
Nathan nya melihat anak nya itu hanya tersenyum , dalam pikir nya Miko sudah menjadi anak yang baik , dan memiliki teman yang baik juga
" Pak kepala sekolah ,apa boleh saya tau , apa yang sebenar nya terjadi disini , kenapa kalian mau melakukan ini , bukan kah itu sama saja dengan menggali kuburan sendiri , atau anda meremehkan saya , saya sangat tidak suka dengan orang yang hanya mementingkan kepantingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan bersama " Nathan mulai mengikuti permainan Miko dan Ron
" Bukan be...."
" Saya tidak suka ada yang membantah saya , apa anda tau , orang yang berani membantah saya akhirnya bagaimana " ucap Nathan yang membuat orang disana menelan saliva nya kasar kecuali Miko , Kagome dan Ron , bahkan Ivan saja takut
" I...iya tuan "
" Bukan kah kalian terlalu menekan mereka , apa kalian tau kalau itu akan membuat mereka takut , bukan nya tidak baik seperti itu " ucap seseorang yang baru saja membuka pintu dan di samping nya ada seseorang juga
Miko yang sudah hafal dengan suara itu, langsung saja berdiri dan berjalan ke arah pintu , di sana dia memukul orang itu dengan melayangkan tangan kanan nya tapi dengan cepat orang itu menahan nya
" Apa begini cara lu me..."
Belum selesai dia mengatakan apa yang dia inginkan Miko kembali mengayun kan tangan kiri nya , dan tetap berhasil di tahan oleh orang itu
" Tangan lu sudah gua tahan keduanya , jadi lu gak bi..."
Miko kembali melayang kan tendangan nya , tapi di tahan dengan orang yang ada di sebelah orang yang dia serang
" Gila , dengarkan dulu apa yang mau gua bilang napa , jangan main serang serang aja "
" Gak malu kalian main dua lawan satu , udah pada besar lagi "
" Lu aja yang main kelahi kelahi aja , coba gak gua tahan bonyok tu muka dia , mau lu kena marah sama mami "
" Gua bilang aja kalian yang mulai duluan , kalian liat papi , dia dukung gua , dan ada Kagome juga , mami gak akan percaya sama kalian " ucap Miko menunjuk Nathan dan Kagome dengan muka nya
" Papi jangan pilih kasih donk ,kan dia deluan yang main serang Michael , ya'kan Mischa ? " tanya Michael kepada kembaran nya itu , Michael melepas kan tangan nya yang menahan serangan Miko dan Miko kembali ke tempat duduk nya tadi
" Kenapa kalian ada di sini bukan nya kalian harus nya ada dia canada , kenapa kalian pulang tanpa kasih tau papi ? " tanya Nathan , bukan nya menjawab apa yang di tanya kan , tapi malah menanya kan lagi
" Lu sih kenapa main masuk aja , kan hilang jadi nya kesan keren kita, buakan nya keren mala kena marah pula nanti gimana jelasin nya ke mami " bisik Michael kepada kembaran nya
" Pala lu , kan gua udah bilang tadi , kalau papi ada di dalam , lu lah yang main masuk aja , kok jadi gua " balas bisik oleh Mischa
" Ngapain kalian bisik bisik di sana , papi dengar apa yang kalian bilang "
" Maaaa ......maaff sebelum nya tuan , tapi kalau boleh saya berbicara , mereka adalah yang meminta kami untuk malakukan itu semua " jelas kepala sekolah sambil menunjuk Michael dan Mischa
" Sorry ya , kami itu gak ada nyuruh kalian buat itu, kan kami cuman nyaranin doang , gak ada buat nyuruh kalian , kalau kalian gak percaya kami ada rekaman nya " ancam Mischa
" Ta... tapi ka..."
" Gak akan kok , kalau pun kalian gak bisa nanganin ini kami bisa kok nanganin nya , ya'kan Mischa ? "
" Lu bisa diam aja gak, lu liat tu muka papi, kayak mau makan orang " balas Mischa berbisik
" Tapi kan udah kelanjur , dan yang buat rencana ini kan lu , gua mah ikutan aja " balas bisik Michael
" Kalau gitu , pilihan terbaik kita adalah ..."
" KABUR "
Michael dan Mischa lari keluar dari ruangan dan pergi entah ke mana
' Apa yang sebenarnya terjadi ' tanya semua orang yang ada di sana dalam hati
" Baik lah, sekarang kita semua tau kalau ini semua sudah di rencanakan oleh orang lain, jadi kita gak akan bahas lagi, dan buat kalian , jangan sampai termakan omongan orang lain lagi , sekarang rapat udah selesai semua nya bubar " ucap Ron yang sudah tau seperti apa sebenar nya situasi saat ini
Semua nya bubar dari sana , dan hanya menyisahkan , Nathan , Miko , Kagome , Ron , dan Ivan
" Sekarang kita balik ke rumah " ucap Nathan kepada Miko
" Ron kamu antar aja Ivan pulang dulu , nanti baru ke perusahaan lagi, dan Kagome lu ikut kami pulang aja " ucap Miko
" Baik , kalau begitu kami permisi " ucap Ron sambil menarik tangan Ivan mereka pergi dari sana
" Gua gak mau di rumah aja gak ada kerjaan , kita ke perusahaan aja langsung " ucap Ivan dan di balas anggukan oleh Ron
Di tengah perjalan Ivan mengingat sesuatu
" Oh iya , baju sama tas mereka gimana ? "
" Nanti pas urusan di perusahaan udah selesai kita antar ke rumah Miko "
Di sisi lain Nathan dan Miko bersama dengan Kagome masih menunggu jemputan mereka
Tak lama kemudian datang supir yang menjemput mereka , Kagome duduk di sebelah supir dan Miko bersama Nathan duduk di kursi penumpang
Sesampai nya di rumah mereka langsung masuk ke dalam halaman rumah dan di sana sudah ada suri yang berdiri menunggu kedatangan mereka dengan melipat tangan di dapan dada nya
" Akhir nya kalian pulang juga "