Husband A Parasite And Cheating

Husband A Parasite And Cheating
Chapter 48



Keesokan harinya..


Saat mereka sedang sarapan bersama,tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.


ting..tong..


"Biar aku saja yang buka kan pintunya." sahut Anggun langsung beranjak bangkit menuju pintu depan.


Saat Anggun tengah membukakan pintu,Rosa langsung menoleh kearah Revan.


"Bagaimana??apa kakak sudah membujuk dia??" tanya Rosa menagih janji Revan untuk membujuk Anggun.


Revan hanya menggelengkan kepala tanpa menjawab.


"Apa maksud kakak dengan menggelengkan kepala??"tanya Rosa yang tidak mengerti.


"Aku tidak bisa berhasil membujuknya..dia tetap ingin kau bekerja.." jawab Revan.


Seketika membuat Rosa memasang wajah cemberut.


"Kenapa kakak tidak membujuknya lagi??aku benar-benar tidak mau bekerja kak..ayo pikirkan lagi caranya..kau kan tahu sifat dia." ujar Rosa masih memaksa Revan untuk membujuk Anggun.


"Justru aku tahu sifat dia,makanya aku tidak bisa membujuknya..Dia orang tegas,jadi tidak mudah mempengaruhi dia." ujar Reva menjelaskan.


"Apa yang kau maksud mempengaruhi mas??" sahut Anggun yang tiba-tiba datang,membuat Revan seketika salah tingkah .


"Bukan apa-apa sayang." jawab Revan sedikit gugup.


Sesaat Revan dan Rosa merasa bingung,melihat Anggun datang dengan seorang wanita setengah paruh baya.


"Dia siapa sayang?" tanya Revan penasaran.


"Oh,kenalkan..dia bi Susi,yang ku ceritakan semalam mas..Mulai sekarang bi Susi akan bekerja di rumah kita,mengurus semua keperluan kita.." jawab Anggun memperkenalkan bi Susi pada mereka berdua.


Sontak membuat Rosa terkejut dengan ucapan Anggun yang benar-benar memakai seorang pembantu dirumahnya.


"dan Rosa,kalau kau masih ingin tinggal di rumah ku,sepertinya lebih baik kau bekerja saja..dari pada kau nantinya akan bosan di rumah terus ..Aku tidak masalah berapa lama kau akan tinggal disini,asal kau memiliki kegiatan diluar.." ujar Anggun pada Rosa.


Rosa hanya tersenyum kaku.


"I..Iya kak,besok aku akan mulai cari pekerjaan.." jawab Rosa dengan nada terpaksa dan sesaat melirik sinis kearah Revan.


"bi Susi,mari saya tunjukkan kamar bibi.." ujar Anggun mengajak bi Susi menuju kamarnya


"Baik nyonya." jawab bi Susi.


Melihat Anggun mengantar bi Susi ke kamarnya.Rosa langsung menghampiri Revan.


"Mas,bagaimana?aku harus bekerja apa??aku tidak memiliki pengalaman bekerja..seumur hidup,aku tidak pernah bekerja..kau harus membantu ku..mas."kata Rosa mulai menuntut Revan.


"Aku juga tidak harus bagaimana Rosa,ini sudah keputusan Anggun..Kau harus mengerti..ikuti saja aturan dia,kalau tidak begitu kau tidak akan bisa tinggal disini." ujar Revan menjelaskan.


"Kalau begitu carikan saja aku rumah,kurasa kita tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk berduaan di rumah ini,kau bisa lihat kan mas kalau istri mu sudah pakai pembantu..Akan sulit untuk kita bisa berduaan lagi." kata Rosa memberi ide.


Dan tanpa sadar,hal itu didengar langsung oleh Anggun dari jarak jauh.


"Rumah??" tanya Revan.


"Iya,dan biayai juga hidup ku..kau tidak akan rela kan melihat ku bekerja diluar sana??" jawab Rosa yang semakin menuntut.


Membuat Revan menjadi bingung dengan permintaan Rosa yang tidak mengira akan menuntutnya melebihi Anggun.


Gawat..kenapa jadi dia yang menuntut biaya hidup padaku..' gumam Revan.


"Mas..kau dengar aku kan??" tanya Rosa memanggil Revan.


"Ah..iya,akan ku pikirkan.." jawab Revan yang tidak langsung memberikan jawaban sesuai kemauannya.