I Can Do It Or Maybe Not

I Can Do It Or Maybe Not
40.RUANG BK



Sekarang kelima orang itu sudah ada di depan ruang BK , tapi tidak ada satu pun yang berani membuka pintu ruangan itu , bukan karena apa , tapi seperti nya ada suara aneh yang keluar dari ruangan itu


" Itu ..." baru saja Kagome membuka mulut nya tapi sudah di hentikan oleh ...


" Diam dan amati saja yang sedang terjadi , karena mungkin saja ini akan menjadi keuntungan bagi kita " ucap nya


" Emang nya bisa kayak gitu ya ?" tanya Ivan yang memang paling tidak mengerti sitiasi dari yang lain


" Lu peak atau apa sih , ini akan membuat kita bisa pulang tanpa masalah , dan tidak akan ada hukuman " Jelas Michael


" Apa sih , gua gak ngerti yang kalian omongin " ucap Ivan lagi


' Sepertinya kepala nya harus di pukul dulu baru dia bisa ngerti ' Ucap mereka dalam hati


" Gua penasaran gimana orang yang otak nya dangkal kayak lu bisa masuk ke dalam kelas elit " balas Mischa yang sudah muak dengan ke bodohan Ivan


" Heheheh , kalau itu lu tanya aja sama si Miko , kan dia yang maksa buat gua masuk ke sekolah dan kelas elit itu " jelas Ivan kepada nya


" Dan Mik , apa sih yang lu maksud tadi , mereka jelasin nya gak jelas , bagus lu aja dah , kan kalau lu yang jelasin gua mungkin ngerti " yah , memang Miko lah yang tadi menghenti kan Kagome berbicara


" Liat dan pelajari apa yang akan gua lakuin , mungkin ini akan berguna untuk masa depan lu " balas Miko yang di angguki oleh Ivan dan yang lain nya


Tanpa aba aba Miko mendobrak pintu dan menjatuh kan diri nya ke lantai ,seolah olah dia di dorong yang menghasil kan pintu terbuka


" Aduh !! " ucal nya


' Kenapa lu gak jadi aktri aja sih Mik , pasti piala oskar lu yang menangin , kalau bakat akting lu kayak gini , sayang kalau cuma jadi pembisnis ' ucal mereka yang melihat akting Miko dalam hati


Di dalam ruangan , terdapat seorang pria tua yang sedang berdiri di belakang meja dan seorang wanita yang duduk di atas meja yang menghadap ke pria itu


Wanita itu memakai rok di atas lutut sedikit , yang jika dia mengangkang maka rok nya itu akan naik keatas , dengan tangan pria yang sudah masuk kedalam baju wanita itu , yang seperti nya ingin menanggal kan penghalang yang menahan dada wanita itu


Mata mereka tertuju kepada pintu yang terbuka tiba tiba , yang melihat kan lima orang murid dengan yang satu lagi terjatuh ke lantai , pria itu dengan cepat langsung melepaskan diri nya dari wanita yang langsung turun dari meja itu


Mereka membenarkan pakaian mereka dengan cepat , dan langsung menghadap ke arah pintu , yang masih terdapat lima orang anak dan yang satu nya masih terduduk di lantai


Miko langsung memberi kode kepada Kagome , Kagome yang kebetulan melihat Miko langsung mengerti apa yang di maksud Miko , Kagome langsung memain kan peran nya dengan baik


Ketiga orang yang masih berdiri itu menatap bingung dengan apa yang di lakukan Kagome , tapi dengan cepat pula Mischa dan Michael mengerti apa yang di lakukan Kagome


" Kenapa memang nya , kan salah dia sendiri yang gak mau ikutin apa kata gua , dan juga lu , jangan karena bokap lu itu kayak lu bisa se enak nya salahin gua " balas Mischa yang sudah ikut mendrama


" Itu betul tu apa kata kembaran gua , ini tuh salah dia , ngapain juga dia ngebantah kita , emang kalian pikir karena dia pintar jadi dia bisa se enak nya , di sini itu kalau lu gak kaya jangan sok sok an " sambung Michael membantu drama yang terjadi


" Apaan sih , kali..... " Ivan tidak bisa menyelesaikan kata kata nya , karena diri nya di tatap tajam oleh keempat orang yang sedang mendrama itu


' Kalau lu keceplosan , maka jangan harap lu bisa pulang dengan selamat ' begitu lah kira kira arti tatapan tajam mereka berempat


" Wah wah wah , ternyata gua bisa liat hal ini lagi , kenapa kalian selalu melakukan itu saat gua lagi ada urusan dengan salah satu dari kalian " ucap Ivan untuk mengalihkan ucapan yang baru saja dia kata kan


Keempat orang yang sedang mendrama itu terkejud dengan apa yang baru saja di kata kan Ivan , karena ternyata Ivan sudah dari awal memengang kendali , karena sudah mengetahui apa yang terjadi di antara kedua orang dewasa di depan mereka


" Tu.... Tuan .... Tuan muda Ivan , Ma.. Maaf ... , Maaf kan melancangan saya ,... , saya tidak tahu kalau anda akan ke sini " balas pria itu dengan gagap


" Pak kepala sekolah , apa kah itu yang anda lakukan saat tidak ada orang , sunggung aneh orang yang seharus nya bekarja paling banyak malah bersenang senang seperti ini " ucap Ivan lagi yang langsung membuat pria yang tak lain adalah kepala sekolah itu , dan wanita yang tentu saja adalah guru BK karena mereka ada di ruang BK , menjadi gugup


Miko yang merasa bisa mengendali kan situasi dari ada nya Ivan langsung berdiri dan Kagome juga langsung berdiri , mereka berempat saling memandang dan tersenyum menang


" Kalian berdua tidak perlu banyak tingkah , sekarang kami berlima mau pulang , jadi urus ini dan kami akan pergi sekarang " kata Ivan lagi , dan langsung saja beranjak pergi dari sana


Keempat orang itu hanya mengikuti Ivan dari belakang , sampai mereka ada di gerbang sekolah , Kagome langsung melompat gembira ke arah Ivan


"Gila Gila , gua gak nyangka kalau lu bisa buat tu kepala sekolah takut kayak gitu " ucap Kagome sambil merangkul pundak Ivan


" Jadi sekarang gimana kita pulang nya ?" tanya Ivan dan melepas kan rangkulan Kagome di pundak nya


" Bentar lagi jemputan nya datang " kata Miko santai


Tak lama setelah nya , datang sebuah mobil Alphad yang berhenti di depan mereka , turun Ron dari dalam mobil , Ron membukakan pintu untuk Miko , Miko langsung masuk ke dalam mobil dan di susul dengan yang lain nya


Ron yang menyetir , Ivan duduk di samping nya , Miko dan Kagome duduk di belakang pengemudi , dan Michael dan Mischa duduk di belakang Miko dan Kagome