
"Aku tidak bisa mengatakannya..tapi aku bisa jamin dalam setahun akan mengembalikannya pada kalian." jawab Revan.
"Tunggu,kau bilang kau mau membantu biaya lamaran adik mu..bukannya adik mu itu cewek?" tanya Benny menyinggung adik Revan.
"Yah..kau benar." jawab Revan.
"Bukannya kalau lamaran harus modal dari calon si cowok?atau modal mereka sendiri??kenapa kau yang harus menanggung??apa istri mu tahu?" tanya Benny.
"Adik ku tidak mau memakai uang dari calon suaminya jika mereka belum menikah.Dan adik ku masih kuliah,belum bekerja.Dia tidak memiliki uang.Jadi aku ingin membantunya." ujar Revan.
"Kalau kau tidak punya modal dan ingin pinjam kami,kenapa tidak minta istri mu saja??bukannya istri mu orang kaya??harusnya dia tidak keberatan untuk membantu." sahut Revan lagi.
"Justru dia merasa keberatan,makanya aku ingin pinjam dari kalian."jawab Revan.
"Maaf bro,kalau sampai 100 juta aku tidak bisa..itu terlalu besar." jawab Benny menolak.
"Aku juga.Aku saat ini juga sedang mengumpulkan modal untuk umroh kedua orang tua ku.Tapi kalau 25juta mungkin aku bisa bantu." jawab Adit.
"Mungkin aku juga bisa bantu tapi 10juta."sahut Benny.
Sesaat Revan pun berpikir.
"Oke..Tidak masalah,aku pinjam saja..dalam setahun aku akan mengembalikannya pada kalian."jawab Revan langsung menerima pinjaman dari mereka.
"Ya sudah,nanti aku transfer.." ujar Benny.
...****************...
Anggun yang merasa lelah dan tidak enak badan memilih terus berada di kamarnya.Dan terkadang ia keluar kamar hanya untuk makan.
Rosa yang melihatnya tanpa sengaja merasa heran,melihat Anggun hanya sendirian tanpa ditemani Revan.
Sejenak ia pun berpikir sambil menatap Anggun dari kejauhan.Dan beberapa saat ia langsung tersenyum menyeringai.
Anggun yang baru saja dari dapur,kini berjalan menuju kamarnya lagi.
Bruk..
Seketika Anggun pun terjatuh dengan posisi telungkup.Dan membuat perut Anggun yang sedang hamil langsung kesakitan.
"Argghhh..Perut ku..sakit ..bibi..bi Susi.." teriak Anggun memanggil bibi Susi.
Bi Susi pun langsung datang dan menghampiri Anggun yang sedang meringis kesakitan.
"Nyonya..Nyonya kenapa??" tanya bi Susi dengan panik.
"Perut ku bi,sakit sekali." jawab Anggun yang terus memegangi perutnya.
Bi Susi pun langsung ke bingung melihat Anggun yang sudah kesakitan.Dan disaat yang bersamaan,darah segar pun mengalir keluar dari balik dress yang dipakai Anggun.
Bi Susi semakin panik dan ketakutan.
"Nyonya..Nyonya pendarahan.ayo kita ke rumah sakit nyonya." ujar bi Susi langsung memapah tubuh Anggun untuk dibawa ke rumah sakit.
Saat mereka sudah meninggalkan rumah,Anggun hanya tersenyum menyeringai.Seakan ia merasa puas dan senang melihat kondisi Anggun sekarang.
"Heuh.. ku harap anak yang ada dikandungan mu tidak selamat Anggun..Ini balasannya kalau kau berusaha menyingkirkan ku.." ujarnya bicara sendiri dengan nada sinis.
Yang ternyata memang ulah nya sendiri.Dengan sengaja menuangkan sedikit minyak goreng dilantai,dimana Anggun akan berjalan melewati.Dan berharap Anggun akan kepeleset saat menginjak lantai tersebut.
Dan ternyata harapan nya pun terjawab.Ia pun merasa puas dan senang.Melihat Anggun meringis kesakitan karena perutnya yang terbentur langsung ke lantai.
"Seharusnya dia ikut mati saja,dengan begini aku bisa hidup bersama mas Revan.Yah..Setelah ini akan ada giliran mu kak Anggun." ujarnya lagi kembali dengan niat jahatnya.
...****************...
jangan lupa mampir karya terbaru othor ya readers..😉😉