I'm Pregnant

I'm Pregnant
•Delapan



Angelin pun merasa kepalanya sangat pusing, lalu ia mulai menyesuaikan penglihatannya.


Ia melihat ada seorang laki laki yang sedang mengendarai mobil, tepatnya duduk di sebelahnya.


"Lo udah bangun Ngel"Tanya Azka dingin, sadar bahwa Angel sudah sadar


Angel hanya mengangguk sebagai jawaban, Ia terus saja memegangi kepalanya.


"Kita mau kemana"Tanya balik Angel


"Rumah lo"Jawab singkat Azka


"Ini jaket kamu?"Tanya Angel


Azka hanya mengangguk.


"Thanks, nanti aku kembaliin, sebelum itu aku cuci dulu"Ucap Angel sembari tersenyum, senyum yang selalu membuat semua orang bingung. Ntah senyum yang mewakili perasaannya atau hanya untuk topengnya.


Lagi lagi Angga hanya mengangguk, Angga pun keluar sebentar untuk membukakan gerbang rumah Angel. Lalu mobil hitam milik Angga sudah terparkir dengan baik di halaman rumah Angel.


"Sepi?"Tanya Azka dingin sembari membantu Angel keluar dari mobil.


Oh shittt iya, Angel baru ingat mbok Asih dan mang Mirdad sedang pulang kampung. Anaknya yang di kampung sakit karena sudah kecelakaan katanya.


"Iya pembantuku lagi pulang kampung"


"Yaudah"Ucap Azka dengan membawa tas milik Angel


"Makasih ya kak"Kekeh pelan Angel


"Gua pulang dulu"Pamit Azka, tanpa melihat ke arah Angel sedikitpun ia langsung memasuki mobilnya.


Angel membalasnya dengan senyuman, lalu ia pun melambaikan tangannya. Mobil Angga sudah jauh, ia pun menutup kembali gerbangnya dan mulai memasuki rumahnya.


Ia pun berjalan dengan sedikit gontai, kepalanya kembali merasa sedikit pening akibat benturan kepalanya oleh Nurani.


Flashback on.


"Plisss aku mohon jangan"Ucap Angel memelas, air matanya siap jatuh dari pelupuk matanya.


"Udah deh langsung aja Nur nanti bu Sulis keburu masuk, bisa gawat kita"


"Yaudah iya"


Nurani dan dua dayangnya itu pun langsung menyiksa Angel, seolah olah tidak ada hari esok.


Angel pun hanya bisa pasrah. Ia sudah lelah, cape. Percuma juga dia memberontak, toh badannya di iket di pohon mangga.


Setelah menyiksa Angel dengan memberikan lemparan oleh telor dan menyiramnya dengan air kotor.


Lalu Nurani membenturkan kepal Angel ke pohon mangga itu dengan sedikit keras. Setelah itu pun Angel di tinggalkan sendiri.


Angel pun tidak mengikuti pelajaran di kelasnya, sampai pada akhirnya bell tanda pulang berbunyi nyaring sampai terdengar ke taman belakang sekolahan.


Ia yakin semua siswa dan siswi pasti sudah pada pulang, dan ia yakin ia akan menginap di sini sampai akan ada seseorang yang melewati taman ini dan berbaik hati menolongnya.


Flashback off.


"Naufal"Panggil sang bunda sembari mengetuk ketuk pintu kamar sang putra.


"Masuk aja bun, gak di kunci"Ucap Naufal setengah berteriak.


Ceklek


Pintu pun terbuka, dan menampakan seorang wanita paruh baya lalu mengampirinya.


"Sayang, bantu bunda ya, Mafenda lagi sakit, tolong beliin obat ya ke apotek"Ucap Ratih sambil menepuk pundak Naufal pelan


"Lho Mafenda sakit bun? Yaudah iya bun Naufal beliin obat, tapi nanti dulu bun Naufal ganti baju dulu"Lalu Naufal pun bangkit dari duduknya dan menyimpan benda pipih miliknya di kasur.


"Iya Fal, lagian pulang sekolah bukannya mandi terus makan, ini malah mainin aja hp sampe udah sore begini"Omelnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Gapapa bun, Halal"Teriak Naufal yang berada di kamar mandi.


Tinggalin jjak nya ya jan lupa ekek😂🧤