I Can Do It Or Maybe Not

I Can Do It Or Maybe Not
36. TERLUPAKAN



" Mik kok rasanya si Ivan itu kayak baru liat hantu aja ya "


" Entah lah "


" Miko kenapa mereka bisa dengan mudah nya masuk ke dalam rumah kita ??" Suri yang sudah menahan pertanyaan nya sedari tadi akhir nya menanyakan nya


" Ron itu sangat hebat dengan IT , jadi sangat mudah baginya untuk mengetahui informasi tentang pertukaran penjaga , dan saat itu lah dia mulai beraksi "


" Kalau gitu kenapa dia bisa masuk ke kamar kamu , kan pintu balkon pakai kunci , dan hanya bisa di buka dengan sidik jari kamu "


" Kalau soal itu , kan Ron sangat hebat tu di bidang IT , jadi mudah saja bagi nya untuk memasuki sidik jari nya di kunci itu "


" Jadi dengan kata lain , dia bisa saja keluar masuk kedalam rumah kita tanpa sepengetahuan kita ,begitu ?" kini bukan Suri lagi yang bertanya , melain kan Nathan


" Betul pih " jawab Miko santai


" Kamu sesantai itu , bagai mana kalau dia macam macam ??" tanya Michael


" Dia tidak akan melakukan itu , kalian tidak dengar apa yang dia kata kan Ivan , pria yang satu lagi itu , yang ada di samping Ron, mereka akan mendapati kepalanya tidak di tempat yang tidak seharus nya jika mereka melakukan sesuatu kepada ku "


" Jadi kalian jangan khawatir , okey "


" Baik lah, sekarang kita makan malam dulu ya , karena ini sudah waktu nya "


" Siap mih " jawab mereka kompak


Sesampai nya di depan pintu kamar , Miko merasakan seperti nya ada yang tertinggal , tapi apa , Miko membalikkan badan nya , dan mendapati kalau ada yang menatap nya dengan tatapan ingin membunuh


" Kok kalian lupain Kagome sih , kan Kagome dari tadi ada disini , kenapa kayak gak ada , sering kali Kagome di anggap gak ada " ucap orang yang menatap Miko dengan tatapan membunuh tadi ,yang tidak lain adalah Kagome


Semua orang yang sudah melewati pintu masuk lagi , dan memandang Kagome yang masih duduk di tempat tidur , Kagome memasang wajah kesal nya , mereka baru ingat kalau dari tadi ternyata Kagome ada di sana , tempat mereka membahas hal hal tadi


' Kenapa kita bisa lupa dengan Kagome , pada hal dia dari tadi ada di sana , kenapa bisa terlupakan ???' ucap mereka dalam hati


" Kalian jahat "


" Bukan begitu Kagome , bukan kah sekarang sudah waktu nya makan malam , jadi kenapa kita tidak makan saja sekarang , ayo Kagome " ucap Nathan mengalihkan pembicaraan


' Untung saja berhasil mengalih kan pikiran nya , kalau tidak bisa bisa kami tidak akan tidur malam ini ' mereka yang sudah tau bagaimana sifat Kagome merasa senang karena masalah nya tidak berkepanjangan


Sesampai nya mereka di meja makan , di sana sudah tertata rapi semua makanan dan alat alat makan nya , semua nya duduk di kursi masing masing , dan melahap makanan yang ada di depan mata mereka


Siap makan , mereka berkumpul di ruang keluarga sebentar , untuk membahas lebih lanjut tentang apa yang tadi sempat direncanakan tetap terputus


" Mih , kenapa kami harus jadi teman seangkatan sama Miko , kan kami bisa aja jadi kakak kelas mereka ??" tanya Mischa yang tidak mau lama lama di sekolah yang membosan kan menurut nya


" Kalau kalian jadi kakak kelas nya , kalian tidak bisa memantau setiap gerak gerik mereka , yang mami mau itu adalah , kalian memantau mereka , bahkan saat di kamar mandi sekalian "


" Jangan donk , nanti dikira orang mesum lagi Michael , ya'kan Mischa "


" Maksud nya jangan kamu juga yang ke kamar mandi ,kan bisa Mischa , ya kan Mis ?"


Mischa yang bingung harus menjawab yang mana , mami nya atau kemaran nya , akhir nya dia menutuskan


" Terserah , Mischa hanya akan mengikuti alur nya saja "


" Kenapa bisa begitu , emang nya kamu mau kita jadi teman nya si Miko , kan nanti ...."


" Benar , di sana , kita bisa liat siapa yang lebih pintar , kita atau dia , soal nya aku masih gak percaya aja , masa dia bisa punya perusahaan yang lebih maju dari punya ku "


" Oke lah , kalau itu menang keinginan mu kebaran ku "


" Oke , sekarang sudah deal , kalau kalian akan ke sekolah , dan itu besok "


" Oke " jawab mereka serentak


" Sekarang kita kembali kekamar masing masing "


" Siap bos "