Husband A Parasite And Cheating

Husband A Parasite And Cheating
Chapter 43



Dikantor..


Anggun yang sedang sibuk dengan pekerjaan,tiba terganggu dengan suara ponselnya yang bunyi.Menandakan sebuah panggilan masuk,Anggun segera melihat dan langsung menerima panggilan tersebut


"Halo ma."Sahut Anggun


"Halo Anggun..Maaf mama mengganggu waktumu..."Sahut ibunya


"Ya..Tidak apa apa ma..Ada apa ma?"Jawab Anggun dan bertanya


"Lusa adalah hari ulang tahun papa mu dan hari pernikahan kami..Mama ingin kamu datang ya nak..Ajak suami juga.. Dan menginaplah..Papa mu juga ingin bertemu dengan suamimu..Karna sudah lama sekali suami mu tidak pernah menemui papa.."Jelas ibunya


"Ah...Iya ma..Aku mengerti..Nanti aku akan sampaikan.."Jawab Anggun


"Lalu bagaimana dengan kehamilanmu??Apakah kau sudah melakukan cek kandungan??"Tanya ibunya


"Sudah ma..Semua bagus dan sehat ma."Jawab Anggun


"Oh..Syukur lah..Ya sudah..Kau jangan terlalu lelah bekerja..Perhatikan kesehatanmu..Terutama kehamilanmu nya.."Ujar ibunya lagi


"Iya ma..Aku mengerti."Jawab Anggun


"Mama tutup dulu ya..Kami tunggu kedatangan kalian ya.."Ucap ibunya


"Baik ma..Dah."Jawab Anggun langsung menutup panggilannya


Sesaat Anggun termenung memikirkan Revan.Memikirkan apakah Revan akan mau diajak kerumah kedua orang tuanya.Karna melihat hubungan sang ayah dan Revan yang tak cukup akrab.Sejak menikah,Revan tak pernah memberi kabar pada orang tuanya.Membuat kedua orang tua Anggun pun semakin meragukan keseriusan Revan dalam berumah tangga dan menjadi suami Anggun


Dan pada saat ia sedang termenung,tiba tiba saja ia merasakan pusing dikepala dan mua,dan bahkan perutnyal.Wajah Anggun pun mulai sedikit pucat karna berusaha menahan rasa sakitnya


"Kenapa kepala dan perutku sakit ya.."Lirih Anggun menahan rasa sakit


Secara kebetulan,Nabila memasuki ruangan nya untuk mengantarkan sebuah file.Nabila yang melihat kondisi Anggun langsung panik dan menghampirinya


"Tidak apa apa..Aku hanya sedikit pusing dan sakit di perut ku..Mungkin ini bawaan hamil ku.."Jawab Anggun menjelaskan


"Apakah kau mau kita kedokter??Periksa kehamilanmu..Aku takut terjadi apa apa denganmu.."Ujar Nabila


"Tidak usah Nabila..Aku baik baik saja..Ini hanya bawaan..Nanti juga akan hilang sendirinya.."Jawab Angin menolak


"Atau sebaiknya kau pulang saja..Istirahat. Agar kondisimu tetap fit dan tidak terlalu lelah.."Ujar Nabila memberi ide


"Ku rasa kau benar..Lebih baik aku ijin pulang saja..Sepertinya haru ini aku memang tidak fit.."


"Aku akan mengantarmu..Tidak tenang aku membiarkan mu pulang sendirian.."


"Oke.."Jawab Anggun


"Aku akan ijin dulu,dan langsung siapkan mobil..Kau tunggu lah dibawah.."Ujar Nabila bergegas meminta ijin pada atasan dan mengambil mobilnya diparkiran


Nabila pun mengantarkan Anggun hingga sampai dirumah


"Thanks ya ..Sudah mengantar ku..Maaf aku jadi merepotkan mu.."Ujar Anggun


"Jangan bicara aneh..Aku ini sahabatmu..Sudah menjadi kewajibanku membantu sahabatku sendiri..Oke..Ya sudah mau istirahat lah..Aku akan kembali kekantor..Hubungi aku jika terjadi sesuatu.."


Anggun pun mengangguk tersenyum.Setelah mobil Nabila pergi,Anggun langsung memasuki halaman rumahnya menuju pintu


Saat ia mengetuk pintu,ia terheran melihat pintu yang terbuka sedikit


Kenapa pintu ini tidak ditutup??Batin Anggun bingung


Perlahan Anggun pun memasuki rumahnya,dan pandangannya pun langsung berubah menjadi terkejut dan syok.Melihat beberapa pakaian berserakan dilantai.Anggun pun memungut salah satu pakaian yang tak asing baginya


Bukankah pakaian ini..