
Imagine your face
Say hello to me
Then all the bad days
They’re nothing to me
With you.
-Winter Bear 🎵
🍃
"Selamat pagi menjelang siang, anak-anak yang ibu sayangi." Bu nike berseru riang entah seperti ada berita menyenangkan. Seperti orang yang tak sabar menagih daftar list yang ikut mewakili kelas untuk memeriahkan Diesnatalies tahun ini.
"Gimana, ada yang mau mewakili kelas buat acara Diesnatalis kan?" tanya Bu Nike,
Tidak ada yang menjawab, semua murid hanya melempar pandang satu sama lain terkecuali Akasa. Geshia pun menyenggol bahu Akasa, Akasa langsung memincingkan matanya dan terlihat kesal.
"Lo, bukannya mau ikut band? gue inget pas Miera nyebar brosur dikantin. Emang lo anak band?" bisik Geshia.
"Bukan! Lo gak perlu tau," ketus Akasa.
Geshi mengaupkan bibirnya dan ngedumel kesal.
"Kok semua diem? Berarti udah ada dicatatan ya?" ucap Bu Nike. "Hm, Bagus kalo gitu. Ibu tinggal liat penampilan kalian tapi udah pada latian belum? "
"Belum, Buuuuu!" teriak Arga paling kenceng.
"BELOM IH"
"Belom, mampus! acaranya besok lagi."
"UDAAAAAHHH tapi boong, haha" ucap Aaron.
"Nih berdua, sebangku lagi. Sama-sama tolilnya" ucap Keana. Arga dan Aaron malah ketawa.
"Yaudah. Hari ini kita fokuskan buat kalian latian apa yang mau kalian tampilin, okay? Karna ini termasuk lomba juga lho. Hari ini gak ada pelajaran jadi fokuskan latian."
"Serius bu? Jamkos dong?"
"Iya" sahut Bu Nike.
"Yuhuuuu... Asiiikk"
"Kalo gini kan enak dari kemarin-kemarin."
"Yoi.. Bisa nyantuyyy"
"Hm. Tapi inget, latian yang bener. Yaudah ibu tinggal ya. Semangattt"
"SEMANGAT! Thanks Bu."
Setelah Bu nike keluar kelas, akhirnya kelas heboh dan ricuh. Saling pandang apalagi si ketua kelas Arga juga heboh.
"Woyyy, gimana nih? Kelas kita mau ngeluarin apa? Siapa yang mau ngewakilin? Sial banget sih." ucap Arga yang berdiri didepan kelas.
"Taulah. Pusing gue" ucap Jordan.
"Bukannya lo, Akasa, Aaron sama Jordan anak band sih?" teriak salah satu murid.
"Trus apa?" sahut Akasa ketus.
"B-bukannya gitu maksud gue ka. Eh anu, siapa tau--"
"APA?!" lanjut Akasa. Geshia memegang tangan Akasa menyuruhnya berhenti.
"Lo jangan gitu, kasian. Dia cewek. Kalo gue yang lo gituin ga pa-pa, kalo cewek lain jangan karna gak terbiasa lo bentakin kayak gitu." bisik Geshia. Akasa pun diam dan sesekali melirik Geshia.
"Gimana nih ka? Cuman kita yang bisa nolong." ucap Aaron membalikkan tempat duduknya.
"Pokoknya gue ogah!" balas Akasa.
"Plisss Ka!" sahur Jordan.
"Lo pada kenapa sih? Gue udah bilang kan yang dulu, kalo itu terakhir gue ikut begituan. Gue gak mau lagi, males."
"Tapi ka! Ntar kelas 3, kita udah gak main lagi lho. Sekali aja ka! Ayolah" rengek Aaron. "Kita masih bisa kok fokus pelajaran, ayolah ka!"
Akasa hanya terdiam lalu melirik ke arah Geshia. Geshia tersenyum dan mengangguk. Akasa pun membuang nafasnya berat.
"Oke. Gue mau, demi lo pada!" ucap Akasa.
"Yeayyy! Thanks ka!" ucap Aaron dan Jordan bersamaan juga memeluk Akasa.
"Ih, apaan sih. Jijik *******!" risih Akasa.
Sedangkan Arga yang berdiri didepan terfokuskan ke arah mereka bertiga. "Kalian bahas apaan? peluk-peluk segala, gue gak diajakin. Setan!" teriaknya kesal.
"Oh anu, kita bakal ngewakilin kelas." ucap Aaron spontan.
"Serius? Akasa?!" Arga kaget. Akasa mengangguk.
"Ah... Thanks ka!" Arga berlari dan memeluk Akasa.
"Udah kalik meluknya, jijik bege!"
"Btw, thanks juga ya Ges." ucap Arga.
"Lho kok gue?" Geshia bingung.
"Pasti karna lo kan, Akasa mau."
"E-enggak kok. Dari dia sendiri"
"Gak percaya. Dari kejauhan keliatan tau, Akasa tadi natap lo dan lo mengangguk lalu Akasa seperti mengiyakan trus Aaron ama Jordan meluk Akasa."
"Apasih, enggak ga!" ucap Geshia.
"Iyain, biar cepet."
Geshia menutup wajahnya dengan telapak tangan karna malu dan pipinya seperti kepiting rebus.
***
Diruang Musik. Akasa,Aaron,Jordan,dan Arga mengambil alat yang biasa ia pegang.
Akasa gitar bass, Arga gitar melodi, Aaron Drummer dan Jordan Piano. Mereka sangat keren saat memegang alat-alat itu sedangkan Keana dan Geshia hanya sebatas penonton.
"Okey, siap?" ucap Akasa.
"Siap sih siap. Mau nyanyi lagu apa bege!" dengus Arga.
"Immortal Love ajalah punya Mahadewa. Lo tau kan?"
"Hm, yang tuh. Iya deh, skuy! Gue suka pas drum" ucap Aaron.
"Three, Two, One. Let's Go!"
🎤AKASA: "Tak pernah ku sangka
Aku bisa merasakan cinta sejati
Dan tak pernah benar-benar mencintai
Manusia di bumi ini
Hingga apapun akan ku beri
Untuk kamu, kamu, kamu
Dan tak pernah aku meminta
Balasan semua, semua, semua
Tuhan pun tahu jikalau aku
Mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
Hingga maut datang menjemputku
Ku tetap menunggu kamu di lain waktu
Hingga apapun akan ku beri
Untuk kamu, kamu, kamu
Dan tak pernah aku meminta
Balasan semua, semua, semua
Tuhan pun tahu jikalau aku
Mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
Hingga maut datang menjemputku
Ku tetap menunggu kamu di lain waktu
Tuhan pun tahu jikalau aku
Mencintai dirimu tak musnah oleh waktu
Hingga maut datang menjemputku
Ku tetap menunggu kamu di lain waktu
(Tuhan pun tahu) Tuhan pun tahu
(Jikalau aku) jikalau aku
(Mencintai dirimu) mencintaimu
(Tak musnah oleh waktu) tak musnah oleh waktu
(Hingga maut) hingga maut
(Datang menjemputku) menjemputku
(Ku tetap menunggu kamu di lain waktu) di lain waktu"
"Wahhh... Keren!" seru Geshia heboh.
"Banget, gue makanya seneng liat kalian kalo udah nge band. Karna apa? karna yang gue tau kalian cuman pinter di bidang akademik aja, sekali kalian nunjukin bakat pasti keliatan amazing guys!" ucap Keana gak kalah heboh.
"Thanks!" ucap Akasa dengan diam-diam melirik Geshi. "Gue seneng kalo liat lo seneng" -batin Akasa.
"Btw, boleh request gak sih?" ucap Geshia tiba-tiba.
"Silahkan!" sahut Akasa, dan semua memandang Akasa.
"Wooohhh... Akasa!" ucap Arga dengan memukul bahu Akasa. Lalu Akasa berdengus kesal dan melirik tajam dengan ganasnya ke arah Arga.
"Hm, entar gue lupa judulnya." sahut Geshia sembari membuka ponsel miliknya. "Ah, judulnya A Little Braver milik New Empire. Tau gak?"
"Oh, Gue tau." sahut Jordan. Lalu berdengung menyanyikan, "When it gets hard,I get a little stronger now,I get a little braver now. Itu kan?"
"Ho'oh bener. Gue request itu dan nyanyiin juga pas acar jadi kalian bawain dua lagu. Gimana?"
"Okay." sahut Akasa.
"Akasa tumbenan sih." ucap Keana.
"Udah diem. Pumpung mood gue bagus" ketus Akasa.
"Okay, Cek sound! Three, Two, One, Let's Go!"
Mereka pun latian Musiknya tanpa nyanyian dahulu, karna memang susah dalam petikan irama juga drummernya berbeda dengan Jordan seperti sudah ahli dan menguasai lagu tersebut.
"Ah, lagu ini ngingetin gue pas jaman SMP deh. Gue selalu bawain ini versi piano." ujar Jordan.
"Oh, pantesan. Kok lo bisa nguasai lagunya dan." ucap Geshia terkagum.
"Kalian pasti bisa. Dan ntar gue bagian Video Dokumenter. Dan masukin youtube, siapa tau pada suka."
"Bagus tuh! Okay. Semangat!" sahut Arga.
Lalu mereka latihan lagi dan sesekali menyanyikannya dengan lirik yang mereka hafal sedikit demi sedikit.
🎵Lirik_ A Little Braver - New Empire
"With December comes the glimmer on her face
And I get a bit nervous
I get a bit nervous now
In the twelve months on
I won't make friends with change
When everyone's perfect can we start over again?
The playgrounds they get rusty and your
Heart beats another ten thousand times before
I got the chance to say
I miss you
When it gets hard
I get a little stronger now
I get a little braver now
And when it gets dark
I get a little brighter now
I get a little wiser now
Before I give my heart away
Well we met each other at the house of runaways
I remember it perfectly
We were running on honesty
We moved together like a silver lock and key
But now that your lock has changed
I know I can't fit that way
The playgrounds they get rusty and your
Heart beats another ten thousand times before
I got the chance to say
I want you
When it gets hard
I get a little stronger now
I get a little braver now
And when it gets dark
I get a little brighter now
I get a little wiser now
Before I give my heart away
When it gets hard
I get a little stronger now
I get a little braver now
And when it gets dark
I get a little brighter now
I get a little wiser now
Before I give my heart away"
***
Setelah 2 jam mereka latian diruangan musik, akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat dan ke kantin.
"Ahh.. Gue laper banget" keluh Aaron.
"Sama borrr, cacing-cacing diperut curi semua nutrisi"
"Tak perlu takut!"
"Ada kantin sekolah" ucap Aaron dan Arga bersamaan, lalu tertawa ngakak karna iklan obat cacing.
"Kenapa temen gue, kagak ada yang waras sih." ucap Akasa.
"Yee! Kalo modelan yang waras ntar lo nya gak asik ka!" sahut Jordan.
"Noh, tumben otak lo pinter."
"******* lo!"
"Haha" mereka pun tertawa riang.
Sesampainya dikantin, ada segerombolan cewek yang tak lain adalah Miera the genk. Ia mendekati Akasa dengan menyenggol Geshia. Geshia berdengus kesal dan Keana menepuk bahu Geshia agar sabar.
"Ka! Lo tampil kan?" ucap Miera yang ngedusel ke arah Akasa.
"Gak!" ketus Akasa.
"Ah, Lo gak asik."
"Kalo gak asik, gak usah ngedusel gue. Risih, ****!"
"Kangen lo."
"Gue gak! Jijik!"
"Kok lo jahat sih."
"Bisa pergi gak?! Ini kursi bukan buat lo, sono!" ketus Akasa lalu memegang tangan Geshia dan menariknya.
"Lho ka!" ucap Geshia terkejut.
"Duduk! Ntar kursinya lumutan kalo gak lo dudukin dan malah didudukin setan." ucap Akasa tanpa memandang sedikit pun.
"******* lo ka!" teriak Miera lalu pergi dari pandangan Akasa.
Geshia pun membuang nafas berat. Lalu natap daftar menu.
"Lo pesen ini sama ini kan?" ucap Akasa dengan menunjuk tulisan yang ingin dipesan Geshia.
"Lo kok tau kalo gue mau pesen ini?"
"Biar gue pesenin." Akasa pun beranjak dari tempat duduk dan mesenin.
Tanpa sadar Arga, Aaron, Jordan dan Keana sedari tadi merhatiin dengan muka meme able yang ngeselin.
"Ah!" Geshia teriak, karna tampang mereka ber empat. "Kaget gue!" geshia ingin memukul mereka dengan sendok.
"Keknya ada apa-apa nih." ucap Aaron.
"Iyanih. Gue gak dikasih tau ya, huhu sedihnya." sahut Keana.
"Apasih." kesal Geshia.
"Iya! Ada apa-apa." sahut Akasa ketus.
"Eh, Serius Ka?!" ucap Arga.
"iya, kemarin abis dari cafe nya Jordan itu deh."
"Oh ya?" mereka bertiga memandang Jordan lalu Jordan mengingat-ingatnya.
"Oh, yang kemarin itu. Semalem dong." ucap Jordan.
"Ya. Itu kan gue sama Geshia mampir ke Lesehan pinggir jalan gitu. Lah itu kan kilat udah nyambar-nyambar gitu, Si Manja ini bilang ke gue kalo mau ujan dan gue jawab iya tau." Ujar Akasa melirik Geshia yang sedang menutupi wajahnya karna malu ketika mengingat kejadian itu, Akasa sedikit tersenyum.
"Trus ka?"
"Trus kan ujan nih.. Lah Geshia tiba-tiba lari ngibrit, anjirrr... Sedetik doang udah gak keliatan batang idungnya."
"What?! Lo masih takut ujan Ges?" ucap Keana dan yang lain hanya memincingkan matanya tak percaya. "Lanjut ka!"
"Padahal itu gue ngejar sih ya, cuma gue ngomong perdetik ke penjualnya buat bungkusin pesenan gak jadi makan disitu lah di manja ini udah gak keliatan. Lalu gue iseng nyariin di Market deket situ dan ternyata bener, Geshia di situ sembunyi paling belakang rak market dan nangis kejer anjirrr.. Gue panik, ya kalik anak orang sampe kayak gini." jelas Akasa.
"Serius lo panik?" sahut Arga.
"Hm. Trus gue anterin kerumah. Lah dia selama dijalan pegangan gue eret banget gak bisa slow, sampe sakit semua badan gue. Dan lagi, dia juga masih nangis dijalan sampe diliatin orang. Sampe rumah dia, untung kakaknya udah nungguin diluar lalu dia jelasin deh. Dan ya, makanya gue gak galak-galak amat sekarang sama si manja ini."
"Apasih!" Geshia memukul Akasa, dan blushh! muka Geshia merona.
"Ecieeee.... Akasa mulai luluh berarti." ujar Jordan.
"Gak, biasa aja." ketus Akasa.
"Udah ih, jangan dibahas lagi. Malu"
"Ngapain malu. Ini biar temen lo tau, dan bisa jagain lo pas ntar mau ujan gitu."
"Iya tau. Tapi yang di market jangan dibahas."
"Oh yang itu." Akasa terkekeh.
"Lah, emang ada kejadian lagi?" tanya Aaron kepo.
"Ada" ucap Akasa lalu Geshia mencubit lengan Akasa, "Ah, Sakit Ges!"
"Bodo! Dibilangin jangan kok."
"Ntar gue ceritain kalo lo kerumah." ucap Akasa seraya menggoda Geshia.
"AKASA!!! Lo tuh ya." Geshia memukul Akasa.
"Aww... Sakit eh, astaga!" Akasa tertawa ngakak.
Sedangkan disisi lain Miera the genk melihatnya sinis, tak suka dengan Geshia dan Akasa yang sedang bercanda riang.