
" engak tau ,aku engak tau "kata miko gemetaran
"apa ,apa yg mu engak tau ?!" tanya kagome sedikit menaik kan nada bicara nya
" Aku gak tau, setiap kali aku dengar nama atau melihat dia, aku jadi kayak gini, semua kejadian di masa lalu itu kayak terputar kembali di kepala ku, semua kenangan yang gak mau aku ingat " saat berbicara itu gemetaran yang terjadi pada Miko bertambah hebat
Kagome yg melihat sahabat nya itu sudah separti orang gila sudah habis pikir 'apa yg sedang terjadi kepada sahapat nya itu ' dengan berat hati pun kagome menampar miko utk membuat sahabat nya itu sadar kembali
" plaakkkk"bunyi yg terdengar begitu nyaring itu pun membuat ke dua sahabat itu pun terdiam
" Maaf, aku gak tau mau ngapain lagi, mu udah gak kayak Miko yang gua kenal lagi, udah kayak orang yang berbeda " kata kagome dengan suara nya makin lama makin kecil
" Iya, gak apa, aku paham, karena kalau aku jadi mu pun, kayak nya aku akan melakukan hal yang sama, karena aku gak mau sahabat aku jadi orang lain "
Kagome semakin lama semakin binggung dengan apa yg terjadi ,apa yg bisa membuat sahabat nya yg begitu hebat bisa menjadi penakut seperti saat ini??!
" Jadi sekarang mu bisa jelaskan apa yang terjadi sama mu kan, supaya aku paham sama apa yang terjadi dan bisa bantu mu" ucap Kagome untuk mengetahui apa yang sudah terjadi dengan teman nya itu
" Ituu, jadi dulu ituuu... "
" Kalau mu engak bisa bilang engak apa apa tapi mu bisa ceritain sama aku pelan pelan"
" engak aku mau kasih tau mu semua nya ,kita kan udh janji engak akan ada rahasia diantara kita "
"sebenarnya ini terjadi sekitar 7 tahun yg lalu"
"udh ikut aja apa kata gua ,gua itu mau jagain lu" kata alex kapada miko yg baru berusia 8 tahun
" alex kok kita engak ikut sama mami aja sih, kan mami udh bilang kita engak boleh jauh jauh dari mami" kata miko yg polos kepada alex yg lebih tua 3 tahun dari dia
" panggil gua abang jangan panggil nama aja ,kan udh di bilang sama mama gua ,kalau sama gua harus panggil abang" kata nya sambil manarik miko dari ke ramaian
" iya iya abang alex"
" nah gitu dong "
"jadi kita mau ke mana sih ?? "
"udh nanti lu jg tau"
beberapa saat kemudian alex dan miko tiba di sebuah kamar yg ada di dalam hotel yg sedang mereka junjungi utk acara orang tua mereka ,entah dari mana alex mendapatkan kartu utk mengakses pintu kamar itu ,dia membuka kamar itu dengan mudah nya dan menarik miko masuk
" ngapai kita di sini sih ,kan ini kamar utk tamu bukan utk kita" ucap miko yg hanya tau kalau kamar itu disediakan untuk tamu yg tidak sempat pulang ke rumah nya (sebanarnya kamar hotel ini di sediakan utk orang yg sudah mabuk atau tempat untuk melakukan sesuatu yg tidak mungkin utk mereka lakukan di depan umum)
" engak ini itu untuk kita, tadi gua mintak sama papi lu,gua bilang kalau lu itu lagi pusing jadi engak bisa lama lama di keramaian, jadi gua di suruh minta kunci kamar sama sekretaris papi lu" kata nya menjelas kan bagai mana ia mendapat kan kunci kamar ini
' emang gua harus bilang kalau gua dapat kunci ini dari kantong om om genit yg selalu nempel nempel sama kakak gua dengan susah payah, untuk melakukan rencana papa supaya gak kena masalah sama om Nathan' dalam hati alex ia sedang menyusun rencana utk ngejebak miko yg polos