
Risty dan Siti ibunya sedang tengah bersantai di ruang tamu sambil menonton tv,begitu juga dengan Risa.
"Ma..kira-kira harus pakai tema apa ya untuk menyambut keluarga Doni nanti??kan mereka akan datang membawa seserahan untuk lamaran ku nanti..aku tidak mau mempermalukan keluarga kita didepan keluarganya ma..mereka keluarga terhormat." ujar Risty meminta saran pada Siti.
"Menurutmu harus yang tema seperti apa??mama juga bingung nak..Dulu Anggun sepertinya tidak membuat acara apa pun saat kakak mu memberikan seserahan." jawab Siti menyinggung Anggun dan Revan.
"Itu berbeda ma..keluarga kak Anggun itu sudah jelas pelit,makanya mereka tidak mau membuat acara yang mewah waktu menyambut keluarga kita..padahal mereka juga keluarga kaya." ujar Risty mengomentarinya dengan ketus.
"Hanya acara seserahan saja,menurut ku kakak tidak perlu harus mewah..yang penting kita menyambut mereka dengan cara yang layak dan sopan kak." sahur Risa menyela.
"Sebaiknya kau diam saja deh,tidak usah ikut campur..bocah belum ngerti apa-apa mending belajar sana gih..Kau terlalu menganggu." tegur Risty sedikit sewot.Seakan dia tidak menerima saran dari Risa.
"Iya Risa,lebih baik kau belajar sana..jangan selalu ikut campur urusan orang dewasa..kau belum waktunya mencampuri urusan orang lain..Paham." sahut Siti membela Risty.
Risa yang melihat sikap kakak dan ibunya,hanya menarik nafas panjangnya.Dan langsung beranjak bangkit.
"Terserah kalian saja..aku cuma memberi saran,kalau mau melakukan sesuatu lakukan sesuai kemampuan finansial,jangan memaksakan diri sementara finansial tidak mendukung." ucap Risty mengingatkan dan menasehati Siti dan Risty.
Ia pun menuju kamarnya,sementara mereka hanya menatap dengan sinis.
"Sejak kapan dia jadi orang yang sok pintar." Gerutu Risty kesal.
"Sudah biarkan saja,Risa memang selalu begitu.." ujar Siti.
"Tapi Risty,apa kau punya uang untuk menggunakan kedua jasa itu??jujur mama tidak punya uang sebanyak itu menyewa mereka,karna itu pasti sangat mahal.. apakah Doni ada memberi mu uang??" kata Siti menjelaskan.
"Yah..terus bagaimana donk ma??kalau Doni pasti ada uang,tapi aku tidak berani meminta dia uang..gengsi dan malu donk ma,kalau belum menikah sudah minta uang..bagiku itu terlalu cepat.." jawab Risty.
"Lalu,bagaimana dengan mahar??apa kau sudah berunding dengan dia sebelumnya seserahan nanti??" tanya Siti yang ingin tahu dulu.
"Sudah ma..untuk seserahan kami sudah membicarakannya sejak lama." jawab Risty.
"Mahar apa yang kau minta??" tanya Siti lagi.
"Sudah jelas emas dan uang ma..Aku tidak mau jika hanya seperangkat alat sholat.." jawab Risty.
"Berapa gram dan berapa jumlah uang yang kau minta??"
"Emas 10gram dan uang 100jt ma.."
"Wah..itu nominal yang cukup besar Risty..apa Doni menyanggupinya??" tanya Siti memastikan.
"Tentu saja ma,dia kan mencintai aku dan serius ingin menikahi aku..jadi jumlah segitu tidak ada artinya untuk dia ma..yang penting niat dia yang ingin menikah dengan ku."
"Makanya aku ingin membuat acara lamaran nanti dengan tema yang sedikit mewah,supaya keluarga Doni terkesan dan keluarga kita bisa dipandang ma."