I'm Pregnant

I'm Pregnant
•Enam



"Fal lepasin, sakit"Lirih Angel yang sebentar lagi akan mengeluarkan air matanya.


"Gausah cengeng anjing. Lo tau kan lo udah punya pacar? Ngapain lo deket deket sama cowo itu anjing"Kata Naufal dengan penuh emosi, dan kini matanya mulai memerah karena menahan amarah yang ia pendam.


"Fal, dia cuman murid baru plus temen sekelas baru aku, jadi wajar aja kal-"


"Wajar? Wajar lo bilang? Apaan yang wajar? Mau gua gampar tuh orang sampe bonyok hah?"Tanyanya lagi, kini ia mulai menaikkan nada suaranya.


"Dan kenapa lo ga bales chat gua, dan ga angkat telpon gua?"Lanjutnya.


"Maaf Fal pas malem itu ak-"


"Udah lah, lo udah males kan sama gua? Iya kan? Anjing emang!"


Angel yang mendengar itu bergidik ngeri, ia ingin sekali pulang hari ini dan meluapkan semua keluh kesahnya di kamar. Yang menurutnya tempat aman.


"Jangan Fal plissss"Mohon Angel dengan mata berkaca kaca


"Gausah belain dia! Lo itu pacar gua apa pacar dia sih? Ck! Oh atau lo itu sebenernya ******, hah?"Tanya Naufal yang kini sudah di butakan oleh cemburu.


"Cukup Fal cukup, kamu boleh bilang aku apa lah itu, tapi plisss jangan kamu bilang kata kata itu, itu bikin aku sakittt Fal sakitt"Ucap Angel yang kini sudah menitikan air matanya dan sambil memukul mukul dadanya.


Naufal yang melihat itu pun darahnya langsung berdesir. Perasaan macam apa ini?


Jujur, Naufal tidak tega melihat gadisnya menangis dan sambil memukul dadanya sendiri dengan sedikit keras. Ia ingin sekali memeluk gadisnya itu.


Namun sayang, Naufal tetap Naufal, Cowok yang selalu kalah dengan egonya sendiri.


Naufal pun akhirnya meninggalkan Angel sendiri yang sedang duduk di tanah taman itu dan masih dengan menitikan air matanya.


Angel sudah terbiasa, terbiasa akan hal ini. Ia mungkin banyak yang mengasihani, namun ia tidak butuh belas kasihan dari orang lain.


Setelah Naufal pergi, ternyata sedari tadi ada yang melihat pertengkaran diantara Naufal dan Angel.


Ia memandang Angel dengan senyum liciknya. Dan ia pun mendekati Angel yang masih duduk di tanah yang di hiasi rumput hijau itu.


Perasaan Angel kini campur aduk, ia ingin sekali mengalirkan rasa sakit hatinya kepada sang mommy.


Ia pernah melihat Zaskia yang sedang memeluk bundanya sambil menangis, ternyata dia sedang mengeluarkan keluh kesahnya kepada sang bundanya. Ia ingin sekali di perlakukan seperti itu oleh sang mommy.


Khayalan tetap khayalan, tidak bisa di rubah dan tidak bisa di gapai tanpa adanya usaha.


Tiba tiba ada yang menarik rambutnya sambil tertawa mengejek. Ia tau suara ini, suara yang paling ia benci.


"Kenapa lo haha di marahin sama Naufal yaa, haha kaciannnnnn"Ucap Nurani sambil tertawa mengejek dengan dua dayangnya.


"Lepasin"Berontak Angel sambil menepis kuat kuat tangan Nurani dan Saras, dan Putri, dayang Nurani.


Namun naas, ia tidak bisa melawan tiga orang itu sekaligus. Tenaganya mulai melemah. Bayangkan saja sedari tadi Angel memberontak dan tidak di lepaskan oleh Nurani dkk.


Lalu Putri pun datang dengan dua kresek hitam dan membawa satu buah ember, yang bisa di perkirakan itu adalah air, lalu ia pun mulai mengikat tubuh Angel di pohon yang ada di sana.


Nurani pun mulai mengeluarkan isi yang ada di dalam kresek itu, dan ternyata itu adalah telor dan air kotor.


"Langsung aja lah Ran"Ucap Saras yang mulai tertawa


"Tapi kan masih jam pelajaran ****"Jawab Putri sambil memegang kresek hitam itu


"Yaudah sih gapapa, toh dia ini yang ga bakal ikut pelajaran bukan kita haha"


"Nah iya tuh bener apa kata si Saras, kadang kadang pinter juga lo haha"Ucap Nurani sambil mengeluarkan senyuman liciknya.


Lalu mereka pun membully kejam Angel, Angel hanya pasrah, toh kalo melawan juga ia bakalan tetap seperti ini. Tidak bisa berbuat apa apa. Berharap ada yang menolongnya, dan itu sangat mustahil.


Angel masih dengan posisi di ikat dengan tali pada pohon mangga, untung saja hari ini ia tidak ada kegiatan latihan drumband.


~•~


"Angel kemana?"Tanya Zaskia yang sudah mulai lelah telah mencari Angel kemana mana.


"Emang Angel dari tadi belum juga sama lo?"Tanya balik Kay yang mulai menyimpan benda pipih miliknya.


Zaskia menggelengkan kepalanya lemah ia menyesal tidak mengikuti kemana Angel dan Naufal pergi, ia meruntuki sikap bodohnya tadi.


Walaupun Kay adalah murid baru, ia langsung sudah akrab dengan semuanya. Ia termasuk orang yang humoris.


"Rey"Panggil Kay


"Apa Kay?"Tanya Reyhan sambil menghentikan acara menulisnya.


"Guru pelajaran sekarang masuk gak?"Tanya balik Kay


Reyhan hanya menggelengkan kepalanya pelan "Sekolahan mau ada rapat Kay"


Kay hanya mengangguk paham.


'Kemana cewek tengil itu?'-Batin Kay


Niatnya untuk mendekati Angel lebih semangat, Kay yakin. Pasti cowok itu memperlakukan Angel layaknya budak.


Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Jelas jelas Kay baru saja bertemu dengannya beberapa jam yang lalu. Tapi hatinya menguatkan, Jika dirinya tengah di mabuk asmara.


Kay jadi bingung dengan sikapnya sendiri. Secepat itukah ia bisa mencintai lawan jenisnya? Bahkan ia bisa melupakan masalalunya dengan sekejap ketika bertemu Angel.


Sungguh, Kay jadi bingung.


Mksih buat klian yg udh mau mmpir🧤❤