Husband A Parasite And Cheating

Husband A Parasite And Cheating
Chapter 59



Revan yang baru saja tiba di rumah,langsung disambut oleh Rosa.Rosa yang begitu agresif tanpa bicara apa pun langsung memeluk Revan dan mencium bibir Revan.


Revan yang terkejut dengan tindakan Rosa,seketika mencoba untuk menghindar dan melepas tubuh Rosa.Tapi karena permainan yang dilakukan Rosa begitu agresif dan penuh nafsu,Revan pun tak dapat menolak dan justru ikut terbuai dalam permainan Rosa.


Mereka pun saling bercumbu dan melampiaskan seluruh hasratnya dalam permainan panas.Revan yang seakan sudah larut dalam permainan Rosa,tidak merasa ingat dengan kondisi Anggun yang saat ini sedang berada di rumah sakit.Karena baginya melampiaskan seluruh hasratnya pada Rosa lebih penting dan mengenyampingkan keadaan Anggun saat ini.


Tapi,mereka tidak tahu jika yang mereka lakukan sudah dipantau oleh sebuah kamera pengawas yang terpasang secara tersembunyi.


Dan Anggun pun sudah mengawasi kelakuan mereka melalui ponselnya.Anggun hanya menatap tajam pada ponselnya.


"Akan ku buat kalian menyesal manusia menjijikkan." gerutu Anggun.


Beberapa jam kemudian..


Terlihat Rosa dan Revan sudah berada di atas ranjang yang berada di kamar Rosa.Mereka begitu santai nya dan leluasa berduaan di kamar.Karena di rumah hanya ada mereka berdua.Sedangkan bi Susi masih berada di rumah sakit untuk menemani Anggun.


"Apa kau tahu kenapa Anggun bisa terjatuh sampai masuk rumah sakit??" tanya Revan saat masih berada diatas ranjang dan tidak memakai sehelai benang pun.


"Ya aku tahu,itu sebenarnya aku yang melakukannya." jawab Rosa dengan santai nya yang posisinya bersandar di dada Revan.


Revan pun langsung bangun dan menatap bingung pada Rosa.


"Apa??maksud mu kau yang sengaja mencelakai Anggun??" tanya Revan.


"Kenapa kau melakukan itu??" tanya Revan yang langsung kaget.


"Kenapa??tentu saja untuk mencoba menyingkirkan dia..Sekarang aku berpikir ingin memiliki mu seutuhnya tanpa harus bersaing lagi dengan dia.Jadi pelan-pelan aku ingin menyingkirkan dia..Bukankah itu ide bagus??" jawab Rosa dengan mengatakannya tanpa rasa bersalah.


Revan pun seketika memandang Rosa dengan terheran.


"Apakah kau harus melakukan itu??jangan melakukan sesuatu yang nantinya akan menghancurkan semua rencana kita..Aku masih membutuhkan dia,aku tidak mau secepatnya lepas darinya." ujar Revan menentang rencana Rosa


"Memangnya kenapa??bukankah kau sudah memiliki semuanya kak??sudah saatnya kan kita pelan-pelan menyingkirkan dia??" tanya Rosa.


"Tapi ku rasa ini masih terlalu awal.Aku justru ingin hubungan kita masih disembunyikan.Sampai tiba waktunya kita bisa bersama." jelas Revan.


"Mau sampai kapan??kakak kan tahu,dia mau mengusir ku secara tidak langsung.Sementara kakak masih belum memberiku kepastian kapan akan memberiku rumah??aku juga sudah tidak mau tinggal terlalu lama serumah dengannya."kata Rosa dengan tegas.


Revan pun semakin bingung dengan semua ucapan Rosa,yang menurutnya sudah berlebihan.Karena menuntut dirinya melebihi Anggun.


"Sayang,dengar.. dalam waktu dekat aku akan menyewakan rumah untuk mu.Ku minta kau bersabar.Tolong jangan melakukan sesuatu yang bisa mencelakai Anggun.Dia sedang mengandung anak ku,dan aku tidak mau terjadi sesuatu pada anak ku." kata Revan mencoba memberi pengertian pada Rosa.


Rosa pun langsung menatap tajam kearah Revan.