I Can Do It Or Maybe Not

I Can Do It Or Maybe Not
47.GAME (2)



Mereka berjalan ke arah game tangkap ikan , di sana sudah banyak orang yang memainkan nya , dan juga penonton nya , begitu juga dengan meja game tangkap ikan lain nya


" Apa kita akan tetap bermain Game ini ? " tanya Ron dengan hati hati


" Tentu saja " balas Michael dan Kagome kompak


" Jadi ..? "


" Tentu saja kalian akan menunggu nya , dan kami akan bermain Game yang lain , nanti saat sudah tiba saat nya kita yang main , kalian tinggal panggil saja kami " jelas Michael dengan nada dingin nya


' Kenapa kita lagi yang kena ? , peran kita memang peran pembantu ' ucap Ron dan Ivan dalam hati nya


" Baiklah , kalian bermain lah Game lain , nanti kalau sudah saat nya kita yang bermain aku akan memanggil kalian " kini tidak ada lagi yang bisa Ron lakukan , hanya mengikuti apa kata Micgael begitu juga dengan Ivan


Michael , Mischa dan Kagome , Miko , mereka berjalan meninggal kan Ron Dan Ivan yang menunggu waktu untuk mereka bermain


" Bagaimana kalau kalian main bertiga saja , soal nya aku seperti nya ada urusan sebentar di sini " ucap Miko saat melihat sesuatu yang dia kenal


" Lah , kek mana cara main nya kalau kita main bertiga , kan gua rugi donk , mereka berdua gua sendiri " balas Kagome gak terima


" Ya udah kalau gitu gua juga gak main lah , gua mau ke Toilet bentar , kalian main aja berdua , nanti paling gua jadi penonton " ucap Mischa


Lalu Mischa pergi dari sana dan Miko juga ikut pergi , disana tertinggal Michael dan Kagome , mereka melanjud kan perperangan mereka


Miko berjalan menuju sesuatu yang tadi sempat dia lihat , disana dia masuk kedalam ruangn yang di penuhi dengan baju baju wanita


" Hah , mana dia tadi ? , ini karena Kagome nih , pakai acara gak terima lagi , kan gua lagi ada urusan " Miko menggerutu sendiri


" Cari apa sih ? " Tiba tiba suara datang dari belakang telinga Miko


Miko langsung melihat ke arah datang nya suara , walau dia tau siapa yang datang dan kapan datang nya , tapi dia tetap saja melihat kebelakang untuk membuat orang itu tidak merasa aneh dengan diri nya


" Lah gua kan cuman ke Toilet bukan ke Gunung Fujiyama ngapain lama lama , gua kan bentar aja ke Toilet nya " ucap nya dengan nada sinis nya


" Serah lu dah , asal jangan ganggu gua aja udah cukup tu " Miko membalas dengan sinis


" Iya deh , emang nya lu lagi cari apa sih , kok masuk ke sini , biasa nya lu paling gak mau kalau ke sini ? " tanya nya lagi


" TAN JIAN MISCHA gua bilang sama lu jangan ganggu gua , gak bisa diam lu ? " Miko yang sudah sebel karena kehilangan apa yang dia cari tambah marah dengan Mischa yang tambah ribut , memanggil nama lengkap Mischa


" TAN JIAN MIKO gua tau kalau gua itu ribut , tapi kan gua tu cuman nanya mu ngapain di sini ? " balas Mischa yang gak mau ngalah


" Serah lu dah , dan juga jangan pernah panggil nama gua yang itu , bisa kena masalah gua kalau ada yang dengar "


" Sama jangan pernah juga panggil nama gua yang itu bisa kena masalah juga gua kalau ada nya dengar " balas Mischa gak mah ngalah lagi


" Jadi sebenar nya tu lu cari apa sih ? , kan mana tau gua bisa bantu "


" Cari ..... , dia " Miko menunjuk seorang pria baruh baya dengan dua wanita yang ada di sebelah kanan dan kiri nya


" Gila , lu suka nya sama yang beginian ? " tanya Mischa terkejud


" Bukan Beg0 , dia itu salah satu pemangang saham yang lagi cari masalah sama gua di kantor , jadi penasaran aja gitu , gimana kalau istri yang membuat dia kaya kek gini , ketemu sama dia yang lagi kek sekarang ? " ucap Miko dengan nada penasaran nya di campur nada sinis nya juga


" Ohh , gitu ? , kapan datang nya tu istri ? "


" Bentar lagi tunggu aja , lagi dalam perjalanan ke sini tu "