
"Baik lah saya merestui hubungan kalian..jika ingin menikahi Risty,ibu mengijinkan kamu." jawab Siti tanpa berpikir panjang.Karna menganggap ia akan mendapatkan menantu kaya raya.
Risty dan Doni pin langsung terlihat senang karena mendapatkan lampu hijau dari Siti orang tuanya.
Setelah Doni pulang,Risty kembali ingin mengobrol dengan Siti.
"Ma..tumben mama langsung merestui hubungan aku dengan pacar aku kali ini??apa karena tahu dia kaya??" tanya Risty memastikan.
"Tentu saja,kalau tidak kaya untuk apa mama menyetujui dia untuk menikahi mu..Apa lagi kau masih kuliah..sia-sia jika mama membiayai kuliah mu dan melepaskan mu menikah dengan orang miskin.." jawab Siti dengan nada sedikit sombong.
Risty pun langsung tersenyum bangga.
"Artinya jika aku sudah menikah aku akan menjadi nyonya sultan donk ma.." ujar Risty yang sesaat menyombongkan dirinya.
Dan saat ia mengatakan hal itu,Risa yang baru saja pulang sekolah,langsung terkejut karena tanpa sengaja mendengarnya.
"Hah??kak Risty mau nikah??" tanya Risa menghampiri ibu dan Risty.
"Iya Risa..kakak mu tidak lama lagi akan menikah..Dan beruntungnya lagi,kakak mu akan menikah dengan orang kaya..hehe.." jawab Siti yang kegirangan menceritakannya.
"Apa itu tidak terlalu cepat??kak Risty kan masih kuliah ma??" tanya Risa yang heran.
"Tapi apa kakak sudah yakin??kakak masih sangat muda,menikah itu tidak seperti yang kakak bayangkan.." ujar Risa mengingatkan Risty.
"memangnya kau tahu apa tentang menikah Risa??kau itu masih bocah dan tugas mu itu hanya belajar,jangan merasa kau lebih tahu tentang menikah..Dan aku tidak butuh nasehat dari mu..kau pikir,jika aku sudah menikah dengan calon ku,aku akan hidup susah dan menderita??justru hidup ku akan lebih terjamin Risa.." jawab Risty mulai sinis pada Risa.
"Bukan begitu kak,aku cuma mengkhawatirkan kak Risty saja..aku takut kakak akan mengabaikan pendidikan kakak karena sudah menikah..kebanyakan orang seperti itu." ucap Risa menasehati Risty.
"Sudah lah,lebih baik kau ke kamar saja..sudah ku bilang aku tidak butuh nasehat mu..urus saja urusan mu,jangan ikut campur dengan urusan ku..kau sungguh berisik bocah ingusan." jawab Risty sewot.
"Kakak mu benar Risa,kau tidak pantas menasehati dia..sudah,lebih baik kau ke kamar saja.." sahut Siti ibunya yang ikut menyuruh Risa ke kamar.
Risa hanya menghela nafasnya,karena mereka mengabaikan nasehatnya.Risa akhirnya meninggalkan Siti dan Risty yang kembali asik mengobrol.
...****************...
Sore harinya,Revan pulang lebih dulu.Tiba dirumah Reva sesaat mengawasi situasi.Berharap ia bisa langsung menuju kamar Rosa,tanpa sepengetahuan bi Susi sang asisten pembantunya yang baru.
Merasa aman,Revan langsung masuk kekamar Rosa yang ternyata tidak dikunci.Dan tanpa diduga ia melihat sebuah pemandangan indah yang seketika membuat gairah hasratnya meningkat naik.
Rosa yang tengah tertidur nyenyak,dengan keadaan yang terlentang.Menunjukkan kemolekan tubuh Rosa yang seperti biasa menarik nafsu birahinya muncul.Terlebih melihat pakaian yang dipakai Rosa,yang begitu sexy dan ketat.Hanya memakai tanktop hitam dan celana pendek berwarna abu.Semakin menyempurnakan pemandangan yang baginya terlihat sangat menggairahkan.