I Can Do It Or Maybe Not

I Can Do It Or Maybe Not
39.GURU SOMBONG



Seorang wanita paruh baya memasuki kelas , di tangan nya terdapat beberapa buku yang tebal , dia menghempas kan buku buku itu di atas mejanya


" Tu guru ajak gelut ya ?" tanya Michael


" Siapa yang berbicara itu ?" tanya guru itu


Semua pandangan tertuju kepada Michael , yang membuat diri nya tiba tiba saja gugup , sebelum nya diri nya tidak pernah sekali pun di tatap dengan begitu tajam oleh seseorang


" Kamu !!! , kenapa saya tidak pernah melihat mu , dan juga apa maksud dari kata kata mu ?" teriak guru itu yang membuat satu kelas menutup telinga nya


" Telinga nya tajam amat sih buk " gumam Mischa tidak terima kalau kembaran nya itu di teriaki , pasal nya mereka tidak pernah sakali pun di teriaki orang luar , apa lagi orang tua mereka


" Kamu juga !! , Kenapa kalian ada di sini , pendaftaran anak baru sudah lama di tutup , kenapa kalian ada di sini sekarang , dan juga jaga mulut kalian itu !!" tambah guru itu dengan berteriak


" Buk , bisa gak bicara nya itu biasa aja , kita gak tuli kok , walau kita duduk di belakang , tapi kita masih bisa dengar , jadi ibuk kalau ngomong nya biasa aja " kini bukan si kembar yang berbicara , melain kan Ivan


" Kamu juga !!!, kamu anak baru juga kan , anak zaman sekarang memang tidak tau sopan santun !!" teriak guru itu lagi


' Kalau lama lama kayak gini ,bisa bisa gua benaran budek !' Ucap semua orang yang ada di kelas dalam hati , kecuali Miko ,yang memang memakai Headset Bluetooth di teringa nya


Miko tidak peduli dengan apa yang terjadi si sana , dia sedang mendengar percakapan dengan Headset Bluetooth itu , entah siapa lagi yang dia mata matai


" Woi Mik , lu gak bantuin mereka , kayak nya mereka terpojok sama tu guru deh " bisik Kagome kapada Miko


Kagome merasa kalau diri nya tak di acuh kan , memukul meja Miko dengan sangat sangat kuat ,dan menghasil kan bunyi yang sangat keras , tapi Miko masih saja tidak memeduli kan nya , karena dia terlalu fokus mendengar kan percakapan dari Headset Bluetooth nya


" Woi Mik , di depan ada si Ron !!"teriak Kagome ke telinga Miko


Miko yang mendengar nama Ron pun langsung saja berdiri , dan melihat ke depan dan mendapati diri nya sedang di kerjain oleh Kagome


" Kagome !!!"


" Hahahahahahah " ketawa Michael ,Mischa dan Kagome , Ivan hanya menggigit bibir nya supaya tidak tertawa , kalau tertawa bisa bisa nanti kepala nya tidak akan ada lagi di tubuh nya


Satu Kelas hanya bingung dengan apa yang baru saja terjadi , di wajah mereka seperti ada tanda tanya besar , tapi tidak dengan si guru yang marah karena kelas nya tidak berjalan lancar


" Kalian berlima !!, berdiri di depan kelas sekarang juga , sampai jam pelajaran saya selesai dan sesudah itu saya akan mengantar kalian ke ruang BK!!! " teriak guru itu kepada mereka berlima


" Lah kok saya kenak juga sih buk , kan tadi saja di kerjain sama Kagome , dan juga , ibuk gak punya hak untuk suruh saya buat ke ruang BK " balas Miko ,karena dia tidak mau ada masalah selama SMA , yang akan membuat nama baik nya rusak


" Lah kok lu aja sih , kan kita juga , dan gua itu gak ada salah apa apa , kenapa di suruh berdiri di depan kelas , dan ke ruang BK " sambung Ivan yang tidak mau kalau di hari kedua nya dia masuk sekolah sudah mendapat masalah


" Kalau lu gak salah kita gak ada salah juga dong , ya kan Mis ?" tanya Michael kepada Mischa dan mendapat anggukan oleh Mischa


" Kok rasa nya gua gak ada pembelaan ya ?" ucap Kagome yang memang merasa kalau diri nya bersalah


" Saya tidak mau tau , sekarang kalian berdiri di depan kelas dan nanti keruang BK , atau mau saya tambahin hukuman nya ?" tanya guru itu dengan nada sinis nya


" Tapi ka..... "


" Yaelah , cuman berdiri doang , gak masalah kali , dan juga , buk , kalau ibuk gak niat ngajar , bagus berhenti aja jadi guru , sekolah ini gak butuh guru kayak ibuk " Balas Mischa , dan berjalan meninggal kan kelas


Michael yang tau benar bagaimana sifat Mischa hanya mengikuti nya , tapi sebelum di mengikuti Mischa di berkata kepada Ivan , Kagome Dan Miko


" Lebih baik kalian ikutin aja Mischa " saran Michael


Mereka berlima berjalan ingin meninggal kan kelas dengan tatapan tajam guru itu


" Kamu yang paling depan!!! , coba kamu jelas kan apa saja yang terdapat di halaman 120 , kalau kamu tidak bisa menjawab nya , jangan harap kamu bisa masuk ke jam pelajaran saya lagi !!"


" Cuman halaman 120 ??" tanya Mischa dengan nada datar nya


Mischa langsung menjelas kan apa apa saja yang terdapan di halaman 120 , malah dia menjelas kan sampai halaman 130 , yang berhasil membuat semua orang yang ada di kelas itu melongo , termasuk Ivan yang belum tau tentang Mischa


" Udah kan ? , kalau mau ngasih soal itu yang sulit , jangan yang mudah " Ucap Mischa yang membuat seisi kelas menatap nya kagum


' Kenapa dia bisa tau , bukan nya dia anak baru , berarti dia belum ada buku dong , kok bisa sih dia hapal ? ' Ucap guru itu dalam hati nya


Mereka berlima kembali berjalan meninggal kan kelas , sampai mereka di luar kelas , Ivan langsung menutup pintu kelas dengan sangat keras yang membuat orang yang ada di dalam kelas kaget


" Gila , kok bisa sih lu hapal itu , kan lu belum dapat buku ?" tanya Ivan kepada Mischa yang mendapat kan tatapan aneh dari semua orang yang ada di sana


" Gua salah tanya ya ?" tanya Ivan lagi


" Gak , cuman lu harus tau kalau hal seperti itu biasa aja di keluarga Mereka " jelas Kagome yang kasihan dengan Ivan yang tak tau apa apa


" Gua udah belajar hal kayak gitu saat gua umur 5 tahun " jelas Mischa singkat


" Jadi kita berdiri di sini ?" tanya Michael dengan nada sok polos nya


" Lu aja , gua ke BK , terus gua pulang " ucap Miko santai lalu berjalan ke ruangan BK yang lumayan jauh dari sana


" Gua ikut lu "


" Gua juga lah "


" Kita ikut mereka ?"


" Ikut aja lah , dari pada nunggu di sini kayak orang gila, dan akan gua buat tu guru minggat dari sekolah , berani nya dia cari masalah sama gua ,cari mat..."


" Woi lu mau ikut gak Mis ?" tanya Michael yang sudah agak jauh dari nya


" Kampret lu , gua belum selesai ngomong tapi lu udah pergi aja " Mischa berlari mengejar mereka yang sudah berjalan terlebih dahulu