Jouska

Jouska
Chapter 24



"No! Don't you hear it? Ga mau! Lagian lu suka gua diawal juga karena muka kan bukan karena murni sikap gua, rasa sayang lu tuh ga tulus, itu cuma nafsu kak sadar! Sekarang aku rasa ga ada yang perlu dijelasin deh, mending kita jaga jarak aja."


Diva berbalik badan dan melangkah pergi, namun baru beberapa langkah, ia sudah berhenti. "Oh iya selama ini aku iyain ajakan dan permintaan kamu cuma karena kamu ini kating aku ya. Aku sebenernya risih dan ga nyaman sama kamu, jadi jangan berharap lebih karena udah lama bareng pun aku masih belum bisa nyaman sama kakak. Aku pergi dulu!" Diva melanjutkan langkahnya dan pergi tanpa menengok sekalipun.


"Diva! Div... Diva! Arghhh, aku bakalan kejar kamu terus sampe kamu mau nerima aku sebagai pacar kamu, inget itu!" teriak Andra meski tak digubris oleh Diva.


"Gila" gerutu Diva sambil berjalan dengan penuh amarah.


Awalnya tak ada niatan untuk marah atau berkata dengan tegas pada Andra, namun saat Andra membahas Faris juga, itu benar-benar memancing emosi Diva.


Diva berjalan dengan langkah kasar sambil mengumpat dan marah-marah tak jelas, ia pun pulang untuk mengisi energinya lagi. Sampai didalam rumah pun wajahnya masih sangat muram serta tak bersemangat.


"Eh anak mama udah pulang..." sapa Mama Diva. Mamanya melihat ekspresi muram pada putrinya itu, ia pun bertanya, "Kok cemberut aja sih. Kamu kenapa sayang?"


"Ga papa kok ma," jawab Diva dengan singkat.


"Yaudah, mama mau bikin spicy chicken wings nih, kamu mau yang pedes apa biasa aja?" tanya Mama Diva.


Diva berbalik dan menatap mamanya serius, "Ma mau dong ayamnya aku yang banyak sama sambelnya yang puedes pol banget parah, banyakin aja bubuk cabenya. Makin pedes Diva makin suka!" request Diva dengan sepenuh hati.


"Ih nanti kalo sakit perut gimana?" tanya Mama Diva khawatir.


"Diva kayaknya pms sih ma, bentar lagi juga tanggalnya. Jadi lagi mood makan yang pedes-pedes gitu, lagian mama hafal juga kam Diva kalo pms toleransi pedesnya nambah banyak," Diva memberikan alasan yang masuk akal.


"Oh gitu, yaudah mama bikinin ya. 45 menit lagi kamu turun ini ambil yang mateng."


"Oke siap ma!"


Diva langsung naik ke atas untuk menaruh barang-barangnya, ka benar-benar emosi saat ini sampai-sampai ingin memakan sesuatu yang sangat pedas. Diva pun membuka hpnya dan memesan beberapa minuman dingin serta cola melalui e-commerce yang diantar instan.


Diva juga mencari beberapa rekomendasi film yang bagus serta seru untuk ditonton juga. "Kok jadi pengen rewatch Harry Potter sih? Ah nonton itu aja deh!" pikir Diva.


Diva memilih film Harry Potter dan menyalakannya di TV LED yang besar, 45 menit sudah berlalu dan Diva pun mengambil ayamnya serta menata minumannya dikamar.


"Mama udah mateng belum?" tanya Diva


"Tuh udah punya kamu dimeja makan, kurang ga?" tanya Mama Diva.


"Hehe engga ma, muachhh makasih mamah sayang," Diva mencium mamanya lalu pergi kembali ke kamar.


"Heh ga pake nasi?" teriak Mama Diva


"Ngga ma! Mau dicemilin aja!" teriak Diva juga. Diva langsung mengunci pintu kamar karena tak ingin diganggu siapapun.


Diva juga memesan beberapa makanan delivery tadinya dan ia baru sadar kalau semua makanan ini sangat banyak, ia tak ambil pusing dan tetap menatanya sedemikian rupa agar emosinya bisa tersalurkan lewat makanan.


"Pers*tan dengan diet! Aku cuma mau makan sampai kekenyangan hari ini!" ucap Diva penuh semangat.



...Pict Spicy Chicken Wings...



...Pict French fries...



...Pict Chicken Nugget...



...Pict Onion Rings...


Diva memakan ayamnya dengan lahap tanpa keluhan apapun, ia begitu menikmati setiap saatnya mengunyah ayamnya yang sangat pedas itu.


Tangannya tak tinggal diam, pelan-pelan ia meraih kentang goreng, nugget ataupun onion rings, tak lupa ia cocolkan dengan sambal yang sangat pedas juga.


"Ya Allah! Nikmat mana yang ku dusta kan, ini enak banget serius Ya Allah! Aih auto kenyang inimah!"


Diva langsung memakan semuanya tanpa terkecuali sambil menonton film, saat ia sudah merasa kekenyangan, ia berhenti sesaat dan menikmati filmnya saja. Saat dirasa makanan tadi sudah tercerna dengan baik, ia lanjutkan memakan sisanya hingga akhirnya benar-benar habis tanpa sisa. Diva hanya bisa duduk bersandar sambil menikmati rasa kenyang ini.


"Alhamdulillah Ya Allah kenyang, inimah enak banget sih! Tapi ga terasa udah sore aja. Jadi pengen seblak buat makan malamnya hehe, ide bagus juga ya!" pikir Diva.


Diva pun mencuci tangannya dikamar mandi lalu mengotak-atik ponselnya. Ia mengirim pesan chat pada Raina dan Naya.




Diva sangat gembira dengan hal ini, ia langsung membereskan kamarnya, lalu mengepel dan memberikan parfum ruangan agar wangi. Setelah itu ia pergi mandi agar badannya bersih juga wangi seperti kamarnya.


...***...


Jam menunjukkan sudah pukul 7, Raina datang lebih dulu. Tak lama pun Naya datang dengan mobilnya, Diva dan Raina sudah menunggu didepan rumah Diva.


"Kiw cewek!" sapa Naya.


"Hai neng, gas ga nih?" tanya Raina.


"Gas sayang!" jawab Diva semangat.


Mereka bertiga pun pergi ke warung seblak Mang Adi langganan mereka dengan mobil Naya, sesampainya disana langsung diberikan tempat khusus sebagai pelanggan VVIP kata Mang Adi.


"Eh ada eneng eneng geulis, badhe pesen naon neng?" tanya Mang Adi.


"Mang, aku seblak komplit pedes ya!" pesan Naya.


"Aku sama kayak Naya bang!" pesan Raina.


"Oke siap, neng Diva apa?" tanya Mang Adi.


"Mang saya seblak siomay, pilus, cuanki ya, kerupuknya dibanyakin porsi 20k terus yang puedes pol ok! Lagi doyan pedes soalnya hehe," pesan Diva dengan detail.


"Ok siap neng neng cantik, mau pake sayur ga? Terus dibungkus atau dibawa pulang? Eh sama aja ya hehe, mau dibungkus apa dimakan sini?" gurau Mang Adi.


"Bungkus aja mang, sama es teh nya 6 ya!" pesan Diva.


"Oke siap!"


"Div lu abis ntar porsi sebanyak itu?" tanya Raina tak yakin.


"Iya biasanya kan lu makan paling dikit, mana gasuka pedes juga!" jelas Naya.


Diva menggeleng, "Tenang aja, gua lagi doyan makan nih mana pengen banget makan pedes hehe. Lagian bosen dizona ini-ini mulu, pengen nyoba hal baru lah," jawab Diva cengengesan.


.


.


.


.


.


Tbc


Jangan lupa like dan komen ya :)