I WANT U To KNOW

I WANT U To KNOW
I'm Coming JOGJA



Geshia kini mengangkat sebuah koper berwarna Pink Soft warna kesukannya dengan motif Bunny Bt21 untuk ia masukkan ke dalam bagasi. Pagi ini, jam yang masih menunjukkan 04.40 ia sudah siap untuk segera berangkat karna Jam yang ditunjukkan di surat edaran kemarin itu jam 5 harus sudah berkumpul di sekolah, kenapa jam 5 karna pastinya akan molor dan gak Ontime. Sekarang Geshia berjalan kedepan dan membuka pintu depan mobilnya lalu masuk.


Geshia membuang napas lega lalu tersenyum dan memposisikan nyaman disamping kakaknya. Geshia menatap Kakaknya, "Ayo, mas". Mas Ganen pun tersenyum dan melajukan mobilnya. Mata Geshia kini memandang lurus kedepan, ia menatap jalanan yang sedikit ber embun karna udara pagi memang seperti itu. "Mas, Boleh kubuka jendelanya?".


"Iya. Buka aja. Tapi jangan lebar-lebar. Bahaya, masih pagi." ucap Mas Ganen. Akhirnya Geshia membuka sedikit dan menghirup udara segar pagi ini. Geshia tak berhenti mengukir senyum diwajahnya yang manis juga cantik. Ia sudah membayangkan bagaimana serunya bisa berlibur di Jogja bersama teman dan sahabatnya yang konyol.


"Ahhh... Geshia gak sabar!!!" teriak Geshia begitu senang. "Pasti disana bakalan seru nih mas. Huhu" lanjut Geshia lagi.


Mas Ganen mengangguk lalu terkekeh melihat tingkah adik kesayangannya itu. "Inget! Kamu boleh senang-senang tapi harus jaga diri baik-baik selagi jauh dari mas. Jangan nyusahin orang lain, apalagi nyusahin guru. Kasian nantinya kerepotan gimana? Nambah pusing nanti. Trus juga, JANGAN CEROBOH! Okay?" penekanan pada kata Jangan Ceroboh membuat Geshia sedikit manyun dan mengangguk. Mas Ganen langsung mengelus kepala Geshia agar tidak cemberut. Karna Mas Ganen sangat khawatir ketika Geshia jauh dari pandangannya.


"Siap Mas. Geshia janji gak akan ceroboh." ucap Geshia setelah cemberut yaitu tertawa diiringi tawaan Masnya.


"Kamu nanti barengan terus kan sama temenmu yang kemarin 3 cowok itu? Keana juga siapa itu gebetannya Keana juga?," ucap Mas Ganen. "Ah Aaron." balas Geshia.


"Oiya itu Aaron apa laron itu pokoknya." Geshia malah terkekeh. "Lah malah ketawa ini gimana kamu dek?"


"Ya abisnya Mas lucu. Namanya Aaron jadi Laron itu darimana ceritanya? Haha" lanjut Geshia yang masih tertawa.


"Oiyaya.." Mas Ganen pun tertawa. "Kembali ke Opinion," lanjut Mas Ganen serius.


Pertanyaan Mas Ganen membuat Geshia senyum-senyum sendiri seperti orang kesambet dan membuat pipinya seperti kepiting rebus karna pikirannya langsung tertuju pada Akasa, Arga, Aaron, dan Jordan. Ia berpikir, pasti bakal seru bila ia bersama Akasa dan yang lain. Geshia berharap, semoga Akasa jadi baik selama di Jogja dan care banget ke dia.


Geshia sudah membayangkan bagaimana serunya dia berjalan di Malioboro, Candi Borobudur, Candi Prambanan bersama teman-temannya terutama sahabatnya. Bayangan dan haluan Geshia sudah seperti di K-Drama Romance juga Film-film lainnya. Seandainya, ia bisa membuat moment video layaknya sebuah dokumenter namun romance bersama lelaki yang ia suka waktu di Malioboro pasti bagus, Ah Impian banget buat Geshia.


Sejam perjalanan tak terasa mobil Mas Ganen sudah berhenti tepat di depan sekolah Geshia. Geshia pun segera turun dan berjalan ke bagasi mobil lalu membukanya dan mengambil koper miliknya. Setelah itu, ia menutup membali pintu bagasi dan menderet kopernya ke depan mobil untuk berpamitan dengan Kakaknya yang sudah berdiri di depan mobil dan tersenyum.


"Inget kata mas ya. Kalau ada apa-apa langsung telfon mas. Kabarin mas. Okay?" Geshia mengangguk. "Siap Mas Ganen ganteng kesayangannya Geshia. Hehe" ucap Geshia cengengesan.


"Yaudah. Dadah Mas!. See You." seru Geshia.


"Iya. Hati-hati sayang."


"Iya Mas." ucap Geshia mantap.


Geshia pun berjalan menuju lobby sekolah dengan mata yang melihat keadaan sekitar sekolah yang masih terdiri segelintir orang. "Padahal hampir setengah enam. Tapi masih segini. Duhh" gumam Geshia. Tak lama, ternyata Para siswa siswi datang berbondong-bondong bersama dan membuat Geshia sedikit tersenyum. Tepat jam 5.30 semua sudah datang dan Bus pun sudah siap untuk mengantar mereka semua ke bandara.


"Geshia!" panggil seseorang yang tak asing suaranya menurut Geshia. Ya itu Keana.


"Hey! Lo tumben gak ontime na?"


"Iya. Gue tadi bok*r lama, sakit perut gue anjirr" keluh Keana.


"Abis makan apa lo semalem?"


"Makan cilot sih sama Aaron."


"Kan.. Efek bucin sih."


"Bangke! Ya gaklah, darimanya?"


"Dari sononya. Haha" Geshia terkekeh sedangkan Keana malah menjitak dahi Geshia. Ctakk!


"Biadab! Sakit setan!"


"Makanya diem."


"Ih.."


Lalu disela-sela Geshia dan Keana yang sedang saling usil, terdengar suara panggilan.


"GESHIA! KEANA!" panggil seseorang yang sangat mereka kenal. Geshia dan Keana pun menoleh kesumber suara itu.


Terlihat seorang cowok memakai kaos putih berbalut jaket denim, topi cap hitam, celana hitam kain juga sepatu Converse Hitam All star. Disisi lain Geshia malah tersalah fokus ke seseorang yang berjalan dengan santainya dengan Aaron yaitu Akasa memakai Kaos Hitam dan Celana Hitam selutut lalu tak lupa kacamata hitam fashion nya. Sedangkan Jordan dan Aaron tak kalah style dan juga keren.


"Arga! kalian!" ucap Keana.


"Hei!" lanjut Geshia.


Kedua cowok itu menatap Geshia lalu Keana, disusullah Jordan dan Aaron juga menatap Geshia lalu Keana. Arga menatap Geshia dengan ekspresi gembira seperti Geshia begitupun juga Jordan sama-sama Gembira. Berbeda dengan Akasa yang nunjukin ekspresi jutek seperti Keana yang gak jauh juteknya dari Akasa, sedangkan Aaron ber ekspresi biasa dan sewajarnya.


"Cantik amat lo Ges?" puji Arga setelah Arga berdiri tepat dihadapan Geshia. Lalu Arga menyikut tangan Akasa, "Ya gak Ka?"


"Btw Keana juga tumben lo cantik Ke?" ucap Jordan. "Dohh... Makin bucin nih Aaron." lanjut Arga. "Paan lo pada. Iri aja." sombong Aaron.


Geshia memang hari ini berbeda penampilan, ia terlihat cantik dan segar dengan memakai kaos lengan pendek berwarna Nude Pink yang dipadukan dengan celana Jeans Hitam agak ada robekan kecil dilutut. Ditambah lagi, style rambut Geshia dikuncir kuda itu. membuat Geshia keliatan cantiknya dan fresh.


Akasa tak memperdulikan perkataan Geshia, dia hanya terfokus memperhatikan secara detail penampilan Geshia dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ternyata lo cantik -pikir Akasa. Tapi, Akasa terlalu gengsi buat ngucapin kata Cantik pada cewek yang kini telah berdiri tepat dihadapannya yang sedang melempar senyum manis kepadanya. Namun, Justru Akasa cuek dan mengalihkan pandangannya untuk menuju kearah Bus yang sedang terparkir dibelakang dia dan respon Akasa membuat Geshia cemberut kesal. Mereka semua akhirnya memasuki bus dengan bergantian.


Dibelakang Akasa, Geshia dan Arga juga yang lain mengikuti Akasa. "Kita bakalan satu bus kan?" tanya Geshia memastikan.


"Iyoi Pasti dong. Kalo Kita gak satu bus, gue mending pindah pokoknya satu bus sama lo Ges." tutur Arga sembari terkekeh.


Sebelum masuk kedalam bus, Tak lupa ke enam anak itu memberikan barang bawaannya terlebih dahulu ke pengurus bus untuk dimasukkan kedalam bagasi bus.


Saat mereka sudah sampai dipintu bus. Akasa langsung masuk menaiki tangga kecil milik bus itu. Namun, ketika giliran Geshia, ia terlihat kesusahan untuk menaiki tangga kecil tersebut karna menurutnya tangga itu sangat tinggi karna mengingat tubuhnya yang mungil bagaikan kelinci imut. Akhirnya, ia meminta bantuan Arga.


"Arga yang ganteng, bantuin. Gue susah nih." rengek Geshia memelas.


Arga tersenyum nakal, bukannya membantu ia malah berteriak. "Akasa! Ka, bantuin Geshia nih!."


Akasa yang mendengarnya pun dengan sangat malasnya, ia kembali ke arah pintu bus hanya untuk melihat keadaan temannya apa yang terjadi. "Kenapa lo?" tanya Akasa.


"Gue gak bisa naik ka." lirih Geshia tersenyum masam lalu mengulurkan tangannya kearah Akasa. "Bantuin gue naik"


Akasa mendengus berat lalu dengan berat hati menerima uluran tangan Geshia. Ia menarik pelan tangan cewek itu yang bermaksud membantunya agar bisa naik ketangga kecil bus tersebut. "Hati-hati, gak usah keburu." ucap Akasa lirih namun Geshia mendengarnya.


Ketika Geshia berhasil memasuki bus, ia pun memekik senang dan gembira banget. "Makasih Akasa!"


Lalu Geshia berbalik badan lagi ke arah Arga yang hendak masuk karena ini adalah gilirannya, lalu Keana,Aaron,dan Jordan. Setelah mereka semua berhasil masuk dan naik, mereka ber lima pun berjalan menyusuri isi bus. Geshia tidak tau, ia harus duduk dengan siapa karna pikirnya Keana pasti dengan Aaron, Akasa pasti dengan Arga sedangkan Jordan pasti dengan Kanya. Saat Geshia asik dengan pikirannya, tiba-tiba..


"Akasa! Geshia! Kalian duduk sini aja! Nih kosong. Ngapa malah dibelakang lo," ucap Arga. Karna Akasa memang sudah berdiri sampai dibelakang bus dan juga membuat Geshia menoleh kearah Arga. Mau tidak mau, Akasa kembali ke arah tengah bus dan dengan berat hati duduk. bersama Geshia menuruti permintaan dari Arga.


Kini Geshia duduk dekat jendela sedangkan Akasa duduk paling pinggir. "Astaga! Gue gak sabar." teriak Geshia membuat Akasa menyernyit menatapnya. "Kau pasti deg deg an ya!!"


"Nggak sih. Gue biasa aja. Lo nya aja yang lebay, kayak gak pernah tau Jogja aja." ketus Akasa.


"Ih. Gue gak lebay. Tapi gue seneng!" protes Geshia. "Lo tuh jangan asal nyeplos ka, lo kudu bedain mana lebay mana seneng?!"


"Iyain aja. Biar cepet." sahut Akasa.


"Ih Nyebelin. Kenapa makhluk kayak lo kudu idup sih?!" kesal Geshia. "Karna gue ganteng! Puas?!" celetuk Akasa. Dan semakin membuat Geshia kesal. "Tau ah! Gak mau ngomong sama Akasa, maunya sama Arga. Arga!!"


"Ya, silahkan. Siapa juga yang mau ngomong sama lo. Kepedean banget jadi cewek." Akasa berucap dengan pandangan lurus kedepan. "Cewek manja!"


"Gue gak manja!" Geshia makin kesal dan mood nya benar-benar hancur. "Gue padahal udah ngebuktiin semua omongan lo kemarin!"


"Omongan apa?" tanya Akasa dengan nada nyolot.


"Gue gak jadi ngajak Kakak gue ke Mall kemarin. Kalo lo tau, semua barang-barang yang gue bawa dan yang gue pake ini adalah barang-barang lama gue!" Geshia menatap dan serius ke Akasa.


"Oh ya?" ucap Akasa tak percaya dan memasang mimik wajah seperti mengejek. "Gue masih gak percaya. Seharusnya lo buktiin juga lewat fisik, toh buktinya tadi lo naik tangga kayak gitu aja masih minta bantuan orang lain. Kalo bukan karna manja,ya apa dong? MUANJA gitu?" ledek Akasa.


"Itu karna gue terlalu mungil. Lo gak liat apa? Tuh tangga tinggi sedangkan gue pendek." Geshia rada menaikkan nada suaranya karna emosi. "Ngeselin banget lo jadi orang!!"


Arga, Jordan, Keana dam Juga Aaron sedari tadi hanya menontoni perdebatan antara Geshia dan Akasa. Mereka heran dan sedikit tertawa gemas. Mereka tak habis pikir, kenapa semenjak mereka duduk sebangku, dua makhluk ini selalu adu mulut gak pernah akur seperti Air dan Minyak. Yang cewek hobby banget mancing emosi si cowok, tapi yang cowok ya gitu emosian tapi kadang malah ngeledekin si cewek. Udah, cocok banget dan Pas.


"Udah ih. Lo berdua berantemnya lanjut nanti aja. Kalo bisa ntar ributnya pas didalem pesawat kan keren. Tinggal tendang lewat jendela pesawat langsung tuh." Arga berdecak ringan lalu menidurkan kepalanya. "Mending kalian tidur. Selama perjalan ini 3 jam buat ke bandara. Kalo selama 3 jam kalian ribur, bisa-bisa pingsan ntar dibandara." lanjut Arga lalu ia memejamkan matanya.


Geshia melirik Akasa, "Dasar, Anak Setan!! Gak punya akhlak!"


"Lo anak kadal!" balas Akasa.


"Nyebelin!! Akasa!!" Geshia pun mencubit tangan Akasa karna gemas bikin emosi terus hingga cowok itu meringis kesakitan.


"Sakit, bodoh!" Akasa melotot.


Geshia nyengir lalu mengangkat dagunya, "Bodo. Emang gue peduli?!"


"Kebangetan lo!" ketus Akasa sembari mengusap tangannya yang memerah akibat cubitan dari Geshia.


"Salah lo. Tuh akibatnya berani ngajak debat cewek"


"Setan!" umpatan Akasa.


"Dajjal!" balas Geshia. Lalu ia pun menidurkan kepalanya dan memejamkan matanya untuk segera tidur. Sedangkan Akasa diam-diam mencuri pandangan denga melirik Geshia.


"Gak usah lirik-lirik kalik mas!" ucao Geshia membuat Akasa kesal. Karna terciduk.