
Semua pandangan tertuju kepada Miko dan yang lain yang baru saja masuk ke dalam ruang rapat dengan sangat dramatis
" Apa yang kalian lakukan , apa kalian tidak tau kalau di sini sedang di adakan rapat ?!" tanya seorang pria yang tidak lain adalah kepala sekolah
" Sebelum nya maaf karena terlambat , tapi kami datang ke sini untuk menghadiri rapat, perkenal kan saya Tan Xiau Nathan adalah salah satu investor sekolah ini " jelas Nathan tentang keberadaan nya , semua yang ada disana terkejut bukan main , pasal nya , seorang yang maha kuasa nan sibuk seperti Nathan malah sempat sempat nya datang ke sana
" Selamat datang tuan , saya sudah menunggu anda , apa ada yang anda butuh kan " kata seseorang yang tidak lain adalah utusan Ron untuk menghadiri rapat, dia mengambil tiga kursi untuk di dudukki oleh atasan nya , dia mendorong nya ke arah Ron , Miko langsung saja duduk di salah satu kursi , dan di ikuti oleh Kagome , tertinggal satu lagi kursi yang kosong , tentu saja Nathan yang duduk
" Tidak ada ,kamu bisa urus urusan kamu setelah ini biar saya saja yang mengurus di sini " Balas Ron yang mendapat keterkejutan oleh semua orang yang ada di sana , pasal nya mereka tau kalau Rui ( orang utusan Ron ) adalah orang yang bertanggung jawab atas 51 % saham di sekolah itu dan dia sangat hormat dengan Ron
" Baik tuan , kalau begitu saya pamit undur diri " Rui langsung pergi dari sana dan menutup pintu supaya tidak ada yang bisa mendengar apa yang mereka bicarakan pasal nya itu ruangan kedap suara
" Baik lah , sekarang saya langsung beritahu mengapa saya langsung turun tangan terhadap rapat yang sepele ini " uacap Ron dengan penekanan di setiap kata nya
"APA MAKSUD KALIAN MEMBAHAS SOAL INI HAH ?! , APA KALIAN SUDAH TIDAK MAU HIDUP LAGI , ATAU KALIAN SUDAH BOSAN HIDUP , KALAU BEGITU KALIAN TIDAK USAH MAIN MAIN DENGAN SAYA , LANGSUNG SAJA BILANG AKAN SAYA KABUL KAN " ucap Ron yang menggema ke seluruh ruangan , para orang yang menghadiri rapat hanya menundukan kepala nya tanpa melihat ketiga murid yang dari tadi ada di sana
Nathan yang mendengar apa yang di kata kan oleh Ron terkejut bukan main , pasal nya baru pertama kali dia melihat orang yang seperti ini
' Jadi begini cara kerja nya , pantas saja perusahaan Miko berkembang pesat , ternyata ada orang seperti ini yang menolong nya , kemana saja kamu selama ini nak ' kata Nathan dalam hati nya
" A... a..pa ... mak..mak..sud anda...tuan , saya...ti...tidak ...me...menger...ti ? "
" SEKARANG KALIAN PURA PURA BODOH HAH , APA KALIAN PIKIR KAMI TIDAK TAU APA YANG KALIAN LAKUKAN , KALIAN MAU MENJEBAK KAMI , APA KALIAN LUPA KALAU KAMI BUKAN SEMBARANG ORANG "
" Kalau bukan karena Tuan Besar Scuel , kalian semua sudah tidak akan bisa ada di sini , kalian tau , dia sangat baik dan sopan , bagaimana bisa orang sebaik dia mendapat saudara dan anak seperti kalian " akhir nya Miko turun tangan juga
Yang ada di sana awal nya terkejud dengan suara yang tak asing bagi mereka , baru mereka melihat ada siapa saja di sana , tambah terkejud lagi ternyata disana ada Kagome kerena Kagome dan Miko melepaskan topeng yang mereka kenakan saat turun dari mobil dan yang satu lagi tidak mereka kenal kecuali kepala sekolah yang baru saja tadi menerima Ivan
Mereka tau kalau kagome adalah anak dari seseorang yang tidak bisa di ganggu , karena Kagome tidak mengganti nama keluarga nya , mereka langsung takut dengan apa yang sudah mereka lakukan
" Nak Miko , kenapa kamu ada di sini , sekarang sedang di adakan rapat , lebih baik kamu dengan Nona Kagome dan Tuan muda Ivan pergi dari sini , karena disini tidak ada yang bisa kalian lakukan , ini urusan kami para orang dewasa " ucap kepala sekolah , semua yang ada di rapat itu sontak melihat ke arah kepala sekolah yang ternyata menganal Ivan dan memanggil nya dengan sebutan Tuan muda
" Kapan aku masuk ke kartu keluarga mu , seperti nya aku hanya memiliki satu papi san satu mami " kata Miko yang membuat sang kepala sekolah marah sekaligus malu
" Pak mesum , kalau sudah salah di akui saja , dari pada nanti hukuman nya lebih parah , jangan hanya pandai menjilat , nanti orang pikir kamu itu anjing , yang hanya menjilat untuk bertahan hidup " ucap Ivan yang membuat Kagome tidak bisa menahan tawa nya
" Hahahah .... , lu panggil dia apa tadi, mesum , anjing , kok berani sih lu panggil dia kayak gi.." kata Kagome yang terputus karena mendapati Miko yang sudah melotot ke arah nya untuk menyuruh dia diam
" Oke gua diam , gak ketawa lagi "
" Bagus "