
Hal terbaik dalam hidupmu adalah..
Ketika kau menemukan seseorang
yang tahu akan segalanya tentang
kekurangan dan kelemahanmu
Namun,
Ia masih berpikir bahwa kau luar biasa.
-I Want To You Know-
🍃
JOGJA. Kota Yogyakarta adalah kediaman bagi Sultan Hamengkubuwana dan Adipati Paku Alam. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan kota terbesar keempat di wilayah Pulau Jawa bagian selatan menurut jumlah penduduk. Kota Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota RI pada tahun 1946.
Selain itu, Jogja juga memiliki tempat pariwisata yang sangat diminati oleh turis mancanegara seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, Malioboro, Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Air Terjun Kaliurang, Monumen Jogja Kembali, Kebun Binatang Gembira loka, Museum Keraton Yogyakarta, dan masih banyak lagi.
Setelah mereka sampai ditempat penginapan, semua siswa menaruh barang-barang ditempat penginapan tersebut lalu peserta akan melanjutkan perjalanan mereka mengelilingi tempat-tempat menarik yang biasa menjadi tujuan turis ketika ke Jogja,sekaligus belajar sejarah tentang Yogyakarta dan Keraton.
Pertama ia menuju ke Museum Keraton Yogyakarta. Ditempat ini banyak mengangkut sejarah tentang Jogja, kebudayaan dan tata krama apa saja yang harus dilakukan dikeraton. Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.
Letaknya di Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Disana mereka tidak hanya disuguhi cerita sejarah namun juga diperbolehkan untuk bermain gamelan yang secara etnis diajari oleh pakar gamelan.
Candi Borobudur adalah tujuan kedua pariwisata setelah ke Kraton Yogyakarta. Kenapa ke candi? Padahal kan tinggal beberapa kilo udah sampai Malioboro. Hm, karena... Mereka untuk awal diberi masukan pembelajaran tentang sejarah lalu yang terakhir adalah liburan, have fun di Malioboro. Jarak menuju ke Candi Borobudur adalah 41,8 km menempuh waktu sekitar 1 jam 9 menit melewati Jl. Nanggulan Mendut.
Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak Borobudur,Magelang,Jawa Tengah. Candi ini terletak kurang lebih 100km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.
Lokasi letaknya di Jl. Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Kec. Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Perjalanan ketiga pun langsung menuju ke Monumen Jogja Kembali. Merupakan sebuah museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang ada di kota Yogyakarta dan dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Museum yang berada di bagian utara kota ini banyak dikunjungi oleh para pelajar dalam acara darmawisata. Museum Monumen dengan bentuk kerucut ini terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. Pada rana pintu masuk dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Dalam 4 ruang museum di lantai 1 terdapat benda-benda koleksi: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Tandu dan dokar (kereta kuda) yang pernah dipergunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman juga disimpan di sini (di ruang museum nomor 2). Monumen Jogja kembali beralamat Di jalan raya Ring road Utara Sleman Yogyakarta.
Juga Koleksi unggulan Museum Yogya Kembali adalah sebagai berikut:
Replika pakaian militer, berbagai jenis pakaian tentara, polisi istimewa, gerilyawan, tentara pelajar, heiho, laskar wilayah, pakaian cadet Vaadright sebelum bersatu menjadi Tentara Nasional Indonesia.
Senjata api genggam, berbagai jenis senjata api hasil rampasan yang diperoleh dari para serdadu Belanda ketika masa perang kemerdekaan.
Diorama Soeharto, diorama ini menampilkan situasi ketika Soeharto merencanakan taktik penyerangan Serangan Umum 1 Maret.
Tandu Jenderal Soedirman, tandu yang dipakai oleh Jenderal Soedirman ketika bergerilya melawan Belanda di Yogya, Madiun, sampai Kediri.
Dan yang terakhir adalah MALIOBORO. Tempat yang sangat ditunggu-tunggu oleh Geshia juga Arga apalagi yang lain. Semua nya berdecak senang menantikan moment bahagia di Malioboro, entah Geshia ingin sekali membuat dokumenter video di Malioboro. Dan sangat ingin diam-diam mem video Akasa. Malioboro adalah jantung Kota Jogja. Di Jalan Maliobodo juga Terdapat beberapa objek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.
(Gambar Object yang Geshia lihat dan hasil potretan Akasa memakai camera Geshia)
Dan tidak terasa hari pun mulai sore. Memang sih pulang dari Borobudur jam 4 lebih dan di Monumen sejam lalu ke Malioboro pas Senja muncul itulah moment yang paling Geshia senangi. Geshia tak. luput dari Camera nya, ia membawa dua camera yang satu untuk Video dan yang satunya untuk Foto. Keana, Akasa, Aaron, Jordan dan Arga juga membawa camera masing-masing.
"Ke.. Fotoin gue." teriak Geshia yang masih asik membuat video dokumenter dan sesekali memotret object yang menurutnya bagus.
"Okay." balas Keana lalu memotretnya.
Keana mendekati Geshia memberi tahu hasil memotret Geshia baru saja.
"Noh, cantik bet lo" menyodorkan camera.
"Wehe... Feed nya ga bisa boong."
"Gantian skuy," ucap Geshia. "Sana atur posisi."
Keana pun menurut, lalu Cekrekk!
"YaAllah, cantik banget sih milik Aaron ini." ucap Geshia menyodorkan camera.
"Apaan sih." pukul Keana yang pipinya merona.
"Eh. Gue mau dong, fotoin bareng Keana." ucap Aaron yang tiba-tiba dibelakang Geshia dan Keanan.
"Okay. Atur posisi."
Mereka berdua pun mengatur posisi.
"Bangsaaaaat!" pekik Geshia.
"Kenapa woyyy!"
"Noh liat. Bagus! Gue pengen," ucap Geshia sedetik melirik Akasa yang tak jauh darinya bersama Arga dan Jordan.
"Oh. Bentar," ucap Aaron, lalu berjalan menghampiri Akasa.
"Ka!" panggilnya.
"Hm. Apaan?"
"Foto gih, berdua sama Geshia." suruh Aaron.
"Ogah. Ngapain?" ketusnya.
"Ga pa-pa sih. Geshia cuman pengen foto bareng lo berdua." Respon Akasa mengangkat satu alisnya lalu entah kenapa dia nurut.
"Yuk." ucap Akasa tiba-tiba disamping Geshia. Geshia hanya cengo. "Yuk. kemana?"
"Katanya lo mau foto sama gue? buruan." ucapnya. "Kata siapa?" tanya Geshia lagi.
"Aaron." Geshia langsung mengalihkan pandangannya ke Aaron menatapnya kesal sedangkan Aaron terkekeh pelan.
"Jadi gak?" cetus Akasa. "Eh iya. J-jadi kok."
Geshia menyodorkan camera dokumenter yang baru saja memang sengaja memvideo Akasa sewaktu berjalan menghampirinya lalu menyerahkan ke Aaron untuk mengambil video dirinya selagi berfoto dengan Akasa. Untung Aaron langsung peka, jadi ia langsung meraihnya.
"Oke. Posisi." ucap Keana. Awalnya posisi biasa saja, namun ketika Keana berucap pada nomor 3 tiba-tiba Akasa mendekatkan wajahnya ke Geshia hanya beberapa Centi dan membuat Geshia kaget juga sudah berbunyi Cekrekk!
"Bangsaaatt! Anying, Akasa!" pekik Keana lalu terkekeh. "Lo emang sengaja atau ngambil kesempatan, ****." lanjut Keana.
Ctakk! (Menjitak dahi Keana)
"Sakit Setan!"
"Lo bacot! Kesel gue."
"Mana ih liat, ke." ucap Geshia tak sabar. Namun, jantungnya benar-benar sudah diluar kendali.
"Nih." menyodorkan camera.
"G-gue kaget ini. K-kenapa tiba-tiba sih..." ucap Geshia terbata lalu menatap Akasa. Namun, Akasa hanya terdiam.
"Jawab ih. Kok lo diem aja."lanjut Geshia.
"Udah puas kan foto bareng gue?" tanya Akasa.
"U-udah."
"Oke." Akasa pun beralih mendekat ke arah Arga. Memang Arga tak banyak bicara karna ia asik mengambil object foto. Akasa pun sesekali mengambil object foto juga dan ia diam-diam memotret Geshia saat Senja menepis di wajah cantik Geshia. Terukir senyuman tipis diwajah Akasa.
"Capek, ya." Geshia sesekali mengusap wajahnya karna keringat dan wajahnya memang sudah kusam. "Tapi seru banget. Gue pengen beli DreamCatcher deh. Kembaran yuk, Ke." ajak Geshia kepada Keana.
"Yuk." Mereka berdua bergandengan. Tak lupa, Arga memotret moment Geshia dan Keana. Karna Arga hobby mengambil Foto Candid, daripada memfoto siap.
"Wahh bagus. Gue mau yang cokelat nih, gimana?"
"Iya deh.. Nih item juga bagus, buat si Akasa." ucap Keana tiba-tiba sembari meilirik Geshia. Geshia menyernyit.
"Ngapa malah Akasa sih?"
"Ya siapa tau lo mau beliin." ucap Keana.
"Gue beliin semua aja. Kalo gue belinya satu, yang ada si Batu Es bakalan nolak."
"Jadi, gue dibeliin nih?" Geshia mengangguk.
"Uhh.. Emang sahabat terbaik gue"
"Kalo gini dibaikin, kalo pas lagi gak anu di dinginin. Bangke lo!"
"Haha"
Akhirnya pun Geshia memborong DreamCatcher. Lalu ia berikan ke teman-temannya.
"Hei kalian." panggil Geshia. Mereka ber empat pun menoleh.
"Nih buat Arga." ucap Geshia.
"Wah thanks cantik." balas Arga sembari mentengin DreamCatcher tersebut.
"Nih buat Aaron."
"Thanks girl."
"Nih buat Jordan."
"Wah.. Thanks bontot."
"And the last for you, ka." ucapannya berbeda dari ketiga cowok disebelah Akasa dan membuat mereka mengalihkan pandangannya kepada Geshia yang sedang berdiri dihadapan Akasa.
"Ogah. Kayak cewek aja." ucap Akasa.
"Gue gak nerima penolakan. Nih," Geshia meraih tangan Akasa dan memberinya DreamCatcher. Geshia tersenyum manis dan lagi-lagi membuat Jantung Akasa bergendam ria.
"Gak adil lo Ges." dercak Arga.
"Ha?"
"Giliran Ke Akasa aja bahasanya alus banget "And the last for you, ka" . Giliran kekita bertiga, "Nih buat Arga, Jordan, Aaron. Gam adil lo, huhu" rengek Arga ber ekspresi sedih.
"Lebay lo, ****!" ketus Akasa.
"Duh.. Ada yang gak terima nih." sahut Keana.
"Bacot!" balas Akasa. "Btw, thanks Ges."
"Iya. Disimpan baik-baik ya." ucap Geshia sembari tersenyum manis ke Akasa. Tak lupa, Arga sesekali memang mengambil moment Akasa dan Geshia.
"Ih.. Gue mau main disini. Ayukkkk" teriak Geshia tiba-tiba membuyarkan semuanya.
"Bentar lagi udah mau balik ke hotel, Geshia." ujar Akasa penuh sabar menatap Geshia yang memang have fun banget hari ini.
"Tapi... Gue pengen main. Gue belum puas. Ayok ihhh, mintak waktu aja. Gak mau balik ke hotel." rengek Geshia.
"Ges. Sekali lagi lo ngrengek, kita bakal ninggalin lo disini sendiri. Mau lo?!"
"Jahat ih." dengus Geshia. "Emang tega ninggal Princess Geshia disini?" Akasa hanya diam dan memutar kedua bola matanya dengan malas melihat tingkah Geshia. Ia pun meninggalkan Geshia yang mencak-mencak dan berjalan ke arah gerombolan Jordan serta siswa lainnya.
Geshia pun akhirnya pasrah. Ia pun bersama Keana menyusul Akasa dan Aaron ke arah gerombolan. Ternyata, disana mereka semua dan guru-guru memang sudah siap untuk menuju ke hotel sedangkan Geshia hanya cemberut karna ia masih ingin bermain-main di Malioboro. Geshia dan ke lima temannya juga siswa lainnya naik kedalam Bus Pariwisata tersebut juga bersiap meninggalkan Malioboro pada jam yanh sudah menunjukkan pukul 20.00 .