
Setelah makan malam,Anggun pergi keluar sebentar.
Rosa langsung menghampiri Reva yang sedang asik main ponsel.
" Kak,bagaimana ini??dia ingin aku bekerja??sementara aku tidak mau bekerja..aku ingin selalu bersama mu..kenapa dia tidak mau aku mengerjakan pekerjaan rumah??" tanya Rosa yang ingin meminta saran dari Revan.
"Aku juga bingung,karna kalau sudah permintaan Anggun,aku tidak bisa menentang keputusannya..Lebih baik kau ikuti saja dulu apa yang dia katakan." jawab Revan yang seakan tidak mau mencampuri keputusan Anggun.
"Kakak ini bagaimana??masa tega membiarkan aku bekerja diluar sana??aku sudah tidak mau bekerja kak,aku ingin selalu bersama mu..Tolong,kakak bujuk dia untuk tidak menyuruh ku bekerja." ujar Rosa membujuk Revan.
"Oke-oke..aku akan coba bujuk dia,tapi aku tidak janji Rosa..karna aku tahu bagaimana sifat Anggun..Sesuatu yang sudah menjadi keputusannya tidak akan membuatnya diubah,apa pun alasannya." kata Revan.
Rosa hanya mendengus dengan wajah cemberut.
Malam harinya..
sebelum istirahat,Anggun seperti biasa sebelum tidur,ia melakukan rutinitas nya dengan menyisir rambut.Sebab dia baru saja selesai mandi.
Revan yang baru memasuki kamar,melihat Anggun langsung ia menghampirinya.
"Sayang..Mau ku bantu sisirkan rambut mu??" tanya Revan menawarkan diri ingin menyisir rambutnya.
Sesaat Anggun melirik Revan dari cermin nakasnya.
"Boleh." jawab Anggun.
Revan pun tersenyum dan mengambil sisir dari tangan Anggun.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini??apakah semuanya lancar?" tanya Revan sambil menyisir rambut Anggun dengan lembut.
"Ya,semuanya lancar." jawab Anggun dengan singkat.
"Syukur lah..Dan mengenai Rosa.."
Anggun langsung melirik ke arah Revan dengan sinis.
"Kau serius ingin menyuruh dia bekerja??" tanya Revan.
"Aku serius,memangnya kenapa??"tanya balik Anggun.
"Tidak,maksud ku bukankah lebih baik dia bekerja di rumah kita saja??di rumah ini kan kita tidak memakai pembantu,jadi lebih baik kita memanfaatkan saja Rosa untuk bekerja di rumah kita sayang." ujar Revan memberi saran pada Anggun.
"Jujur saja,kalau sebenarnya kau mengkhawatirkan dia kan??"tanya Anggun menjebak.
"Khawatir??khawatir untuk apa sayang??justru aku lebih khawatir padamu.."tanya Revan mengelak.
"Kalau begitu kau tidak perlu khawatir soal itu mas,apa yang sudah menjadi keputusan ku..aku tidak akan merubahnya..Jadi untuk hal ini,mas tidak perlu ikut campur..Dan untuk pembantu,aku sudah menyewa seorang pembantu..besok dia akan datang..jadi kalau Rosa masih ingin tinggal bersama kita,artinya dia harus bekerja..Mungkin aku terlalu baik,membiarkan dia numpang gratis di rumah kita." jawab Anggun panjang lebar dan beranjak bangkit untuk keluar kamar.
Mendengar jawaban Anggun,Revan pun tidak bisa berkutik.Ia hanya bisa menarik nafas panjang dan merasa lesu karna tidak mendapatkan jawaban yang tidak sesuai keinginan Rosa.
"Bagaimana ini,Rosa pasti akan ngambek jika aku gagal membujuk Anggun." keluh Revan yang mulai bingung.
Anggun yang keluar kamar,berjalan kearah dapur.Dan tanpa sengaja berpapasan dengan Rosa yang baru saja juga dari dapur.Sesaat Anggun memperhatikan pakaian yang dipakai Rosa.Hanya memakai celana pendek dan atasan ketat,yang seolah menunjukkan lekuk tubuh Rosa yang sexy.
"Kak Anggun belum tidur??" tanya Rosa basa basi
"Belum,kau sedang apa di dapur??"tanya Anggun.
"Ah,aku baru saja membuat minuman kolagen ..Kebetulan aku sering mengkonsumsinya,jadi aku juga membuatkannya untuk mu kak..Ku harap kakak mau mencobanya." jawab Rosa sembari menyodorkan segelas minuman kolagen pada Anggun.
Anggun pun menerimanya dan tidak menolak pemberian Rosa.
"Terima kasih." jawab Anggun datar.
"Sama-sama kak,aku pergi tidur dulu." ujar Rosa tersenyum sambil berjalan melalui Anggun
"Rosa."panggil Anggun.
Rosa pun menoleh kearah Anggun.
"Tolong cara pakaian mu dijaga,karna tidak enak jika dilihat mas Revan..Biar bagaimana pun mas Revan pria normal.." ucap Anggun mengingatkan Rosa.
"Oh,iya kak." jawab Rosa tersenyum kaku sambil mengangguk.Ia pun langsung meninggalkan Anggun menuju kamarnya.
Dan dikamar,Rosa langsung mendengus kesal sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Brengsek..sial..sejak kapan dia mulai mengatur pakaian ku..bukankah selama ini dia tidak peduli dengan cara berpakaian ku..lama-lama aku semakin muak melihat sikapnya.."gerutu Rosa yang kesal.
Sementara Anggun yang sesaat memperhatikan minuman pemberian Rosa,langsung membuangnya ke wastafel cuci piring.