
Hari ini mereka ber enam masih menikmati minuman dan makanan yang mereka pesan dan saling mengobrol satu sama lain, kecuali Akasa yang masih dengan perilaku kebiasaannya yang hanya suka jawab singkat, emang sih modelan cowok pelit omong.
Tiba-tiba Hp Geshia mendapati notice.
Ah, Mas Ganen nih -pikir Geshia.
Ternyata bukan. Yang ada adalah nomor tidak dikenal Unknown
"Hi, kakak ipar. Hehe"
Geshia pun berpikir sejenak dan melamun terdiam menatap layar handphone nya. Keana yang menyadari langsung membuyarkan lamunan Geshia.
"Heh! Lo ngapa ngelamun? Ntr kesambet tau rasa lo." ucap Keana yang menepuk bahu Geshia.
"Eh. Enggak. Gue gak ngelamun kok, ini nih. Gue tiba-tiba dapet notice dari nomor gak dikenal dan dia ngasih pesan (Hi, kakak ipar. hehe) gitu Ke." balas Geshia yang ber eskpresi takut.
Akasa yang mendengarkan kata Geshia langsung menatapnya lalu menyadari, baru saja ia kan memberi nomor Geshia ke adek perempuannya. Dengan cepat Akasa mengirim pesan ke Arletta.
Adek Laknat 😐
"Heh, bayi! Lo ngirim pesan apaan ke Geshia? Jangan macem-macem ya. Atau gak gue beliin oleh-oleh di jogja lo ya."
Setelah memberi pesan, dengan cepat Arletta membalas.
"Eh. Kakak ku yang Dingin. Apasih, gue cuman chat say hi kakak ipar gitu doang. Emang salah?"
"****! Kakak ipar?! Ya salah lah. Dia bukan siap-siapnya gue!"
"Ih.. Tapi gue, berharap dia jadi siap-siapanya lo gimana? Btw, dia cantik gak sih? Kepo nih."
"******* lo! Laknat bener sama kakak sendiri"
"Bodo! Gue mau kenalan dulu sama kakak ipar. Lo gak usah ngrusak! Bye"
"Woyy! yang bener aja! Arletta!"
"Arletta Ramatha Putri"
"Ta!"
"YaAllah Ta! bales setan!"
Akasa menyepam pesan ke adeknya. Disisi lain, Geshia membalas pesan dari seseorang yang tidak dikenal.
Unknown
"Ini siapa ya? Kok manggilnya kakak ipar?"
"Hehe. Maaf kak. Kenalin, nama aku Arletta Ramatha Putri. Panggil aja letta. Salam kenal kakak cantik."
Seketika Geshia mencerna nama itu, dan menyadari nama seseorang lalu menatap Akasa. Akasa yang sedang minum langsung menyadari Geshia sedang menatapnya.
"Apa liat-liat? Naksir?" celetuk Akasa yang meminum ice nya.
"Ih. Geer." kesal Geshia. "Ini lho. Yang ngasih pesan ke gue, kenapa namanya kek lo.. maksudnya ada Ramatha nya."
"Oh. Arletta Ramatha Putri?" balas Akasa santai. Geshia langsung membelalakkan kedua matanya lalu mengangguk. "Itu adek gue."
"Hah? What? Adek lo?" kaget Geshia.
"Masa depan gue, chat lo Ges?" sahut Arga girang.
"Masa depan pala lo soak." ketus Akasa.
"Ih.. Kakak ipar." rengek Arga.
"Apasih."
"J-jadi letta. Adek lo?" tanya Geshia memastikan, Akasa membalas dengan deheman.
"Dapet nomor gue dari siapa? Dan kenapa?" tanya Geshia lagi.
"Dari gue. Katanya pengen kenalan sama lo."
"Kok tau gue? Lo cerita ya sama adek lo tentang gue?"
"Dihh.. Gak lah. Ngapain gue nyeritain lo, gak guna." ketus Akasa.
"Ih. Kan gue tanya Ka. Nyebelin"
"Hm. Pokok nya tadi dia tanya, gue sama siapa aja. Dan dia kan udah kenal Keana lalu dia kepo sama lo"
"Oh gitu."
"Hm." Geshia mengangguk mengerti lalu tersenyum tipis. Dan melanjutkan membalas pesan dari adek Akasa. Yang kontaknya ia tulis Arletta Ramatha Cantik
"Salam kenal juga cantik. Oiya, udah tau nama kakak berarti ya?"
Tak menunggu waktu lama, Arletta membalas dengan cepat. Ctingg!
"Udah kak. Kakak Geshia Tynetha yang cantik jelita idamannya Kak Akasa Ramatha."
"Ihh apasih. Kenapa jadi idaman Akasa."
"Kak Akasa suka ceritain kakak lho. Katanya kakak gemesin, lucu, cantik, imut, manja gitu."
"Oh ya? Tapi kata dia engga nih?"
"Bohong tuh. Dia gengsi buat jujur, maklum cowok batu es mah gitu"
"Ha? Berarti Akasa emang sifatnya gitu ya?"
"Iya kak. Dari orok udah gitu. Tapi aku juga sih kak 11,12 sama kakak kalo sama lawan jenis. Hehe"
"Hm. Tapi, Letta gak galak kayak kak Akasa kan? "
"Dikit kak. Kalo sama sahabat sendiri galak normal kalo sama yang lain up normal. Yah pokoknya kalo kakak tau sikap kak Akasa ya itulah sikap Arletta hanya saja, hati kami sebenernya soft kok kak."
"Oh gitu. Letta pengen kakak beliin DreamCatcher? Kakak kemarin beli buat temen kakak. Kamu pengen warna apa?"
"Ihh mau. Warna cokelat aja kak. Kak jadi kakak aku ya,mau kan?"
"Iya mau. Tapi jangan bilang kakakmu ya. Dia galak, capek kakak ribut terus sama dia."
"Siap kakak ipar. Luv Yuu.. Arletta lanjut belajar dulu ya. Baik-baik sama kak Akasa dan semoga cepat dikasih kabar dating. Wkwkwk"
"Ih.. Apasih. Dasar"
"Gpp kalik kak. Biar Miera jauhin kak Akasa. Capek letta ribur sama mak lampir."
"Haha... Iya deh iya."
"Udah sana. Hp nya dimatikan, semangat."
"I love you letta cantik"
Geshia tanpa sadar senyum-senyum sendiri. Akasa juga sesekali melirik Geshia, entah Akasa berpikir bahwa adek perempuannya jelas ngomong yang tidak-tidak. Lalu Akasa pun bertanya.
"Lo masih chattan sama adek gue?"
"Udah enggak kok. Dia pamit belajar nih." ucap Geshja tersenyum.
"Oh."
Geshia melirik jam yang melingkar ditangan kirinya, Jam sudah menunjukkan pukul 15.30 .
"Eh.. Ga, Dan. Kalian tadi pamit ke guru kita suruh balik jam brp?" tanya Geshia.
"Enggak disuruh balik jam berapa yang tepatnya sebelum jam 5 kita udah kumpul di bus." sahut Arga
"Oh. Berarti kita balik ke penginapan jam 5?" tanya Geshia lagi.
"Yoi. Jam berapa sih sekarang emang?" tanya Arga.
"Jam setengah 4. Kita udahan yuk, lanjut jalan-jalan gitu." ajak Geshia. Mereka semua mengangguk kecuali Akasa yang hanya memutar bolamata dengan malasnya.
Mereka ber enam pun keluar dari Sturbucks. Tapi, tiba-tiba tepat di pinggir jalan malioboro ramai orang menonton, entah menonton apa dan itu membuat Geshia penasaran.
"Guys. Kesana yuk, Gue penasaran. Kenapa itu gerombol gitu orang-orang, liat apaan."
"Iya. Gue juga. Yuk Ges." ajak Keana.
"Yuk."
Keana dan Geshia berjalan mendahului empat cowok yang dibelakang mereka. Arga, Aaron,Akasa dan Jordan mengikuti mereka berdua dengan santai.
Saat sampai ditempatnya ternyata udah kelar dan terdapat alat musik disana, Geshia berpikir berarti baru saja mereka menampilkan nyanyian.
"Huh, kita telat. Udah kelar Ke. Kesel deh." gerutu Geshia.
"Yahh.." Keana pun juga.
Kakak yang membawa gitar dan Microfon berucap makasih telah menonton dan ia mencari 2 orang untuk bernyanyi didepan.
"Okay. Saya ingin menunjuk salah satu dari kalian untuk kedepan." ucap Kakak itu,
Pas banget saat kakak itu menyapu ke arah kami semua yang menonton, Akasa tiba-tiba nyelonong kedepan nyusul berdiri didekat Geshia dan Keana begitupun disusul Aaron, Arga, Jordan. Dan Kakak itu tersenyum lalu berucap.
"Ya, untuk Kakak yang Ganteng didepan saya ini yang memakai Kaos Putih dan Topi hitam bisa kedepan?" ucapnya.
Akasa bingung, lalu menunjuk pada dirinya sendiri dan Kakak yang didepan mengangguk. Namun, tiba-tiba Akasa langsung menggandeng Geshia.
"Lho eh.. Ka! Lo ngapain ngajak gue juga? Ih." Geshia mencoba melepas gandengan Akasa.
"Nah.. Pas banget, kakak juga langsung menggandeng pasangannya." ucap kakak itu.
"Kalo boleh saya tau, kenapa ya saya disuruh kedepan?" ucap Akasa datar.
"Ah. Saya ingin kalian nampilin nyanyian berdua, duet gitu disini. Mau ya?"
"Oh, baik." ucap Akasa, namun Geshia dengan spontan menjawab, "Tidak. Saya tidak bisa bernyanyi." ucapnya lalu menatap mata Akasa memelas.
"Lo bagian cewek, gue cowoknya." balas Akasa santai.
"Ah. Iyadeh." Geshia pasrah.
"Gimana?" tanya Kakak itu.
"Iya kak. Kita mau nyanyi Rewrite The Stars" Ucap Akasa.
"Okay. Beri tepuk tangan yang meriah." semua penonton tepuk tangan. Juga sesekali sorakan dari Keana dan Aaron, "Wohoooo... Akasa Geshia."
Disisi lain Arga tersenyum puas lalu mengabadikan moment tersebut dengan Cameranya.
📌Diharapkan sembari memutar music nya agar kerasa banget nyatanya. Thanks, Happy Read 👓
🎵Anne Marie & James Arthur _ Rewrite The Stars🎤
Akasa:
You know I want you
It's not a secret I try to hide
I know you want me
So don't keep saying our hands are tied
You claim it's not in the cards
Fate is pulling you miles away
And out of reach from me
But you're here in my heart
So who can stop me if I decide
That you're my destiny?
What if we rewrite the stars?
Say you were made to be mine
Nothing could keep us apart
You'd be the one I was meant to find
It's up to you, and it's up to me
No one can say what we get to be
So why don't we rewrite the stars?
Maybe the world could be ours
Tonight
Geshia:
You think it's easy
You think I don't want to run to you
But there are mountains
And there are doors that we can't walk through
I know you're wondering why
Because we're able to be
Just you and me
Within these walls
But when we go outside
You're going to wake up and see that it was hopeless after all
No one can rewrite the stars
How can you say you'll be mine?
Everything keeps us apart
And I'm not the one you were meant to find
It's not up to you
It's not up to me
When everyone tells us what we can be
How can we rewrite the stars?
Say that the world can be ours
Tonight
Akasa-Geshia:
All I want is to fly with you
All I want is to fall with you
So just give me all of you
It feels impossible (it's not impossible)
Is it impossible?
Say that it's possible
How do we rewrite the stars?
Say you were made to be mine?
Nothing can keep us apart
'Cause you are the one I was meant to find
It's up to you
And it's up to me
No one can say what we get to be
And why don't we rewrite the stars?
Changing the world to be ours
Geshia:
You know I want you
It's not a secret I try to hide
But I can't have you
We're bound to break and my hands are tied
-Song End-
"Terimakasih." ucap Geshia dan Akasa bersamaan, Lalu tepuk tangan mengisi jalanan itu juga sorakan ke empat sahabat mereka mengisi sekitaran situ. Geshia dan Akasa saling pandang dan melempar senyum.
Thanks Ka -batin Geshia.
Thanks Ges -batin Akasa.
"Terimakasih untuk kalian berdua karna sudah menghibur kami dengan suara indah kalian." ucap Kakak itu lalu bersalaman dengan Geshia dan Akasa.
***
"Wohh.. Lo berdua tadi keren abis." ucap Aaron tercengang.
"Makasih."
"Terutama Akasa. Borr, ini kali pertama lo didepan orang banyak dan nunjukin suara bagus lo. Bangga gue sama lo." ucap Aaron sembari memeluk Akasa.
"Thanks ron."
"Moment banget ya kita disini." ucap Arga tiba-tiba.
"Hm. Bener" sahut Keana.
"Iya... Tanpa sadar selama disin kita ber enam terus."
"Iyaya. Besok pagi kita juga udah balik ke Bandung aja" ucap Jordan sedih.
"Hm. Iyaa.. Padahal gue masih pengen disini lama-lama, ah ga mau pulang!" sahut Geshia dan mulai ngrengek.
"Kambuh!." celetuk Akasa.
"Apasih." Geshia cemberut. Diam-diam Akasa melukis senyuman tipis.
Hari ini adalah moment berharga untuk Akasa karna kapan lagi ia membuat moment penting dengan teman-temannya apalagi dengan makhluk yang sering bikin dirinya naik darah yaitu Geshia Tynetha.