I WANT U To KNOW

I WANT U To KNOW
Acara Pensi



Disaat mereka sedang asik bercanda. Tiba-tiba, Arga menyeletuk.


"Ges, lo bisa nyanyi?" Geshia mengangkat kedua alisnya.


"Kok lo tiba-tiba sih?" tanya Geshia balik.


"Dia jago kok. Bagus banget suaranya. Dia jagonya main gitar juga piano lho, jangan salah lu pada." sahut Keana tiba-tiba.


"Eh, enggak. Keana ngarang kok, jangan percaya." protes Geshia. "Lo, ngapain buka kartu dimari, ke!" bisik Geshia.


"Lo tampil ya? Duet sama Akasa." ucap Jordan.


"Enggak! Gue gak siap!" tolak Geshia.


"Atau, lo tampil sendiri. Gantiin kita, jadi ntar tinggal bilang ke mc." lanjut Aaron.


"Eh, enggak-enggak!" Geshia bersikukuh menolak.


"Ayolah Ges." mohon Keana. "Gue kangen suara lo, kangen lo nyanyi. Semenjak kejadian itu, lo udah gak pernah nyanyi di hadapan semua orang kan? Lo cumab nunjukin ke gue doang. Ayo Ges, lo pasti bisa."


"Gue mau, tapi ada syaratnya."


"APAAN?" balas Akasa ketus.


"Traktir gue, apa yang gue mau. Deal?"


"Oke. Gue yang traktir." balas Akasa spontan.


"Uhhh.. Emang ya, Akasa. Love you, ka!" ucap Geshia senang.


"Duhhh... Baper gue." teriak Arga.


Akhirnya pun bentar lagi adalah waktunya Black Band untuk tampil namun Geshia yang menggantikan, ia bermain gitar dan bernyanyi. Arga bilang kepada MC bahwa band nya diganti oleh Geshia.


"Okay, bentar lagi lo naik ke panggung." ucap Arga.


"Jingan!" umpat Geshia. Akasa melirik Tajam. "Kenapa ka?"


"Mulut lo!" ketus Akasa. Geshia malah cengengesan.


"Gue gugup tau, ka. Ini kali pertama gue dari sekian lamanya."


"Bismillah. Lo pasti bisa."


"Hm. Tengkyuu my boy." ucap Geshia lagi dan berhasil membuat Akasa jantungan.


Setelah penampilan dance selesai, mc memanggil nama Geshia untuk ke atas panggung.


"Halo semuanya.." ucap Geshia dengan mic.


"Hi...." balas semua murid.


"Udah pada tau aku belum?"


"Udaaahh... Ceweknya Akasa kan?!" teriak salah satu murid yang tak lain adalah Aaron. Lalu semua siswa bersorak cieee ke Geshia. Sontak Geshia memerah merona kedua pipinya, begitupun dengan Akasa.


"Disini, aku mau nyanyiin sebuah lagu yang paling gue suka."


Lalu Geshia mulai memetik gitarnya dan perlahan mulai terhanyut dalam nada musiknya. Dia menyanyikan lagu milik Passenger _ LET HER GO


🎵🎵🎵


Well you only need the light when it's burning low


Only miss the sun when it starts to snow


Only know you love her when you let her go


Only know you've been high when you're feeling low


Only hate the road when you're missing home


Only know you love her when you let her go


And you let her go


Staring at the bottom of your glass


Hoping one day you'll make a dream last


But dreams come slow and they go so fast


You see her when you close your eyes


Maybe one day you'll understand why


Everything you touch surely dies


'Cause you only need the light when it's burning low


Only miss the sun when it starts to snow


Only know you love her when you let her go


Only know you've been high when you're feeling low


Only hate the road when you're missing home


Only know you love her when you let her go


Semua pun tak lupa bertepuk tangan, dan menikmati setiap petikan dan suara Geshia. Mereka seperti terhipnotis dan ketika liriknya, semua murid ikut bernyanyi. Akasa pun tersenyum senang dan merasa beruntung dipertemukan dengan Geshia si bocah manja yang selalu ngajak ribut tiap kali bersama.


Staring at the ceiling in the dark


Same old empty feeling in your heart


Love comes slow and it goes so fast


Well you see her when you fall asleep


But never to touch and never to keep


'Cause you loved her too much and you dive too deep


'Cause you only need the light when it's burning low


Only miss the sun when it starts to snow


Only know you love her when you let her go


Only know you've been high when you're feeling low


Only hate the road when you're missing home


Only know you love her when you let her go


And you let her go


Oh oh oh no


And you let her go


Oh oh oh no


And you let her go


Well, you only need the light when it's burning low


Only miss the sun when it starts to snow


Only know you love her when you let her go


Only know you've been high when you're feeling low


Only hate the road when you're missing home


Only know you love her when you let her go


'Cause you only need the light when it's burning low


Only miss the sun when it starts to snow


Only know you love her when you let her go


Only know you've been high when you're feeling low


Only hate the road when you're missing home


Only know you love her when you let her go


And you let her go


🎵🎵🎵


"Terimakasih." ucap Geshia yang ingin beranjak dari panggung namun tiba-tiba semua murid berteriak.


"Lagi-lagi..." ucap semua murid.


"Hm? Lagi?" ucap mc yaitu Tasya.


"Kak Geshia. Nyanyi satu lagu lagi dong, setuju gak?"


"SETUJU!!!"


Geshia tersenyum senang. Lalu menatap Akasa lekat dan tersenyum, begitupun sebaliknya.


"Ini lagu, khusus untuk kalian yang masih gengsi buat nyatain perasaan dan cuma hanya berani dalam imajinasi kalian saja." ucap Geshia yang sepertinya tertuju ke Akasa.


🎵🎵🎵


Oh, there she goes again


Every morning it's the same


You walk on by my house


I wanna call out your name


I want to tell you how beautiful you are from where I'm standing


You got me thinking what we could because


I keep craving, craving, you don't know it but it's true


Can't get my mouth to say the words they want to say to you


This is typical of love


Can't wait anymore, I won't wait


I need to tell you how I feel when I see us together forever


In my dreams you're with me


We'll be everything I want us to be


And from there, who knows, maybe this will be the night that we kiss for the first time


Or is that just me and my imagination


Akasa tertegun dan menikmati setiap Alunan lagu yang dinyanyikan Geshia yang begitu tenang dan nyaman.


We walk, we laugh, we spend our time walking by the ocean side


Our hands are gently intertwined


A feeling I just can't describe


All this time we spent alone, thinking we could not belong to something so damn beautiful


So damn beautiful


I keep craving, craving, you don't know it, but it's true


Can't get my mouth to say the words they want to say to you


This is typical of love


Can't wait anymore, I won't wait


I need to tell you how I feel when I see us together forever


In my dreams, you're with me


We'll be everything I want us to be


And from there, who knows, maybe this will be the night


That we kiss for the first time


Or is that just me and my imagination


(Whoa, whoa, whoa)


In my dreams, you're with me


We'll be everything I want us to be


And from there, who knows, maybe this will be the night


That we kiss for the first time


Or is that just me and my imagination


I keep craving, craving, you don't know it, but it's true


Can't get my mouth to say the words they want to say to you


🎵🎵🎵


"Udah ya. Capek nih." akhir keluhan Geshia.


"Iyaaaa... Lo the best Ges" teriak salah satu Murid.


"Okay. Thank you, kak Geshia." ucap Tasya.


Geshia turun dari panggung dan langsung menghampiri Akasa Dkk. Geshia terlihat senang dan mukanya menampakan wajah jailnya.


"Yuk." ucap Geshia menggandeng Akasa.


"Kemana?" tanya Akasa, seolah-olah lupa dengan janjinya. Geshia pun cemberut dan kesal karna Akasa.


"Lo masa lupa sih?!" rengek Geshia yang tampak menggemaskan.


"Apasih? emang mau kemana? kemana sih?" Akasa tanya ke yang lain dan lainnya pun menggeleng tak tau.


Memang Geshia sedang dikerjai oleh mereka.


"Kalian. Akasa!" Geshia cemberut, "Ya udah kalo gitu,"


"Ngambek ya?" tanya Akasa menatap Geshia. "Gak usah manyun gitu, jelek. Kayak bebek, haha" lanjut Akasa.


"Ih, nyebelin." Geshia mencubit perut Akasa.


"Astaga, Sakit Ges. Tangannya!" omel Akasa.


"Tau. Lo ngerjain gue kan? Kalian juga?!"


"Ini akal-akalan Akasa lho. Bukan kita, salahin akasa noh." ucap Arga.


"Yoi, salahin Akasa noh." lanjut Aaron.


"Gue gak ikutan." imbuh Jorda.


"Gue juga." tambah Keana.


Geshia pun menatap Akasa dengan tatapan ganasnya dan terlihat benar-benar kesal.


"Ih, serem amat mbaknya." goda Akasa lagi.


"Lo tuh ya!"


"Ah, ampun. Sakit."


Mereka berdua malah kejar-kejaran menuju ke kantin. Semua mata memandang namun mereka tak. memperdulikan.


"Emang ya, kalo udah dunia milik berdua mah bodo amat kalo jadi tontonan." ujar Aaron.


"Bener. Gue kali ini, liat Akasa se senang itu dan ketawa nya lebar banget gak kayak biasanya cuman senyum gak ikhlas." imbuh Arga.


"Bener juga sih. Syukuran yuk, buat Akasa. Hahah" kekonyolan Jordan memulai, mereka tertawa bersama dengan Keana juga.


Geshia dan Akasa udah sampai duluan di kantin.


"Eh, stop. Engap gue!" ucap Akasa menahan Geshia.


"Bodo. Salah siapa ngeselin."


"Sorry deh. Lo mau apa? pesen gih, ntar gue yang bayar. Gue mau duduk, capek. Lo larinya kenceng banget, heran gue." ucap Akasa yang ter engap-engap.


"Gak mau!" balas Geshia dan malah menatap Akasa. Akasa pun mengadah menatap Geshia.


"Kenapa lagi?"


"Temenin." Akasa pun menurutinya.


"Yok deh."


Dengan tangan Geshia yang menggandeng tangan Akasa sembari melihat-lihat menu dikantin.


"Lo mau apa Ka?"


"Sama kayak lo."


"Ha?"


Akasa mendekat di telinga kanan Geshia, "Sama kayak lo, manja"


"Ih, lo..." Geshia mendorong Akasa pelan agar menjauh.


"Makanya, lo tuh dengerin kalo orang ngomong, Ailah.. Anak orang"


"Yaiyalah anak orang, lo kira anak apa?"


"Anak kucing."


"Kan, mulai!" Geshia mencubit pipi. kiri Akasa.


"ih, demen banget ya nyubit-nyubit pipi gue.".kali ini gantian Akasa mencubit pipi Geshia dengan gemasnya.


"Aaaa.. Akasa, sakit!"


"Bodo. Lo kira gak sakit apa?"


"Maap. Ih, ampun."


"Hm." Akasa melepaskan cubitannya, ia melirik Geshia yang mengusap kedua pipinya. Akasa tersenyum lalu mengacak rambut Geshia kasar.


"Ih. Rambut gue berantakan ka!"


"Bawel banget, astaga!"


"Tau. Gue mau pesen."


Geshia pun memesan dua mangkok bakso dan dua gelas es teh manis. Mereka berdua baru saja duduk dimeja yang muat beberapa orang, akhirnya Arga Jordan Aaron dan Keana sampai dikantin.


"Kebiasaan ya lu berdua! Gak naik motor, gak disekolah hobby banget ninggal. Jingan kalean!" omel Keana.


"Hehe... Sorry." ucap Geshia cengengesan.


"Hehe sorry." Akasa mengikuti gaya Geshia seperti mengejek. Geshia yang melihatnya kesal namun gemas.


"Ihh... Gemessss!" seru Geshia yang ingin mencubit pipi Akasa, namun dengan cekatan Akasa menepis.


"Heii.. Mau apa lo?!" ucap Akasa menepis dan memegang tangan Geshia.


"Mau cubit. Gemes soalnya."


"Enak aja. Ini gak gratis ya."


"Huhu... Akasa Ganteng."


"APA?!"


"Eh galaknya keluat. Takut deh, gak jadi gemes deh gue." ucap Geshia dan pelan-pelan melepas tangannya dari genggaman Akasa. Namun, Akasa spontan meraihnya kembali dan menempelkan tangan Geshia ke pipinya.


"Gimana? Puas?!" Geshia hanya terkejut dan melotot juga pipinya seperti kepiting rebus. Dengan cepat, Geshia melepaskannya.


"A-apaan sih lo." ucap Geshia.


"Kenapa? Jantungan? Sama dong." Geshia menatap Akasa.


"Sejak kapan lo berani godain gue?"


"Sejak kapan ya. Lo kan yang ngajarin gue, masa iya. Gue terus yang dibaperin, gantian dong." ucap Akasa.


Arga,Aaron, Jordan dan Keana hanya diam menyaksikan tanpa sepatah kata. Arga memesan bakso dan Es teh juga buat Aaron Jordan dan Keana.


"Akasa mulai berani ternyate bung." ucap Aaron.


"Sifat aslinya keluar." ucap Keana.


"Bukan! Yang betul adalah sejak kenal Geshia, Akasa ketularan sengkleknya Geshia. Haha" imbuh Arga. Lalu mereka pun tertawa kecuali Akasa dan Geshia yang menatap dengan Ganasnya kepada mereka ber empat.


"eh, sepertinya lo salah omong deh ga." lirih Jordan.


"Lo belum tau ditampol sama orang gila ya, ga?!" ucap Geshia.


"Belum. Ya kalik, Ges."


Lalu Geshia menoleh sana sini, seperti mencari seseorang. Dan tepat disana ia menoleh ada Miera and the genk berjalan ke arah Akasa DKK. Geshia tersenyum jail.


"Ra!" panggil Geshia.


"apa?" respon cuek Miera.


"Tolong, tampol Arga dong."


"ha?" Miera bingung.


"Udah, tampol aja." Miera pun nurut dan nampol Arga.


"Sialan! Sakit, Anjeng!" omel Arga.


"Sorry. Gue disuruh." ucap Miera.


"Ya lo, ****** juga. Ngapa disuruh mau. Bentar-bentar." ucap Arga. "Jadi, orang gilanya?" Arga menatap Geshia dan Geshia terkekeh.


Mereka ber lima menatap Miera lalu malah ketawa ngakak. Miera and the genk bingung dan gak jadi godain Akasa.


"Gila!" ucap Miera dan menjauh dari gerombolan Akasa Dkk.


"Sialan lo Ges! Dia sampe bingung lho." ucap Keana.


"Bodo. Ya kalik, gue jadi pojokan dia muluk. Kan gantian. Ya gak, ka?"


"Iyain. Biar seneng," ucap Akasa yang masih tertawa.


"Haha... Sumpah ya. Acara hari ini bener-bener banyak kejutan" ujar Geshia yang terlihat senang.


"Iya. Kejutan dari Akasa dan Kejutan aneh lainnya." sahut Jordan.


"Iya. Jadi sayang Akasa banyak-banyak." balas Geshia.


"Gue enggak! Gimana dong?" ketus Akasa menggoda.


"Bodo. Yang penting, gue sayang lo." Geshia menjulurkan lidahnya.Akasa pun mengacak rambut geshia kasar dan terkekeh melihat tingkah lucu, gadis yang dia suka itu.


"Udah. Jadian aja. Masa iya, cuma kasih bunga doang, ka" ucap Arga.


"Yadeh. Ges, jadian yuk." Geshia yang lagi makan bakso, ia pun tersedak dan batuk.


"Uhuk-uhuk... Sialan lo. Gue lagi makan malah nembak, kaget gue. Anjing!"


"Nih minum. Sorry. Mulut lo Ges!"


"Bodo. Salah lo. Ya gue mau. Tapi lo tau kn kesukaan gue."


"Hobby lo makan. Tenang, gue bakal nyenengin lo."


"Iyain." Geshia melanjutkan makannya dan juga Akasa.


Arga, Aaron, Jordan dan Keana sedari tadi tak jadi melahap bakso dan malah menatap aneh juga heran dengan perilaku dua sejoli yang baru saja jadian dengan cara yang aneh.


"Lu berdua ya! Serah lu dah. Yang jadian lu, serah deh." kesal Arga.


"Iyain. Jadiannya aneh banget. Gak asik ah, gak romance. Tolil, YaAllah.. Temen gue." rengek Aaron.


"Doain yang terbaik," imbuh Jordan.


"Aaaminnn." keana meng amini.


Geshia dan Akasa memakan bakso dengan saling lirik juga sedikit terkekeh. Saking konyolnya mereka berdua membuat Ke empat sahabatnya marah dan kesal.