I WANT U To KNOW

I WANT U To KNOW
Care tapi Galak



Mengungkapkan dan menuturkan perkataan itu perkara mudah,


hanya saja yang membuat rumit adalah gengsi itu sendiri.


-I Want To You Know-


🍃


"Yuhuu.. Akhirnya kita makan!" Seru Geshia sembari mengelus perutnya yang sedari tadi sudah keroncongan. Memang jam sudah menunjukkan pukul 20.00 dan juga energi dalam tubuh terkuras habis karna berkeliling ke berbagai tempat wisata sejarah jogja. Tentu saja itu membuat mereka semua kelaparan.


Geshia dengan cekatan mengambil nasi, gudeg jogja, sambel goreng krecek, dan makanan khas jogja lainnya. Tapi, Geshia hanya mengambil Gudeg, Sambel goreng krecek dan krupuk saja. Semuanha terasa nikmat apalagi dengan suguhan Es buah, Es teh, dan Es lainnya. Ini semua dan lelah nya terbayar dengan makanan yang lezat ini, ia merasa tak sia-sia mengikuti Study Tour ini. Benar-benar menyenangkan dan diluar ekspektasi dirinya.


Apakah kalian tau, kenapa Geshia seneng banget ke Jogja dan seperti kegirangan sewaktu tau ada acara Study ini? Alasannya karna ada Akasa. Itu alasan yang sebenernya membuatnya berani jauh dari kakaknya yaitu Ganendra. Sungguh, Geshia benar-benar menyukai Akasa. Ia tak ambil pusing untuk mengucap kata Ganteng, I love You, jangan jauh dari gue kepada Akasa. Dan seperti hal mudah bagi Geshia mengucapkan itu tanpa malu, Geshia sangat mengangumi Akasa dalam hal Akademik juga Caring nya yang diam-diam kepada dirinya.


"Uhukkk" Geshia tersedak, lalu ia mencari air minum. Dan Keana langsung menyodorkannya.


"Kampret. Sambek gorengnya, pedes banget. Pedesnya nusuk ke leher." Geshia mengutuk. "Ah, keknya gue bakalan sakit perut nih. Perut gue udah semlilit."


"Ck! Udah tau namanya sambel. Dan lo tau kan, itu cabe semua dan warnanya apa? Ya jelas pedeslah. Aneh lo." kesal Akasa yang duduk bersebelahan dengan Geshia. "Lo **** tapi kebangetan ya Ges."


Geshia meletakkan gelas minumnya dan menggerutu kesal dengan tingkah Akasa kepadanya. Pas banget, memang hari ini adalah hari Geshia lagi dapet (datang bulan) dan kalian pasti tau, mood bakalan naik turun. Trus yang paling ngeselin udah tau Geshia lagi dapet, ia harus berurusan orang menyebalkan seperti Akasa, itu bener-bener membuat Geshia naik pitam.


Geshia masih melanjutkan makannya dengan ekspresi kepedesan, disisi lain Akasa makan sembari melirik Geshia.


"Mending gak usah diterusin kalo lo gak kuat pedes. Kasian tuh perut." kata Akasa dengan nada halus. "Mending makan gudeg nya aja kan itu manis juga buat netralin pedes lo."


"Tapi ini kreceknya enak Ka." balas Geshia memelas.


"Serah lo. Ntar kalo sakit, gak usah ngrengek. Apalagi cari-cari gue." ketus nya.


"Jahat," gerutu Geshia cemberut.


"Lagian lo batu banget di bilangin. Dibilang jangan diterusin malah nerusin. Kalo lo ntar perut lo bermasalah jangan salahin guru-guru, gue udah ingetin lo." Akasa berucap sembari mengernyitkan dahinya menatap Geshia yang masih memilah dan memilih.


"Iyadeh iya. Gue gak lanjutin, gue mau makan gudegnya aja sama krupuk." Ucap Geshia cemberut seperti anak kecil, "Ambilin Teh manis, ka"


"Anget apa dingin?" tanya Akasa.


"Anget aja."


"Nih. Pelan-pelan minumnya." kata Akasa lembut menyodorkan Teh Hangat.


Disisi lain, Arga and the genk yang sedari tadi diem dan hanya diam-diam memperhatikan gelagat dua makhluk recoh ini yang menurut mereka mulai akrab dan akur membuat mereka ber empat saling menukar pandang dan cengar-cengir menahan tawa. Memang sih, sejak awal Akasa dan Geshia ribut terus. Arga itu pengen banget jomblangin keduanya agar akrab tapi tak pernah berjalan dengan mulus. Tapi, sekarang Arga bisa lihat tanpa ia tuntun pun, lambat laun Akasa pasti bakalan luluh dengan Geshia.


***


Sekarang adalah hari kedua di Jogjakarta. Kini tujuannya adalah ke Malioboro lagi. Geshia sangat senang, karna memang kemarin ia belum menyelesaikan jalan-jalan dan bermain di malioboro karna memang hanya setengah jam di malioboro.


"Akhirnya, balik lagi kesini." seru Geshia.


"Seneng amat sih." cetus Akasa.


"Ye.. Iri aja lo." ucap Geshia menjelurkan lidahnya.


Akasa dan yang lain selalu berada disekitaran Geshia dan gak pernah jauh dari Geshia, bisa diibaratkan sedang menjaga bayi mereka. Contohnya seperti tadi, gak hanya tadi tapi setiap jalan Geshia selalu merengek meminta ini itu kepada Akasa dan juga yang lainnya apalagi dengan Arga yang seperti kakaknya sendiri. Tak disangka, Akasa juga yang lainnya hanya menurut apa yang diinginkan Geshia karna dia terus mengancam sesuatu hal yang bakal bikin mereka menyesal jika tak mau menuruti mereka. Dengan terpaksa mengabulkan keinginan Geshia. Ya jujur dari mereka berlima, Geshia sendiri yang bulan nya paling akhir juga ultah juga umurnya paling lama dari Akasa, Jordan, Arga, Aaron dan Keana. Tak heran jika Geshia dipanggil bontot oleh Mereka yang awalnya hanya Keana namun semuanya ikutan.


Pertama, Jordan lahir tanggal 2 Maret 2000.


Kedua, Akasa lahir tanggal 23 Mei 2000.


Ketiga, Arga lahir tanggal 13 September 2000.


Keempat, Aaron lahir tanggal 16 September 2000. (Bulannya sama dengan Arga, tak heran kelakuan kadang sama dan suka berantem)


Kelima, Keana lahir tanggal 5 oktober 2000.


Dan yang terakhir si bontot kesayangan mereka berlima yaitu Geshia, lahir tanggal 23 november 2000. Paling manja, suka ngrengek, lucu, cantik, ****, dan masih banyak lagi.


"Jam berapa sekarang?" tanya Geshia sembari mengusap keringat yang mengalir dipelipisnya. Wajahnya udah kusam, matanya udah lelah namun aura kecantikan Geshia ketika berkeringat makin keliatan.


Aaron pun melirik jam tangan hitam yang ia pakai, "Jam 12 an nih. Kenapa?"


"Ah. Pantesan, panasnya udah sampe ke ubun-ubun nih." Geshia pun menatap langit yang ternyata matahari udah diatas kepalanya.


Geshia pun tersenyum cringe dan nyengir gak jelas sembari memutar badannya juga matanya menyapu seisi jalan Malioboro, entah apa yang ia cari tapi ketika menemukannya, ia sontak sangat senang. "Yuk ke Starbucks." ucap Geshia menunjuk ke tempatnya. "Gue mau ke Sturbacks." rengek Geshia lagi.


"Kalo mau kesana. Ijin ke guru dulu, ntar gak susah mereka nyarinya." sahut Akasa.


"Kelamaan. Ayuk Ke, Ron, Dan, Ga." ajak Geshia tak memperdulikan ucapan Akasa.


"Lo mau nyusahin orang lain lagi ya?! Heran gue." ketus Akasa.


"Ya enggaklah. Huh." dengus Geshia.


"Udah ah. Mending kalian kesana duluan, biar gue sama Jordan yang ijin keguru." tutur Arga yang tak mau melihat keributan lagi.


"Okedeh. Makasih Arga ganteng." seru Geshia, Arga mengangguk dan tersenyum.


Akhirnya pun, Geshia menggandeng Keana menuju ke Starbucks dan diikuti oleh Akasa juga Aaron dibelakang mereka. Sesampai ditempatnya..


"Selamat siang kak. Mau pesan apa?" tanya mas pelayan.


"Siang mas. Iya mas, saya liat dulu." balas Geshia tersenyum manis.


"Lo mau pesen apa Ke? Gue yang traktir." ucap Geshia dan membuat Keana kaget juga tersenyum manja.


"Bentar. Sini, gue mau milih." kata Keana. "Oh, ini aja. Peppermint Mocha, Ges." Geshia mengangguk.


"Lo Ga, Ka. Mau pesen apa?" tanya Geshia memutas badannya kebelakang.


"Gue pesen, Cake Batter Frappuccino, Ges." Geshia mengangguk lagi.


"Lo ka?" Mata Geshia menatap Akasa lembut. Dan tersenyum manis.


"Ferrero Rocher Frappuccino, Ges."


"Ah. Oke."


Geshia berbalik memanggil mas pelayan.


"Mas saya pesen. Peppermint Mocha nya satu, Cake Batter Frappuccino nya satu, Ferrero Rocher Frappuccino nya satu, trus sama Banana Split Frappuccino nya satu. Tambah Cake Chocolate Dark nya dua ya mas." Geshia menyodorkan Kartu debitnya untuk pembayaran lalu mendapatkan nota.


"Mas diantar dimeja itu ya. Oiya, nanti ada dua teman saya cowok atas nama Arga dan Jordan tolong tolak saja pembayarannya dan bilang yang bayar saya ya mas. Nanti setelah mereka pesan, saya minta nota yang mereka pesan ya mas."


"Baik kak. Pesanannya bisa ditunggu ya kak."


"Oke mas. Terimakasih."


Geshia pun berjalan kemeja yang sudah ditempati oleh Keana, Aaron dan Akasa.


"Lama bener sih duo kunyuk itu." ucap Aaron.


"Palingan lagi boker." celetuk Akasa.


"Ngarang lo, ****!" kesal Aaron.


Selang beberapa menit, akhirnya mereka datang sembari melempar senyum. "Noh dateng yang diomongin." ucap Keana.


*Arga dan Jordan POV


"Selamat siang kak. Mau pesan apa?" ucap mas mas pelayan lagi yang bersama Geshia tadi.


"Siang juga mas. Bentar ya mas." ucap Arga tersenyum.


"Lo pesen apa nyet?" tanya Arga ke Jordan.


"Ah. Gue pesen ini aja, Key Lime Pie Frappuccino." kata Jordan.


"Gue, ini ajadeh."


"Mas. Key Line Pie Frappuccino nya satu, Butterbeer Frappuccino nya satu. Trus tambah Scarlet Velvet cake dan Avocado medley cake satu semua mas."


"Oleh siapa mas?" tiba-tiba Geshia udah disebelah Arga menyodorka. kartu debitnya.


"Gue ga."


"Wutt? Seriously?" tanya Arga.


"Ditraktir kita nih?" sahut Jordan.


"Iya."


"Wahhh... Tengkyuu Geshia, lo emang yang paling terbaik deh."


"Hm. Bisa aja lo." Geshia menerima Kartunya kembali dan tersenyum ke mas pelayan.


***


"Lo ngapain aja sih, ijin guru lama amat?" tanya Aaron ke Arga.


"Biasa. Ada yang nyariin Akasa dan pengen ngikut kesini." balas Arga sembari memainkan ponselnya. Akasa menatap Arga tak mengerti.


"Maksud lo?" tanya Akasa.


"Noh, si Miera. Gue kaget, dia nyusul kesini njirrr.."


"Ha?" Keana kaget.


"Ehe.. Slow aja kalik mbak." balas Geshia.


Geshia menatap Akasa, Akasa hanya terlihat murung dan diam kaku.


"Lo gak pa-pa ka?" tiba-tiba pertanyaan muncul dibibir Geshia, memang Geshia memeperhatikannya sedari tadi. Akasa hanya menjawab dengan deheman.


Tak lama, pesenan mereka datang. Yang mengantar adalah mas pelayan yang tadi juga.


"Makasih mas." ucap Geshia tersenyum manis.


"Ah.. K-kak." ucap Pelayan itu. Geshia menoleh, "Iya mas. Kenapa?"


"B-boleh saya minta foto bareng kakak?"


"Hm. Iya, boleh." Geshia tersenyum manis. Lalu mas pelayan menyodorkan hp dan di raih oleh Keana untuk memfoto mereka berdua.


"Terimakasih kak. Alasan saya meminta foto karna Kakak ramah, cantik, manis. Selama saya jadi pelayan disini, gak ada yang kayak kakak. Semuanya judes." tuturnya.


"Aduh.. Mas nya bisa aja."


"Hehe. Sekali lagi terimakasih. Selamat menikmati" ucap Mas pelayan lalu pergi.


"Duhh... Kalo diliat-liat emang iya sih, Lo cantik Ges." tutur Keana tiba-tiba.


"Apasih. B aja kalik."


"B. Buluk." celetuk Akasa.


"Apasih." sahut Geshia santai karna memang moodnya sedang baik.


"Kira-kira.. Akasa bakalan luluh gak ya?" ucap Jordan tiba-tiba dan membuat semua mata memandangnya. "Kenapa?"


"Maksud lo dan?" tanya Akasa.


"Tidak apa-apa." jawab Jordan sembari memakan cake nya.


"Kampret lu!" kesal Akasa.


Geshia hanya terkekeh pelan melihat tingkah teman-teman lalu mengukir senyuman dibibir manisnya itu.


Lalu Arga memegang Camera dan diam-diam memotret Geshia dan Akasa juga Keana dan Aaron. Tapi lebih ke fokus Geshia Akasa.


"Ka. Foto yuk." ajak Geshia.


"Engga."


"Kenapa ih?"


"Lo, Buluk." ucap Akasa terkekeh pelan.


"Ih.. Namanya aja tadi panas-panasan. Ga pa-pa ih. Ayo ka." rengek Geshia.


"Iyain gak nih?" tanya Akasa melirik ke Arga. "Iyain aja. Kan bayi kita kesayangan kita."


"Ha?" Geshia melongo. Mereka berlima tertawa begitupun juga Akasa.


Tiba-tiba ponsel Akasa berdenting. Tertera Nama pada layar ponsel Akasa yaitu Adek Laknat 💕


"Siapa ka?" tanya Aaron. Geshia pun melirik Akasa, pikirannya udah kemana-mana.


"Biasa, Pengrecoh." balas Akasa.


"Oh. Jodoh gue ya?" sahut Arga.


"Jodoh pantat lo! Gue ogah, punya adek ipar kek lo."


"Ih. Bang Akasa."


"Apasih, Jiji gue. Bentar, Gue mau jawab pesannya."


📩 Adek Laknat 💕


"Kakak! Kapan pulang? Beliin oleh-oleh dari Jogja, yaya...."


"Ogah!"


"Ih! Kok gitu. Kak.. Arletta mau DreamCarcher yang warnanya Pink."


"Gak punya uang."


"Kakak gituan. Tau ah. Oiya kak, kalo kakak tau. Kemarin, si Mak Lampir kerumah."


"Ha? Siapa?"


"Tuh, mantan you. Nyariin lo kak."


"Ha? Trus gimana?"


"Gak. Gimana-gimana sih. Cuman aku jawab kalo kakak lagi kencan sama Kak Geshia di Jogja. Wkwkwk"


"Oh. Pantesan, tuh makhluk nyusulin kesini"


"What? Seriusan kak? Gila tuh orang."


"Banget. Kesel gue dek."


"Iya kak. Hamba memahami"


"****! Haha"


"Bacot!"


"Tau ah. Pokoknya beliin. Oiya minta nomornya kak Geshia."


"Buat apa? Gak usah aneh-aneh lo."


"Enggak. Cepet gih. Ah"


"[Send contact Geshia Tynetha]"


"Okay. Tengkyu kakakku yang paling Dingin."


"Hm"