I Can Do It Or Maybe Not

I Can Do It Or Maybe Not
38.ANAK BARU LAGI



Dalam perjalanan ke sekolah , Miko mengemudikan Mobil nya dan Kagome duduk di sebelah nya


" Kenapa kita sangat terburu buru?? , bukan nya masih ada waktu setengah jam lagi , dan juga bukan nya lu udah biasa terlambat ??" tanya Kagome kepada Miko


" Lu harus nya bersyukur karena gua narik lu tadi , kalau gak, bisa bisa kita mati di tempat " jelas Miko tetapi tidak di mengerti oleh Kagome


" Maksud nya ??"


" Mami gua itu kalau masak gak pernah ada yang nama nya enak , kalau gak percaya , tanya aja sama Papa Mama lu "


" Ooh , iya gua pernah dengar Papa bilang jangan sampai Suri mengentuh dapur , kalau tidak maka akan ada yang nama nya kiamat "


" Tu , dengar apa kata Papa lu , jangan pernah buat Mami gua ke dapur , atau sama saja dengan kiamat "


Di sisi lain , di sebuah motor moge , terdapat seorang pemuda membonceng seorang pemudi


" Untung aja kita cepat tanggap , kalau gak bisa bisa kita mati di tempat " ucap pemuda itu


" Iya , untung aja , tapi lu tau gak jalan ke sekolahan nya Miko ?"


" Ehhh, iya juga ya , kita kan mau ke sekolah , gua lupa , pakai GPS hp lu gih , gua gak tau jalan nya , ini aja jalan mau ke kantor Papi " jelas pemudi itu yang tak lain adalah Michael


" Bentar " balas pemudi itu yang tak lain adalah Mischa


" Nih , ikutin aja alur nya "


Di sisi lain nya lagi , terdapat seorang pria dewasa yang duduk di kursi penumpang mobil mewah , di sana dia merenungkan pikiran nya


' Bagaimana perut Miko ya , apa dia sempat menelan makanan itu , harus nya aku memberitahu nya lebih cepat , kasihan anak ku yang satu itu ' pikir nya dalam hati


Di sisi lain , terdapat mobil nya baru saja memasuki halaman sekolah , dan memakirkan mobil nya di parkiran sekolah , turun dua orang gadis cantik dari dalam nya


" Kok kalian datang nya cepat banget ?" tanya seseorang dari belakang mereka


" Gila apa , kan lu yang datang nya cepat , kok malah kami yang di bilang cepat " balas Kagome


" Serah deh , sekarang kita ke kelas yuk "


Mereka berjalan berdampingan , mereka menjadi pusat perhatian , karena ada nya dua gadis cantik yang menemain satu orang lelaki tampan


" Anak anak , seperti nya kita kedatangan murid baru lagi , kalian cepat lah masuk " ucap kiki kepada orang yang ada di depan kelas


Masuk lah dua orang kedalam kelas itu , yang membuat seluruh kelas menjadi riuh , karena anak baru datang lagi , dan mereka cantik dan tampan


"Halo semua nya , perkenalkan nama gua MICHAEL PRINCE HALILINTAR dan ini kembaran gua MISCHA PRINCESS HALILINTAR " ucap Michael kepada semua orang yang ada di sana untuk memperkenal kan diri nya dan juga Mischa


" Baik lah , sekarang kalian duduk di sebelah Ivan , Ivan angkat tangan mu , supaya mereka tau kamu di mana " kata Kiki , Ivan menuruti apa yang di kata kan Kiki dan mengankat tangan nya


Michael dan Mischa berjalan ke arah Ivan , lalu berjalan ke arah tempat kosong yang ada di sana


"Baik lah , hanya itu yang mau bapak sampai kan , semoga pelajaran kalian menyenangkan " kata Kiki dan langsung meninggal kan ruang kelas


" Kok gua ada di belakang lu sih " kata Michael


" Emang nya gua mau ada di sepan lu , gak !!" balas Kagome


" Kok kalian jadi berantem sih , baru juga ketemu "


" Kami tadi udah ketemu " balas mereka serentak


" Jangan niru niru gua " ucap mereka serentak lagi


"Udah diam , kalian kok ribur aja sih kalau ketemu , kayak kucing sama anjing aja " balas Miko tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku yang dia baca


" Dia yang mulai luan " balas mereka kompak lagi


" Bisa gak jangan niru niru " ucap mereka serentak lagi


" Udah lebih baik kalian diam " sekarang Mischa yang turun tangan , langsung membuat ke dua orang itu diam , karena mereka tau kalau Mischa marah , maka itu kurang lebih akan sama dengan kemarahan Suri yang bisa membuat kiamat


" Hebat mereka langsung diam " balas Ivan yang sudah budek mendengan perdebatan Kagome dan Michael , walau pun baru sebantar


" Karena mereka takut , soal nya kalau Mischa udah turun tangan , mereka berdua akan menjadi hidup segan mati pun gak bisa " jelas Miko kepada Ivan yang terlihat kagum


" Oohhh "