
Setelah perundingan Anggun dengan Revan,Anggun kembali menghampiri Rosa yang masih duduk manis menunggu mereka
"Rosa..Kalau kau mau ,kau boleh tinggal sementara disini ..Bagaimana?Aku dan mas Revan sudah berunding tadi."Ujar anggun
"Tapi kak,apa aku tidak merepotkan kakak??Aku merasa malu jadi harus menyusahkan kalian.."Tanya Rosa dengan menunjukkan raut wajah sedih
"Tidak apa apa..Disini hanya kami berdua..Kau bisa menemani Anggun jika Anggun merasa kesepian,saat aku pergi."Sahut Revan
"Iya..Revan benar Rosa,aku juga tidak merasa keberatan.."Ujar Anggun tersenyum
"Kalau begitu,terima kasih kak Anggun,kak Revan..Sudah mengijinkan ku tinggal bersama kalian..Aku tidak tahu membalas kebaikan kalian dengan cara apa.."Ucap Rosa
"Sama sama Rosa..Ayo,aku akan mengantarkanmu kekamar tamu."Ujar Anggun mengajak Rosa menuju kamar tamu
Rosa mengangguk dan mengikuti Anggun dari belakang.Namun sesaat ia menoleh kebelakang menatap Revan yang masih duduk.Dengan ia menunjukkan senyuman yang seakan ingin menggoda Revan
Revan yang menyadari dengan tatapan Risa,justru menatap aneh
...****************...
Malam hari..
Anggun dan Revan berkumpul untuk makan malam bersama dengan Rosa.Rosa begitu menikmati makan malam yang dihidangkan oleh Anggun
"Ini semua kakak yang masak?"Tanya Rosa sambil menyantap makan malamnya
"Iya..Apa kau suka dengan masakanku??Karna aku sebenarnya juga tidak ahli dalam memasak."Tanya Anggun dan menjelaskan
"Masakan kakak enak..Ini luar biasa..Kakak istri yang sangat sempurna..Sudah cantik,karirnya sukses..Pintar ngurus suami,juga pintar masak..Tidak ada kekurangan sedikit pun dari kakak."Puji Rosa tersenyum namun sesekali ia memperhatikan Revan
Sepertinya wanita ini terus memperhatikanku..Batin Revan
"Aku tidak sesempurna itu Rosa..Aku cuma istri biasa..Yang hanya melakukan tugasku sebagai istri dan wanita karir.."Jawab Anggun tersenyum
"Tapi kak Anggun tetap hebat."Sahut Rosa membalas senyuman Anggun
Dan sesaat Rosa kembali melirik kearah Revan sambil tersenyum sesekali.Revan seakan mulai terpancing dengan lirikan Rosa dan kembali membalas dengan sebuah senyuman tipis
Rosa yang seakan mendapat sinyal dari Revan,dengan agresifnya langsung menggerakkan kakinya kearah kaki Revan dibawah meja.Revan pun terkejut dengan tindakan Rosa,namun ia masih tetap bersikap tenang.Agar tak membuat Anggun merasa curiga
Revan pun semakin terpancing dengan gerakan kaki Rosa yang terus mengelus kakinya.Dan membuat Revan mulai menikmatinya
"Mas..Mungkin besok sore aku harus cek kandungan.Mas bisa menemaniku kan?"Ujar Anggun langsung membuat Revan sedikit terkejut dan salah tingkah
"Ah..Iya sayang..Aku pasti akan menemanimu..Kau kabari saja..Setelah pulang kerja aku akan menjemputmu."Jawab Revan dengan mudahnya ia menunjukkan sikap yang tak membuatnya salah tingkah.Ia pun langsung mencium dahi Anggun
Rosa hanya bisa diam menatap kemesraan mereka
Aku belum pernah diperlakukan seromantis dia..Sepertinya aku ingin diperlakukan seperti kak Anggun juga..Batin Rosa mulai dengan pikiran jahatnya,seperti ia sedang merencanakan sesuatu
Tengah malam..
Revan terbangun dan beranjak jalan keluar kamar untuk pergi kekamar mandi.Karna kamar mandi tak berada didalam satu kamar
Ia yang masih dalam keadaan mengantuk.Berjalan dengan mata yang masih setengah terbuka.Dan tanpa sengaja ia menabrak Rosa yang ternyata belum tidur.