I Can Do It Or Maybe Not

I Can Do It Or Maybe Not
19. HENDRI [3]



Semua yang ada di sana sontak melihat dari mana asal suara tersebut, dan terlihat bahwa denis sedang dalam keadaan yang tidak baik (tubuh yang gemetar dan keringat dingin), lalu denis langsung berjalan ke depan dan berhenti di depan tempat dimana Miko dan yang lain(Kagome dan Ron) berada ,karena tempat dimana Miko duduk lantai nya lebih tinggi dari yang lain denis bediri tepat diantara lantai itu


" Maaf ,saya tidak tau apa apa LORD ,saya hanya di beritahu kalau dia harus masuk ke geng kita , dan yang menyuruh saya adalah dia" kata Denis sembil menunjuk ke arah dimana Ivan berada


Semua orang sontak melihat kearah Ivan ,ya memang benar kalau citra Ivan disana tidak bagus , tetapi dia orang yang jujur ,karena itu Miko sendiri yang membawanya kedalam geng tersebut


" Jadi dia yang sudah melanggar peraturan yang sudah di tentukan " jawab Ron yang di balas anggukan oleh Denis


'*T*ernyata dia menuruti apa yang gue bilang ' ucap Hendri dan Ron secara bersaman dalam hati


" Oke ,jadi sekarang kita semua tau siapa yang sudah melanggar peraturan yang sudah di tentukan dan dia akan dikenakan hukuman yang sangat berat " balas Kagome yang sudah tau apa yang di rencanakan oleh Ron


" Oke ,kita sudah tau siapa yang tidak patuh , maka saya sendiri yang akan menghukum nya ,dan saya pastikan kalau tidak akan ada yang bisa lepas dari hukusan saya termasuk keluarganya " kata Miko dengan tegas


Miko yang dari tadi hanya duduk kini kembali berdiri dan meninggal kan ruangan ,Miko yang tadi nya memekai topeng yang menutupi bagian atas wajah nya langgung melepaskan nya pasalnya dia sudah berada di ruangan nya ,yang hanya bisa dimasukan oleh Miko ,Kagome ,dan Ron


" LORD ,tadi saya melihat Hendri tersenyum ,dan sepertinya dia sudah masuk ke perangkap" jelas Ron dangn apa yang sudah dia lihat


" Bagus ,sekarang panggil Ivan masuk kesini " ucap Miko kepada Ron yang langsung terlihat terkejut


" Tapi ,ruangan in-''


" Tidak apa apa Ron ,Ivan dapat dipercaya" tegas Miko


" Baiklah ,saya akan memanggilnya " kata Ron dan segera pergi dari ruangan itu


" Lu yakin mau bawak tu orang masuk " tanya Kagome yang sudah melepas topeng yang mirip dengan Miko tapi berbeda


" Yah ,mau gimana lagi kan ,dia udah masuk kedalam rencana kita ,oh iya ,lu panggil tu si.., siap nama nya ,yang tadi tu ?" tanya Miko


"Ahh iya ,Denis ,lu panggil dia kesini ,dengan alasan mau mendengar penjelasan yang lebih lanjut " perintah Miko kepada sahabat nya itu


" Oke bos Q " jawab Kagome sambil mengangkat tangan kanannya dan menaruh nya di alis (seperti menghormat kepada bendera) dan memakai kembali topengnya dan pergi keluar ruangan


Setelah kepergian Kagome ,Miko mulai mengambil laptopnya yang ada di meja yang ada di ruangan nya


Dengan cepat Miko menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi , dan dengan cepat juga Miko mengetahui apa saja yang sudah dilakukan oleh Hendri


" Dasar baj*ngan , apa dia pantas disebut manusia " kata Miko setelah mangetahui kalau ternyata Hendri adalah seorang bi*dap yang telah masuk kan ke dalam geng yang dia buat


" Si Denis bod*h itu harus tau apa yang sudah dilakukan Hendri itu "


Tak lama kemudian terdwngar lah suara pintu di ketuk ,dan mimo langsung memakai kembali topeng nya ,Kagome datang dengan membawa Denis dan Ron datang dengan Ivan


" Bagus kalian semua sudah ada di sini , dan yang ada di pintu mau masuk atau hanya menguping saja " kata Miko yang membuat semua nya terkejud ,termasuk yang ada di depan pintu


" Siapa yang berani menguping pembicaraan kami " kata Ron cepat dan langsung berlari ke pintu yang tak jauh dari nya lalu langsung membuka pintu nya dan melihat .....


" Sa... saya tidak bermaksud untuk menguping ,saya hanya mau menanya kan apa ada yang di perlukan lagi " jawab nya untuk membela diri yang tidak lain adalah Hendri


" Tidak ,tidak ada yang kami butuh kan ,dan kalau pun ada kami bisa mengambil nya sendiri " jawab Kagome cepat yang masih menggunakan topeng nya yang sempat mau dia lepas


" Ooh baiklah, saya pamit undur diri dulu "kata Hendri cepat dan langsung pergi meninggalkan tempat itu