I WANT U To KNOW

I WANT U To KNOW
Story Of My Life



Jangan terlalu memikirkan sesuatu,


Tentang apa yang menyakitkanmu


🍂


-I Want To You Know-


Sesampainya dirumah Akasa, ia pun turun dan juga Geshia turun untuk pindah duduk kedepan.


"Bang, Thanks udah nganter." ucap Akasa sebelum turun.


"Okay, Sans Ka. Thanks back karna udah jagain Geshia selama di sana." Akasa hanya berdehem. Ganendra menggeleng samar tak heran anak sekarang kelakuan diluar nalar.


Akasa langsung berjalan ke pintu gerbangnya tanpa melihat ke arah Geshia yang padahal sedari tadi memanggilnya. "Ka! Akasa Ramatha!"


Akasa masih tak menoleh dan menggubris sedikit pun dan itu membuat Geshia kesal. "Tau ah, ngeselin. Setan!" Geshia mengumpat sembari memasuki mobil.


Mas Ganendra menyadari tingkah Geshia. "Kenapa lagi dek?"


"Tau ah. Males aku mas."


"Hm. Udah makan?"


"Belum. Laper, mampir ke mekdi ya?"


"Iyadeh. Emang gak capek?"


"Enggak. Demi mood dan perutku, capek terkalahkan."


"Yadeh ya." Mas Ganen mengelus kepala Geshia.


***


"Huwaaa... Alhamdulillah kenyang mas." riang Geshia.


"Kamu makannya tadi kayak orang gak makan dua hari sih dek? astaga." Mas Ganendra menggeleng samar. Geshia cengengesan.


"Yaudah yuk turun. Kamu langsung mandi, trus istirahat dan jangan lupa sholatnya." ucap Ganendra.


"Siap pak boss".


Ternyata dirumah sudah ada Mama dan Papa sedang mengobrol di ruang tamu, Geshia masuk dan salim kepada kedua orang tuanya dan menaiki tangga karna kamarnya dilantai 2.


Sebelum mandi, ia melemparkan badan mungilnya ke atas ranjang lalu meraih handphone ber case pink soft imut miliknya. Ya, terpampang foto Akasa yang ia foto diam-diam selama di Jogja. Geshia memperhatikan dan reflek teriak.


"Dek, kenapa dek? Kenapa teriak?" Ganendra menggedor pintu Geshia.


"Ah. Mas, Ga kenapa. Geshia kaget tadi."


"Oh. Kirain..."


"Hehe."


Lalu Geshia menatap lagi foto Akasa dan blush! membuat pipinya memerah.


"Ah, Sial. Kenapa foto lo berhasil bikin gue jantungan sih?" gumam Geshia sembari menutup wajahnya dengan bantal.


"Tau ah, Gue mandi aja."


Namun, tiba-tiba ada notice Ctingg!!


Geshia menoleh ke sumber suara itu lalu memiringkan kepalanya, "Notice twitter. Apanih?" ia meraih ponselnya dan...



"Nih orang kesambet apasih?" ucap Geshia heran dengan tweet Akasa.


"Ini juga, Keana sama Arga ngapain nge tag gue. Sialan." gerutu Geshia. "Tau ah. Gue mandi dulu, daritadi gak jadi muluk."


*Akasa POV


Akasa masih mentengin layar ponselnya, berpikir dan berpikir juga membaca berulang kali balasan twetter miliknya dari Geshia. "Ini bontot peka gak sih?" gumamnya.


Kini Akasa beralih ke grup chat miliknya bersama Aaron, Arga, Jordan dan Keana. So minus Geshia karna digrup tersebut kebanyakan bahas cewek, Geshia dan pelajaran pun ketika mereka butuh doang ke Akasa dan Aaron si Juara 1 dan 2 kelas XI Mipa 2.


Ambyarr Squad


"Sialan lo pada! Keluar lo, Arga Keana. ******* anjeng!"


Arga: "Hadir, kenapa sayang?"


"Sayang pala lo peyang. Mana Keana?"


Keana: "Hadir, Napasih batu? Marah-marah muluk kerjaan lo."


"Bangke lo berdua! bener-bener ya. Comment dilapak orang asal tag segala. Malu gue *******! Anjeng lo."


Keana: "Tag? Geshia? Oallah, punya malu lo? Yaelaa.. Gak usah nge gas kalik ka!"


Arga: "Gaya lo ka. Seneng kan? walaupun Geshia gak peka. Haha"


"Tau. Serah lo berdua."


Arga: "Lah marah. Ka, jangan marah lah."


Keana: "Tau nih. Syukur-syukur gue bantuin. Lo lupa? Gue sahabatnya Geshia tau."


"Ya. Serah lo."


Arga: "Ih Akasa gak asik. Btw mana Aaron sama Jordan nih?"


Keana: "Tau nih."


"Lah kok lo gak tau Ke? Bukannya lo ceweknya Aaron?"


Keana: "Ngaco lo!"


Aaron: "Apa? Apa? Kenapa ngomongin gue ha?"


"Cih.. Pd banget sih!"


Aaron: "Oh ceritanya gue gak diakuin nih. Okay."


Arga: "Lah.. Mampus lo Ke, Aaron marah tuh."


"Mampus lo. Aaron marah."


Keana: "Bacot *******! Aaron, lo dimana sekarang?"


Aaron: "Guys, gue lagi diluar. Sorry kalo gak nimbrung."


Arga: "Sama siapa lo?"


"Gak ajak-ajak sih."


Keana: "Kok gue dianggurin sih?."


Aaron: "Gak ada sih ga. Cuman cari suasana aja. Gue sendirian kok. Oh ya, Kalian cari Jordan ya? Jordan disuruh jaga Cafe dan rame banget. Jadi maklum gak ikut nimbrung. gitu aja sih."


"Oh yaudah deh. Selamat menikmati kesendirian. Jangan lama-lama lo galau nya, gak baik nyet. Kalo butuh sesuatu, langsung kerumah. okay."


Aaron: "Thanks Ka."


Arga: "Gue otw."


Aaron: "Kemana?"


"Otw kemana lo ga?"


Arga: "Rumah Akasa ron."


Arga: "Gue otw rumah lo. Gue gabut nih."


Aaron: "Sialan! Gue kira kemana."


"Gak nerima temen kek lo. Bye."


Arga: "ye ka. Masih marah lo. Maafin gue kalik. Yaudah, gue otw rumah lo sekalian pesen apa?"


"Bawain gue mekdi kesukaan gue. Ngerti kan? and ice cream cone chocolate."


Arga: "What? Lo minta apa malak, Setan!"


"Lo kan nawarin, ****."


Arga: "Iyain ajadeh. Gue otw. Hm, ke..Keana. Lo ikut?"


Keana: "Enggak. Gue mau kerumahnya Geshia aja."


Arga: "okedeh."


*POV AKASA FINISH


Selesai mandi, Geshia pun langsung memakai skin care dan merebahkan tubuhnya ke ranjang. Dan seperti biasa, ia memainkan ponselnya. Tiba-tiba kepikiran Keana. Geshia pun memberi pesan ke Keana.


"Ke.. Lagi apa? dimana?"


Tak butuh waktu lama Keana membalas chat.


"Gue lagi rebahan dan bdmd." Geshia membaca dan memincingkan matanya.


"Kenapa? ada masalah?"


"Hm. Gatau sih."


"Kok gak tau? Kenapasih? Aaron?"


"B-bukan."


"Jangan bohong."


"Iya Ges. Gue gak bohong."


Tanpa menggubris untuk membalas chat Keana, Geshia pun meraih jaket dan kunci mobil milik papanya dan menyerahkan ke pak rudi si sopir pribadi papanya.


"Lho, mau kemana non?" tanya Pak Rudi heran dengan memegang kunci yang Geshia berikan.


"Anu pak. Anterin saya ke rumah Keana. Tau kan pak?"


"Oh, Mbak Keana yang jutek dingin itu?" Geshia mengangguk.


*Keana POV


Ini benar-benar diluar nalar Keana. Keana merasa bersalah dan khawatir terhadap Aaron. "Gue salah ngomong ya? huh bodoh lo Ke." gumamnya.


Aaron **** 🐯


"Ron, Lo dimana?"


"Aaron, bales chat gue. Jangan bikin gue khawatir. Lo dimana sekarang?"


Aaron: "Bukan urusan lo, gue dimana."


"Kok lo jadi gini sih ron? maafin gue."


Aaron: "Gue gini. karna lo, puas!"


"Gue kenapa sih?"


Aaron: "Gak usah sok **** deh lo. Gue emang awalnya cari suasa ngademin hati. Tapi pas buka grup, oh ternyata lo masih gak nganggep gue sedangkan gue nganggep lo yang paling berharga buat gue."


"Ron, Sorry. Gue niatnya bercanda."


Aaron: "Candaan lo gak lucu dan malay bikin orang sakit hati, ****!"


Aaron: "Tau deh. Serah lo. Gue butuh waktu buat sendiri."


Keana pun menangis dan menangis. Ia pun gak ngerti kenapa sesakit ini karna ini awal pertama, ia ngerasain kayak gini sama cowok.


"Sorry Ron. Gak maksud." lirihnya sembari menyeka air matanya.


*Keana POV Finish.


Hanya butuh waktu 15 menit, Akhirnya Geshia sampai dirumah Keana. Geshi berlari, karna memang pasti ada apa-apa dengan Keana.


Geshia mengetuk pintu berulang kali dan itu tidak ada yang merespon, tak lama setelah itu ada yang membukanya yaitu Mama Keana yaitu Tante Suci.


"Lho Geshia. Dari tadi sayang?" tanya Mama Keana sembari Geshia bersalaman.


"Iyan tan. Keana nya ada?" Geshia nampilin wajah biasa karna takut mamanya keana ikut khawatir.


"ada, itu dikamar atas. Mau minum apa?"


"Oh. Gak usah tan, nanti Geshia ambil sendiri dikulkas."


"Oh okay. Tante tinggal dulu ya, Tante mau keluar sebentar beli susu kesukaan Keana pas lagi bdmd."


"Hehe. Iya tan, ati-ati tan."


Geshia pun berlari menyusuri anak tangga dirumah Keana. Dan, Tok.. Tok.. Tok... "Ke, Ini gue. Bukain dong." ucap Geshia.


Keana membuka pintunya, dan Ya. Keana terlihat habis menangis. Dengan sigap Geshia memeluk sahabatnya itu.


"Lo kenapa sih? Ah, Lo padahal gak pernah kayak gini."


"G-gue..."


"udah. Lo diem dulu, tenangin diri lo dulu baru cerita ke gue kalo udah siap."


Namun, Keana hanya menyodorkan ponselnya lalu ia menutup mukanya dengan bantal dan kembali menangis.


Geshia membaca dengan sinkron isi chattingan Keana dan Aaron. "Brengsek!" satu kata yang terucap oleh Geshia.


Geshia membuka ponselnya dan chat ke Aaron.


Aaron ****


"Lo dimana sekarang?!"


Aaron: "Di bar."


"Ngapain lo disana? **** ya lo?! Jangan macem-macem, setan."


Aaron: "bukan urusan lo."


"Ron. Lo kenapa sih?"


Aaron: "Gue lagi ada problem. Btw, sampaiin maaf gue ke Keana, sorry dia jadi pelampiasan kemarahan gue."


"Brengsek lo! Pengecut. Lo tau, sekarang Keana gimana? Dia nangis gara-gara lo Setan!"


Aaron: "Sorry, sorry. Gue gak maksud. Gue sayang Keana."


"Lo mabuk?"


Aaron: "Keana sayang gue. Gue sayang lo ke."


"Tunggu gue, Ron"


Chat Finish.


Geshia masih menenangkan Keana. Ia pun tanpa berpikir panjang langsung menelpon Akasa.


Akasa batu Es.


"Halo."


"Halo ka. Ini Gue. Ka, bantuin gue."


"Lo kenapa?"


"Aaron! Cepet samperin ke bar. Dia mabuk."


"Maksud lo?"


"Udah. Cepet samperin dia. Deket Mall Bandung, lo kesananya jangan sendiri. Ajak Jordan sama Arga."


"Ah. Oke. Thanks informnya."


"Ya."


Tut.. tut.. tut..


"Sial!" gumam Geshia.


Geshia pun mengalihkan pandangannya ke Keana yaitu sahabatnya, dengan ibanya. "Sini ke, Nangis ke pundak gue. Luapin semuanya ke, sampe lo puas dan lega"


Disisi lain, Akasa juga duo kampret nya menuju ke bar dekat Mall Bandung.


"Seriusan, Aaron disini? Lo gak ngarang kan?" tanya Arga.


"Iya. Gue dapet telfon dari Geshia tadi."


"Udah. Cepet masuk aja dan cari Aaron nya, abis itu pulang." tutur Jordan.


Akhirnya mereka bertiga turun dari mobil, tak jauh dari parkiran. Terlihat orang bertubuh kekar sedang berdiri di pintu masuk seperti mengecek identitas. Dan ya, kami bertiga menyodorkan Kartu indentitas kami, untung saja diperbolehkan masuk.


"So, kita mencar dari sini. Gue ke kanan, Arga ke kiri, dan lo Jordan lurus aja. Ntar kalo gak ketemu, kita ketemuan di sini lagi. Dan kalo ketemu, langsung telfon aja. ngerti kan? Jangan sampe kalian lengah, digodain setan apalagi kalian gak sengaja nabrak orang mabuk, bisa-bisa kelar idup kita."


"Iya Ka. Paham. Yaudah, Let's go"


Mereka bertiga pun berpencar. Ya, Benar kata Akasa ditengah mereka sibuk mencari. Si Arga digoda oleh salah satu Wanita Bar yang sedang mabuk berpakaian minim sedang menggodanya, mengajak Arga gak bener. Begitupun Jordan, Jordan merespon namun langsung menjauh dan melanjukan mencari Aaron.


"Aaarghhh.. Sial! Kemana sih lo, ron?!" Kesal Akasa dengan mengusap wajahnya kasar.


Tepat didepan mata, lurus dari pandangan Akasa terlihat Aaron sedang duduk didepan meja bar yang ada baristanya gitu. Dia sesekali meneguk botol yang berisi Alkohol.


"Ya. Itu Aaron." Akasa berlari nyamperin Aaron dam benar itu Aaron.


"Ron!" panggil Akasa menepuk bahu sahabatnya.


"Oi. Lo ka. Eheee" ucapnya sempoyongan.


"Ngapain lo jadi kayak gini *******?! kenapa lo? Cerita sama gue."


"Gue gak pa-pa. Gue cuman mau nyenengin diri. Heheh"


"Nyenengin diri gimana maksud lo? Lo ada masalah?" tanya Akasa sembari memegang bahu sahabatnya karna Aaron benar-benar mabuk berat.


"Bentar, gue lupa." Akasa mengambil ponsel disakunya dan langsung menghubungi Arga dan Jordan. Tak butuh waktu lama, mereka datang.


"Arghhh... Gue muter dari sono sampe sono gak ketemu. Ternyata disini." ucapnya ngos-ngosan.


"Iyanih. Kampret emang. Kenapasih?" lanjut Jordan lalu kaget melihat kondisi Aaron. "Setan! Kenapa lo kayak gini sih? jujur, ini bukan gaya lo nyet."


"Iya nih. Kenapa kayak gini sih lo? Masalah apa lagi yang nimpa lo? Biasanya lo kalo ada masalah cerita sama kita dan gak sampe kayak gini, Ron. Please. Kenapa sih lo?" Tanya Arga khawatir dan panik melihat kondisi Aaron.


"Udah. Mending tanya-tanyanya ketika si setan ini sadar aja. Mending bawa dia keluar dulu." tutur Akasa.


Akhirnya mereka bertiga memapah Aaron keluar dari bar dan memasuki mobil Akasa.


"Nih, Bawa plastik kreseknya. Takutnya dia muntah, pasangin di telinga kanan kirinya." suruh Akas ke Arga.


***


Sesampainya dirumah Akasa. Mereka bertiga masuk ke rumah Akasa, tampak Arletta yang keluar dari kamarnya tertegun kaget melihat Aaron.


"Kenapa kak Aaron?" tanya Arletta, adek Akasa. "Cih! Bau Alkohol." ucapnya lagi sembari mengibas bau Alkohol yang ia cium itu.


"Bukan urusan lo. Sono lo main aja diluar." ketus Akasa.


"Ka! Jangan galak sama adek lo." kesal Arga. Namun Akasa tak menggubris.


"Aaron gak pa-pa, letta. Kalo letta kepo ntar kakak ceritain ya" ucap Arga lembut.


"Iya deh kak. Huhu emang Kak Arga yang terbaik. Daripada kakak sendiri galak dan gak ada Akhlak." ucap Arletta sembari meninggalkan kamar Akasa.


"Apa lo bilang!" teriak Akasa. Namun, Arga dan Jordan nenangin Akasa. "Udah. Namanya masih bocah."


Mereka bertiga hanya menghela nafas panjang dan berat. Lalu menatap wajah Aaron yang saat ini tertidur pulas karna mabuk.


"Kayaknya ini masalah berat ya. Sampe dia gak bisa cerita sama kita." ucap Jordan.


"Iya juga sih. Dia kan masalah privasi tentang keluarga aja mesti cerita namun kali ini enggak dan ampe kayak gini. Heran gue." lanjut Arga.


"Hm."


"Kok hm doang lo, ka?" tanya Arga.


"Ya. Gue sepemikiran sama kalian berdua. Btw, Nginep sini ya? Sekalian nemenin Aaron dan kalo dia bangun tengah malem pengen cerita kan gampang."


"Iyadeh ya." ucap Arga dan Jordan bersamaan.


Disisi lain, Akasa mengabari Geshia bahwa Aaron memang mabuk dan sekarang udah tidur dirumahnya. Akasa tau, bahwa Geshia sedang bersama Keana dan sedang menghiburnya.


"Ges. Aaron gimana? kata Akasa gimana?" tanya Keana yang terisak-isak.


"Dia gak pa-pa. Dia mabuk berat dan sekarang tidur dirumahnya Akasa." jelas Geshia agar Keana tenang. "Oh ya. Tadi, Aaron juga bilang kalo dia ngerasa bersalah karna ngelampiasan kemarahannya ke lo. Gimana? mau maafin Aaron?" lanjut Geshia.


"Iya. Gue maafin."


"Yaudah. Lo tidur gih, udah jam setengah sembilan malem nih." ucap Geshia. "Gue juga mau pulang, kayaknya Kakak gue udah jemput diluar."


"Hm iya. Makasih Ges. Lo emang sahabat terbaik gue. Sorry kalo gue selalu jutek dan dingin tapi emang sifat gue dari orok gitu."


"Iya, gue ngerti Keana Es. Udah ah. Tidur gih. Gue pulang dulu ya, See You"


"See You Too."