarti manisnya udah diambil martabak," ujar Diva yang ikutan ngiler.


"Doa dlu!"


Mereka bertiga berdoa bersama lalu langsung mengeksekusi makanan itu tanpa lama-lama lagi. Mereka melahapnya dengan penuh nafsu dan terlihat sangat menikmatinya.


"Na lu belinya dimana sih gila enaknya," sahut Naya tak mau kalah.


"Iya loh, ini susunya lumer banget gila. Mana coklatnya enak banget kayak coklat mahal," Diva tak mau kalah.


Ting...


Notifikasi ponsel Diva berbunyi, ia mengecek sekilas dan mengabaikannya namun tidak dengan Naya dan Raina. Mereka berdua langsung tersenyum penuh arti melihat notifikasi itu.



"Uuuuuuuu siapa tuuu," goda Naya.


"Punya pacar baru sekarang ga bilang-bilang ya sama temen," ucap Raina.


Diva kelabakan, "Ngga anj*r, orang itu aja temen baru kenal beberapa hari yang lalu. Kenal di RS, dia bantuin gua buat bikin Andra ngejauh," jawab Diva sambil terus makan martabak.


"Kayaknya sih PDKT Na," bisik Naya pada Raina.


"Apasih pada bisik-bisik!"


Diva pun langsung menyahut ponselnya dan membalas pesan Dylan didepan mereka berdua agar tak salah paham.



"Gila! Dikasih pap dia geng, ga mungkin sih kalo ga ada apa-apa," pikir Raina yang diucapkan begitu saja.


"Iya, mana cakep lagi," jawab Naya.


"Astagfirullah kawan, ingat Arkan!" ujar Raina dan Diva bersamaan.


Naya hanya cengar-cengir. Raina pun mengambilnya ponselnya dan ikutan membuka Instagram. "Liat ini Nay profil cowoknya. Cakep juga yee, buaya bukan Div?" tanya Raina sambil stalking profil instagram Dylan.


"Parah banget buayanya sumpah! Ni orang bahaya banget asli deh, sampe ngeri gua. Kalo ngomong asal ceplas-ceplos gada rem. Mana pinter banget kalo ngomong, sokap juga. Ngeselin sih, tapi lucu orangnya. Kayak gimana ya, dia tuh sokap tapi asik banget gitu. Mana dia gentle banget sih menurut gua, manly parah walaupun keliatannya ga terlalu care," jelas Diva sambil tersenyum tanpa ia sadari.


Raina dan Naya pun ikut tersenyum melihatnya dan semakin berpikir kemana-mana. Jujur saja mereka suka Diva yang ceria seperti ini, tidak selalu terjebak di masa lalu bersama Faris dan hidup dalam kegelapan.


"Kenalin dulu ke kita, baru nanti review secara langsung. Kalo baik okelah, kalo ga ya skip! Pokoknya ga boleh ada yang nyakitin kamu," tegas Raina.


"Widih di review kayak barang COD aja neng," sindir Naya.


"Udah kalian gausah mikir kemana-mana, kita cuma temenan ga lebih. Lagian siapa juga yang mau jadian sama buaya kayak dia, nanti makan ati terus tau!"


Diva bingung dengan apa yang dirasanya saat ini, ia ingin sekali menjauhi Dylan karena benar-benar seperti pemain wanita, namun selalu saja ada tingkah Dylan yang membuatnya tertarik dan bisa membuatnya tersenyum.


Ting...


Berbunyi lagi notifikasi Diva, ia langsung membuka pesan itu seolah-olah memang sedang menantikannya.


Naya pun menyindirnya, "Bilangnya gamau pacaran tapi dapet notif langsung gercep ya ngalahin ibu-ibu kejar diskon hahaha," tawa Raina dan Naya terdengar diseluruh kamar Diva.


"Apasihhh kalian! Nyebelin!"



"Ih apasih ni orang! Sumpah ga jelas banget! Mana maksa banget," kaget Diva saat membaca Chat Dylan.


.


.


.


.


.


Tbc


Jangan lupa like dan komen ya :)


Anyway Dylan itu cowo tipe kalian bukan?