
" apa kan gua bilang, kalah lu sama gua kalau main ini, sok an sih lu, bilang bisa menang dari gua kalau main ini " ucap Michael dengan sombong nya
" Ya serah gua dong, kan mana tau gua bisa menang dari permainan yang paling lu yakin lu bisa menang supaya gak banyak omong lagi lu " balas Kagome gak mau kalah
" Banyak gaya lu , lu tu--- "
" Kami kembali "
" Ngapain kalian pergi lama lama ?, berdua lagi "
" Menurut lu ?"
" Nganu kan kalian ?"
" Ngau apa sat ?"
" Ya nganu "
" Gak jelas lu "
" Lu lebih gak jelas "
" Kalian bahas apa an sih ? " ucap Ron yang baru saja datang
" Bukan urusan lu " balas Michael, Mischa, dan Kagome kompak
" Ya serah lah , itu udah waktu nya kita main , Ivan nunggu di sana " jelas Ron untuk kedatangan nya
" Udah lah , gua gak mau main lagi, gua mau pergi " ucap Mischa dengan kesal lalu pergi dari sana
" Lah ngapa dia ?, kok emosian?"
" Ya udah lah , kalau dia pergi gua juga pergi , soal nya gua juga ada urusan " Miko juga ikut pergi meninggalkan mereka
" Lah kalau gitu gak bisa main donk kita, gak ada teman nya "
" Ya udah sih , kita pulang aja "
Mereka pun pergi meninggalkan Ron sendiri an yang masih bingung dengan ala yang terjadi, lalu Ron pun kembali ke tempat Ivan, dan mengatakan apa yang terjadi
" Lah gila , udh capek capek kita nunggu , malah gak jadi , gini amat nasib gua "
" Lu pikir gua gak ?"
" Hei kalian jadi main gak ?, kami juga mau main , bukan kalian aja " ucap orang yang mengantri di belakang
" Iya benar itu "
" Kami juga mau main "
" Emang kalian aja yang mau main ?"
" Ah iya iya , kami gak jadi main " Mereka pun pergi dari sana
" Sial banget sih hari ini , udh kita gak main main , ngantri tapi malah gak jadi " Ivan mengutarakan isi hati nya
" Biasa kan aja, nanti makin sering kok kek gini " ucap Ron pasrah
Mereka berjalan menuju parkiran, ternyata di sana yang lain sudah menunggu mereka kecuali Miko
" Hei kalian lama sekali "
" Ngapain aja kalian ?"
" Masih bengong cepat!! "
Ron dan Ivan saling memandang, lalu berlari ke arah mereka, dengan pasrah
" Mana Miko ? " tanya Ron yang baru aja sadar akan tidak ada nya Miko
" Ngak tau , dia emang gak ada ke sini " Balas Kagome
" Ya udah kita masuk mobil aja dulu, nanti gua telpon dia "
Mereka pun masuk ke mobil sesudah Ron membuka kunci mobil , dalam perjalanan mereka , Ron menelepon Miko
Setelah beberapa kali menelepon, akhir nya Miko mengakat telpon tersebut
" Hallo , gua di perusahaan, kalian di mana ? , kok lama kali , udah dari tadi gua tunggu, udah mandi pula gua "
" Lah kok bisa ?? Lu udh sampai di perusahaan , kami aja baru keluar dari parkiran "
" Lah kokkk , kalian baru keluar? , kan udh dari tadi "
" Kok lu bis.... , tunggu, jangan bilang lu pakai jalur itu ?"
" Iyaa , gua pakai jalur itu , kan lebih cepat dan bagus sih menurut gua "
" We gila ya lu , kan jalur itu belum resmi , ngapain lu pakai itu , kalau ada kenapa kenapa sama lu kek mana ?? "
" Ya kan sekarang gua gak kenapa kenapa jadi gak usah panik juga kali "
" Wahhb gila , gua gak percaya lu bisa kek gitu "
Tanpa mendengar jawaban Miko , Ron langsung saja mematikan sambungan telpon tersebut, dengan wajah panik, dan mempercepat laju kendaraan nya
" We we selo aja , ngapain ngebut "
" Miko pasti terluka , harus cepat ke sana , kalau gak pasti dia tutupin "
" Maksud lu ?"
" Kalian tau gak , kalau jalur yang di ambil Miko itu berbahaya kali, soal nya jalur itu belum siap untuk di guna kan , jadi itu bahaya kali "
" Maksud lu apa an sih? , yang jelas dong "
" Kalian tau kan , kalau Kami selalu menggunakan jalur cepat kalau ada hal yang mendesak, jadi kami selalu membuat jalur untuk itu , dan itu baru di mulai, beberapa tahun ini jadi belum semua jalur itu ada , termasuk jalur Mall ke perusahaan , karena gua tau kalau Miko itu gak suka ke Mall, maka nya gua pikir kalau jalur itu bisa di buat Kapan kapan aja "
" Terus masalah nya apa ?"
" Kami buat jalur itu di bawah tanah, jalur rahasia yang hanya kami yang tau , udah memperkirakan hal itu gak akan sampai ketahuan, bahkan ada jalur yang membentang di lautan luas , pokok nya itu jalur gak ada yang aman sebelum di selesai kan "
" Jadi walau pun jarak Mall sama perusahaan itu gak jauh, tapi untuk jalur ke Mall , itu harus melewati lubang yang kecil , kita cuman bisa merangkak, dan lubang itu masih lubang tanah, yang kita gak tau ada ada di sana , soal nya gua belum ajukan membangunan untuk jalur itu "
" Kalian bayangin aja, merangkak di lubang yang hanya tanah, terus gelap , dan gak jelas "
" Wah ,kalian gila , kok bisa sih kalian buat hal kayak gitu , kalian gak mikir kalau itu bahaya ?"
" Semua itu ide nya Miko , semua hal itu pokok nya ide Miko , gua cuman tinggal menjalankan nya aja "
" Oke kita sampai , sekarang kita tinggal ke ruangan dia aja "
Semua nya langsung aja turun dari mobil, berlari ke kantor Miko , apa lagi Ron yang sangat khawatir dengan keadaan Miko
" Miko lu baik baik aja kan ?" tanya Ron sesaat sesudah membuka pintu ruangan
Di sana tampak Muko sedang membalut lutut nya dengan perban , Miko yang memasang wajah terkejut karen kedatangan mereka yang heboh
" Kalian ngapain sih , gua gak apa apa "
" Apa nya yang gak apa apa, lu luka kan, maka nya jangan asal pakai jalur aja , tau jalur itu belum di bangun, jadi luka kan "
Tanpa babibu Ron langsung mengambil perban yang ada di tangan Miko lalu membantu Miko untuk membalut luka nya , tang terdapat di kedua siku dan kedua lutut nya , dan sedikit goresan yang ada di lehernya
" Kok leher juga kena sih ? , lu ngapain aja sih ?" Tanya Ron dengan panik
" Ngalain panik sih , cuman tergores aja kok "
" Wah parah , dunia serasa milik berdua aja ya ?" ucap Kagome dengan nada agak kesal
" Hahah iya , parah kalian " ucap Michael
" Emang nya kalian gak khawatir sama Miko, di sampai luka luka kek gini ?"
" Ngapain khawatir sama dia yang kayak gitu, lu gak tau aja kalau dia waktu kecil kayak mana " balas Mischa
" Gua tau , gua tau semua hal tentang dia "
" Karna gua udah sama dia dari kecil "
Ucapan Ron membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut