I Can Do It Or Maybe Not

I Can Do It Or Maybe Not
49.DEBAT



" apa kan gua bilang, kalah lu sama gua kalau main ini, sok an sih lu, bilang bisa menang dari gua kalau main ini " ucap Michael dengan sombong nya


" Ya serah gua dong, kan mana tau gua bisa menang dari permainan yang paling lu yakin lu bisa menang supaya gak banyak omong lagi lu " balas Kagome gak mau kalah


" Banyak gaya lu , lu tu--- "


" Kami kembali "


" Ngapain kalian pergi lama lama ?, berdua lagi "


" Menurut lu ?"


" Nganu kan kalian ?"


" Ngau apa sat ?"


" Ya nganu "


" Gak jelas lu "


" Lu lebih gak jelas "


" Kalian bahas apa an sih ? " ucap Ron yang baru saja datang


" Bukan urusan lu " balas Michael, Mischa, dan Kagome kompak


" Ya serah lah , itu udah waktu nya kita main , Ivan nunggu di sana " jelas Ron untuk kedatangan nya


" Udah lah , gua gak mau main lagi, gua mau pergi " ucap Mischa dengan kesal lalu pergi dari sana


" Lah ngapa dia ?, kok emosian?"


" Ya udah lah , kalau dia pergi gua juga pergi , soal nya gua juga ada urusan " Miko juga ikut pergi meninggalkan mereka


" Lah kalau gitu gak bisa main donk kita, gak ada teman nya "


" Ya udah sih , kita pulang aja "


Mereka pun pergi meninggalkan Ron sendiri an yang masih bingung dengan ala yang terjadi, lalu Ron pun kembali ke tempat Ivan, dan mengatakan apa yang terjadi


" Lah gila , udh capek capek kita nunggu , malah gak jadi , gini amat nasib gua "


" Lu pikir gua gak ?"


" Hei kalian jadi main gak ?, kami juga mau main , bukan kalian aja " ucap orang yang mengantri di belakang


" Iya benar itu "


" Kami juga mau main "


" Emang kalian aja yang mau main ?"


" Ah iya iya , kami gak jadi main " Mereka pun pergi dari sana


" Sial banget sih hari ini , udh kita gak main main , ngantri tapi malah gak jadi " Ivan mengutarakan isi hati nya


" Biasa kan aja, nanti makin sering kok kek gini " ucap Ron pasrah


Mereka berjalan menuju parkiran, ternyata di sana yang lain sudah menunggu mereka kecuali Miko


" Hei kalian lama sekali "


" Ngapain aja kalian ?"


" Masih bengong cepat!! "


Ron dan Ivan saling memandang, lalu berlari ke arah mereka, dengan pasrah


" Mana Miko ? " tanya Ron yang baru aja sadar akan tidak ada nya Miko


" Ngak tau , dia emang gak ada ke sini " Balas Kagome


" Ya udah kita masuk mobil aja dulu, nanti gua telpon dia "


Mereka pun masuk ke mobil sesudah Ron membuka kunci mobil , dalam perjalanan mereka , Ron menelepon Miko


Setelah beberapa kali menelepon, akhir nya Miko mengakat telpon tersebut


" Hallo , gua di perusahaan, kalian di mana ? , kok lama kali , udah dari tadi gua tunggu, udah mandi pula gua "


" Lah kok bisa ?? Lu udh sampai di perusahaan , kami aja baru keluar dari parkiran "


" Lah kokkk , kalian baru keluar? , kan udh dari tadi "


" Kok lu bis.... , tunggu, jangan bilang lu pakai jalur itu ?"


" Iyaa , gua pakai jalur itu , kan lebih cepat dan bagus sih menurut gua "


" We gila ya lu , kan jalur itu belum resmi , ngapain lu pakai itu , kalau ada kenapa kenapa sama lu kek mana ?? "


" Ya kan sekarang gua gak kenapa kenapa jadi gak usah panik juga kali "


" Wahhb gila , gua gak percaya lu bisa kek gitu "


Tanpa mendengar jawaban Miko , Ron langsung saja mematikan sambungan telpon tersebut, dengan wajah panik, dan mempercepat laju kendaraan nya


" We we selo aja , ngapain ngebut "


" Miko pasti terluka , harus cepat ke sana , kalau gak pasti dia tutupin "


" Maksud lu ?"


" Kalian tau gak , kalau jalur yang di ambil Miko itu berbahaya kali, soal nya jalur itu belum siap untuk di guna kan , jadi itu bahaya kali "


" Maksud lu apa an sih? , yang jelas dong "


" Kalian tau kan , kalau Kami selalu menggunakan jalur cepat kalau ada hal yang mendesak, jadi kami selalu membuat jalur untuk itu , dan itu baru di mulai, beberapa tahun ini jadi belum semua jalur itu ada , termasuk jalur Mall ke perusahaan , karena gua tau kalau Miko itu gak suka ke Mall, maka nya gua pikir kalau jalur itu bisa di buat Kapan kapan aja "


" Terus masalah nya apa ?"


" Kami buat jalur itu di bawah tanah, jalur rahasia yang hanya kami yang tau , udah memperkirakan hal itu gak akan sampai ketahuan, bahkan ada jalur yang membentang di lautan luas , pokok nya itu jalur gak ada yang aman sebelum di selesai kan "


" Jadi walau pun jarak Mall sama perusahaan itu gak jauh, tapi untuk jalur ke Mall , itu harus melewati lubang yang kecil , kita cuman bisa merangkak, dan lubang itu masih lubang tanah, yang kita gak tau ada ada di sana , soal nya gua belum ajukan membangunan untuk jalur itu "


" Kalian bayangin aja, merangkak di lubang yang hanya tanah, terus gelap , dan gak jelas "


" Wah ,kalian gila , kok bisa sih kalian buat hal kayak gitu , kalian gak mikir kalau itu bahaya ?"


" Semua itu ide nya Miko , semua hal itu pokok nya ide Miko , gua cuman tinggal menjalankan nya aja "


" Oke kita sampai , sekarang kita tinggal ke ruangan dia aja "


Semua nya langsung aja turun dari mobil, berlari ke kantor Miko , apa lagi Ron yang sangat khawatir dengan keadaan Miko


" Miko lu baik baik aja kan ?" tanya Ron sesaat sesudah membuka pintu ruangan


Di sana tampak Muko sedang membalut lutut nya dengan perban , Miko yang memasang wajah terkejut karen kedatangan mereka yang heboh


" Kalian ngapain sih , gua gak apa apa "


" Apa nya yang gak apa apa, lu luka kan, maka nya jangan asal pakai jalur aja , tau jalur itu belum di bangun, jadi luka kan "


Tanpa babibu Ron langsung mengambil perban yang ada di tangan Miko lalu membantu Miko untuk membalut luka nya , tang terdapat di kedua siku dan kedua lutut nya , dan sedikit goresan yang ada di lehernya


" Kok leher juga kena sih ? , lu ngapain aja sih ?" Tanya Ron dengan panik


" Ngalain panik sih , cuman tergores aja kok "


" Wah parah , dunia serasa milik berdua aja ya ?" ucap Kagome dengan nada agak kesal


" Hahah iya , parah kalian " ucap Michael


" Emang nya kalian gak khawatir sama Miko, di sampai luka luka kek gini ?"


" Ngapain khawatir sama dia yang kayak gitu, lu gak tau aja kalau dia waktu kecil kayak mana " balas Mischa


" Gua tau , gua tau semua hal tentang dia "


" Karna gua udah sama dia dari kecil "


Ucapan Ron membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut