
" Kita nanti ke butik lagi ??" tanya Ivan yang memecahkan keheningan yang ada di sana
" Butik ??" tanya Mischa dan Michael bersamaan
" Iya " jawab Ron singkat
Mischa dan Michael saling menatap , karena tidak ada yang menjawab pertanyaan mereka , mau tanya lagi tapi takut di kacangin lagi , jadi mereka diam
Tak lama kemudian , mobil yang mereka tumpangi berhenti , mereka keluar dari mobil , dan mereka sudah ada di depan salah satu butik yang terkenal disana
' Jadi ini butik yang dia bilang ? ' ucap Misha dan Michael dalam hati
Mereka masuk ke dalam butik itu ,Manejer butik itu langsung datang menghampiri mereka , memandu mereka ke ruangan , Manejer kembali menutup pintu dengan sopan
" Cari baju yang kira kira pas di badan kita berlima " perintah Miko kepada Manejer itu
" Baik lah Nona , tunggu sebentar ya " balas Manejer itu ramah
" Punya lu ni butik ?" tanya Mischa santai kepada Miko
" Bisa di bilang gitu " balas Miko tak kalah santai nya
" Hebat bat lu Mik , punya apa lagi lu ?" tanya Michael
" Entah lah , masih banyak lagi , gak mungkin kan gua sebut satu satu " balas Miko
" Songong amat sih lu " balas Michael
Tak lama kemudian datang lah si Manejer dengan beberapa karyawan lain nya yang membawa beberapa pakaian
Seperti biasa , Miko dan Kagome langsung memilih pakaian dan pergi ke ruang ganti , Ivan yang sudah pernah mengalami situasi seperti ini juga memilih baju nya dan pergi ke ruang ganti
" Kita di suruh milih baju nih ? " tanya Michael yang di balas anggukan oleh Ron
" Baju nya gak ada yang sesuai dengan gaya gua , gua cari sendiri aja di luar " tanpa menunggu jawaban Mischa langsung saja keluar dari ruangan itu
Melihat kembaran nya pergi keluar , Michael langsung mengekor Mischa dari belakang
" Yaudah , kalian kembali bekerja saja " ucap Ron kepada para Karyawan itu
Mereka keluar dari sana , untuk melakukan kembali pekarjaam mereka , Ron memilih duduk di sofa yang ada di sana , sambil memain kan HP nya dan menunggu yang lain
" Cari baju lu sendiri lah , kenapa malah ikutin gua saja sih " kata Mischa yang sudah jenuh di ikutin Michael dari tadi
" Gua kan gak tau fashion , jadi sekalian donk , dan juga kita kan selalu pakai baju mirip gitu , jadi lu aja yang milih " balas Michael santai
Michael melihat lihat baju baju yang ada di sana , kadang memengang baju itu juga , Mischa melihat Michael dengan tatapan membunuh , kalau saja Michael bukan saudara nya , maka pasti sudah dia bunuh dari dulu
Mischa tampak tertarik dengan pakaian couple yang cantik , dengan pakaian wanita nya dress yang panjang nya di atas lutut , dengan lengan yang sedikit di atas siku , berwarna abu abu bercorak hitam , begitu pula dengan pakaian pria nya yang berwarna abu abu bercorak hitam , kemeja berlengan pendek , dan celana panjang berwarna hitam
" Chael , ini bagus kayak nya ambil yang ini aja " Ucap Mischa sambil menarik tangan Michael
"Iya ,bagus nih , kita ambil aja ?"
" Ya iya lah ,trus mau kita apakan ?"
" Ya mana tau di apa kan gitu kan " jawab Michael sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal
Mereka mengambil baju itu , dan masuk kembali ke dalam ruangan tadi , disana sudah ada yang lain yang sedang duduk duduk di sofa yang ada di sana
" Lama bat kalian milih baju " komentar Kagome yang sudah dari tadi menunggu
" Kan milih baju , gak ada cewek yang milih batu itu bentar " balas Mischa gak mau kalah
" Gua sama Miko bentar kok tadi milih nya " balas Kagome tak terima
" Lah lu sama Miko itu cewek ya ?" balas Mischa
" Lu nga.... " ucap nya terputus
" Udah udah , jangan berdebat lagi , nanti makin lama lagi " ucal Rin yang dari tadi menang menunggu
Micharl menarik tangan Mischa ke ruang ganti , dan memasukan Mischa ke dalam nya lalu menutul pintu nya dari luar , dan dia masuk ke kamar ganti yang lain nya
Tak lama kemudian mereka keluar dari ruang ganti itu
" Kami udah siap , yok pergi " ucap Michael yang membuat semua pandangan ke arah nya
" Yah udah ayok "