I'm Pregnant

I'm Pregnant
β€’Dua



Bell akhirnya berbunyi, yang di nanti nantikan oleh Angel pun akhirnya terkabulkan.


Sedari tadi ia sama sekali tidak memperhatikan apa yang guru jelaskan di depan.


Ia sibuk dengan dunianya sendiri.


"Pulang sama siapa Ngel?"Tanya Zaskia yang sibuk memasukkan barang barangnya ke dalam tas.


"Oh gua bareng sama Naufal hehe"Jawab Angel sambil tersenyum


"Cieee yang sama doi mah beda rasanya"Celetuk Zaskia dan Felin.


"Apaan sih"Ucap Angel lalu pipinya yang mungkin sudah merah


"Halah blushing, nanti kalo si Naufal macem macem sama lo, bilang sama gua, nanti gua baku hantam"Angel yang mendengar itu hanya terkekeh


"Iyaaa iyaaaaaaa sahabatkuuuu"


"Lo pulang sama siapa Ki?"Tanya Angel


"Oh sama si Rado hehe"Zaskia pun hanya menyengat kuda


"Halah iya yang sama doi mah beda rasanya"Ucap Angel seperti menyindir kata katanya Zaskia


"Dih si tutup panci".


Mereka bertiga pun melewati koridor yang sudah sangat sepy. Nampak tidak ada kehidupan di sana.


"Yaudah kita duluan ya Ngel"Lalu Zaskia dan Felin pun melambaikan tangannya pada Angel dan di balas oleh gadis itu dengan senyumannya.


Ia pun berjalan dengan semangat sambil bersenandung menuju ke parkiran, tempat dimana letak motor hitam kesayangan Naufal di simpan saat sekolah.


Hendak ingin menginjakkan kaki di warung yang terdapat parkiran itu. Angel melihat Naufal yang sedang tertawa lepas dengan seorang gadis.


Gadis yang sangat ia kenal.


"Naufal"Lirih Angel


Angel masih diam di tempat, rasanya ia ingin sekali pergi dari tempat itu. Namun seakan akan kakinya tidak bisa di langkahkan.


Sampai pada akhirnya Naufal melihat Angel yang sedang berdiri di depan gerbang parkiran.


Ia tidak menghiraukan itu, ia pun melanjutkan pembicaraannya dengan Nurani.


Yaa Nurani, Teman sekelas Naufal. Kata siswa/i mereka cukup dekat, Dan lebih dari sekedar teman. Lalu Angel di anggap apa?


Nurani yang melihat ada seorang gadis yang sangat ia benci pun tersenyum yang tercetak jelas di wajahnya.


Lalu Nurani pun merangkul pundak Naufal dan mulai berbicara kembali sambil tertawa.


Panas. Hati Angel panas, sudah cukup ia melihat Naufal bersikap padanya seperti itu.


Dan di tambah lagi dengan Nurani yang sekarang sedang merangkul pundak Naufal sambil tertawa, dan Naufal pun tertawa lepas.


Ia pun melangkahkan kakinya gontai. Ia sudah terbiasa akan hal ini


🌻🌻🌻


Pukul 18.05 Angel baru saja sampai rumah.


Rumah yang setiap hari, setiap saat, setiap detik, setiap menit, selalu sepi.


Rumah yang seharusnya ia kunjungi saat ia merasa lelah adalah tempat untuk mengeluarkan semua keluh kesah. Namun tidak untuk Angel.


Rumah yang bisa di bilang cukup megah, tak di sangka hanya ada 3 orang di dalamnya.


Itu pun hanya Mbok asih dan Mang Mirdad.


Mbok Asih dan Mang Mirdad sudah Angel anggap seperti Daddy dan Mommy nya sendiri.


Mereka selalu ada di saat Angel butuh. Daddy dan Mommy nya sudah 2 bulan tidak pulang. Mereka sedang menemani kakak perempuan Angel yang sedang kuliah di Amsterdam.


Ia mendapat beasiswa di sana.Maka dari itu orang tua Angel sangat bangga pada Kakak Angel.


Maka dari itu orang tua Angel pergi sebentar ke Amsterdam, tanpa Angel. Bahkan waktu yang lama bagi Angel, bukan sebentar.


"Loh neng Angel ko baru pulang neng?"Tanya mang Mirdad sopan


"Eh iyaaa mang tadi Angel ke taman dulu ngerjain tugas sama Felin sama Zaskia hehe"


"Angel ke atas dulu ya mang mau mandi"Lalu Angel pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


"Iyaa neng"


🌻🌻🌻


Ia berencana untuk pergi ke rumah Angel hanya untuk sekedar meminta maaf.


Namun ego terus menguasainya, dan ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke sana.


Keluarganya sedang berada di luar, karena urusan kantor ayahnya yang menyuruhnya untuk membawa keluarga.


Naufal pun di ajak, namun ia menolaknya karena ia memilih rebahan di kasurnya sambil memainkan gamw free firee.


Terdengar suara perutnya yang sudah demo ingin meminta makan.


Seketika ia pun ingin memakan nasi goreng buatan Angel.


"Apa gua telpon Angel aja ya?"Gumamnya.


Lalu Naufal pun mengambil handphone miliknya di atas nakas, dan mulai membuka room chat di Line.


Ia pun mencari cari nama Angel.dan setelah ketemu ia pun mulai men chatingnya.


To:Angelinashra.


Ngel gua lapar. Gua pengen makan nasi goreng buatan lo.GPL!!


20.30βœ…βœ…


Tak lama sebuah notif masuk, menandakan ada balasan dari Angel, Mungkin.


Ternyata salah. Itu notif dari teman temannya.


AnggaOyy


Woy kok sepi sih!


20.31βœ…βœ…


AnggaOyy:


Aing mau bakar rumah aja lah biar rame


20.33βœ…βœ…


AnggaOyy:


Wahhh anying nih pada gada yang respon gua


20.45βœ…βœ…


NaufalChristie:


Berisik ******.


20.50βœ…βœ…


AzkaWrdna:


Brsk.


20.51βœ…βœ…


AnggaOyy:


Ahhh kalean mah jahat, begitu amatt sih ma temen_-


20.53βœ…βœ…


Naufal pun mematikan data selulernya. Rasa lapar kembali datang padanya.


Ia pun mulai menelpon Angel berkali kali, Naufal pun mulai kesal dan langsung membanting benda pipih itu ke kasurnya.


'Liat aja besok'-Batin Naufal.


Di dalam hati kecilnya ia berkata 'kemana gadisnya pergi?'


Naufal pun turun ke bawah hanya sekedar untuk mencari makanan di dalam kulkas, dan ternyata hanya ada roti dan susu saja.


'Mungkin bisa ngurangin rasa lapar gua.'-Batin Naufal.


Thankyou❀️


Jngn lupa tinggalin jejak Klian di siniπŸ–€