Husband A Parasite And Cheating

Husband A Parasite And Cheating
Chapter 56



"Ya sudah,mama akan coba menggadai kan sertifikat rumah ini ke bank." jawab Siti menuruti keinginan Risty.


"Ma,jangan berlebihan,kenapa harus menggadaikan rumah kita.." sahut Risa yang tiba-tiba muncul dan menghampiri mereka.


Siti dan Risty pun langsung menoleh kearah Risa.


"Jangan ikut campur kau Risa..Ini bukan urusan mu.." sahut Risty menegur Risa dengan nada ketus.


"Bagaimana bukan urusan ku..kita ini keluarga,seharusnya kau jangan terlalu egois kak..hanya demi lamaran saja kau harus memaksakan diri menyuruh mama menggadaikan rumah,kalau tidak bayar bagaimana kau akan bertanggung jawab.." ujar Risa yang protes dengan tegas


"Bukan aku yang menyuruh mama menggadaikan rumah ini,tapi ini juga ide mama sendiri..Dan kau tenang saja,setelah menikah aku pasti akan bertanggung jawab untuk menebusnya lagi.." jawab Risty yang begitu yakin.


"Tapi kau tidak harus menggadaikan rumah ini..Ma,tolong jangan gegabah..jangan mengikuti apa mau kak Risty..ini berlebihan ma." ucap Risa yang kini protes pada Siti ibunya.


"Risa..kau tidak perlu ikut campur untuk hal ini..Biar ini jadi urusan kami..mama kan sudah bilang,kau cukup fokus saja dengan sekolah mu..ini urusan orang dewasa,jangan suka ikut campur..paham.." kata Siti yang juga menegur Risa.


Risa pun seakan tidak tahu harus berkata apa dengan tanggapan mereka.Seakan mereka begitu yakin dengan rencana yang akan menggadaikan rumahnya.


"Terserah pada kalian..!! jika sesuatu yang buruk terjadi aku tidak mau ikut campur..mama terlalu memanjakan kak Risty..tidak pernah berpikir matang jika setiap mengambil keputusan.." ucap Risa dengan tegas dan langsung ke kamarnya.


Risty dan Siti hanya memandang sinis kearah Risa yang meninggalkan mereka.


"Dasar bocah sok pintar.. selalu saja ikut campur.." gerutu Risty.


"Sudah jangan dengarkan apa pun yang dikatakan Risa..Dia cuma bocah.." sahut Siti.


"Iya ma..aku paham..jadi kapan kita akan pergi ke bank ma?" tanya Risty langsung mengalihkan pembicaraannya.


"Kalau besok pagi gimana?" tanya balik Siti.


"Oke ma..aku setuju.,makin cepat makin beres semua urusan kita." jawab Risty menyetujui saran Siti ibunya.


...****************...


Revan terlihat sedang bersiap-siap akan pergi.Anggun yang melihat pun menatap penasaran.


"Kau mau pergi kemana mas??" tanya Anggun ingin tahu.


"Ah..aku mau pergi ketemu teman-teman sayang..aku tidak akan lama." jawab Revan memberi tahu.


"Oh ya sudah.." ujar Anggun singkat.


Revan pun mengecup dahi Anggun dan langsung pergi.Anggun hanya menatap dingin saat Revan pergi.


*


*


Revan pun tiba disebuah cafe tempat ia biasa ngumpul bersama teman-temannya.


"Bro..bisa kah salah satu dari kalian pinjamkan aku uang??" tanya Revan pada teman-temannya.


"Uang??untuk apa??" tanya Adit ingin tahu.


"Untuk modal." jawab Revan singkat.


"Berapa yang kau butuhkan??" tanya Adit lagi.


"Kalau ada 100juta,di bawah 100 juta tidak masalah.." jawab Revan lagi.


"Apa?? 100 juta??memangnya modal untuk apa sampai kau butuh 100 juta??" sahut Benny yang terkejut saat Revan menyebutkan nominal jumlah uangnya.


"Sebenarnya bukan untuk modal saja tapi juga untuk membantu adik ku yang akan lamaran." jawab Revan menjelaskan.


"Iya,tapi modal apa dulu..kita harus tahu untuk modal apa kau membutuhkan uang segitu??" tanya Benny lagi yang sangat penasaran.