
"Apa?? 50juta??" tanya Anggun mengulang lagi perkataan Siti yang menyebut 50jt.
"Iya Anggun..50 juta,bisakah kalian pinjamkan dulu pada kami?" jawab Siti menjelaskan lagi.
"Untuk apa mama pinjam 50 juta??" tanya Revan penasaran.
"Begini,sebenarnya Risty sebentar lagi akan menikah..dan dalam waktu dekat pihak keluarga calon suaminya mau datang buat lamaran..jadi untuk menyambut keluarga mereka,kami ingin memberi kesan yang terbaik.." jelas Siti.
"Tapi kenapa harus 50juta kalau hanya untuk lamaran ma??" tanya Anggun yang heran.
"Karena aku ingin merenovasi ruangan dengan menyewa jasa interior design jasa catering,dan jasa baju yang akan kita pakai nanti kak Anggun." sahut Risty menjelaskan.
"Tapi itu biaya yang cukup besar Risty,kalau hanya untu lamaran saja ku pikir yang sederhana saja..Sesuaikan dengan budget yang ada..yang penting kalian menyambut keluarga pihak calon suami dengan cara yang baik." ujar Anggun memberi saran.
Seketika membuat Risty langsung memasang wajah ketus.
"Cara sederhana seperti waktu kak Revan melamar kakak??hanya disuguhkan makanan biasa dan acara yang biasa juga." sindir Risty menyinggung Anggun.
"Tapi kata kak Anggun memang benar Risty,itu cuma acara lamaran saja bukan acara resepsi..untuk apa mengeluarkan biaya sebesar itu..kau hanya akan membuang uang." sahut Revan yang memihak saran Anggun.
"Kak,calon suami ku itu orang kaya..dia dari keluarga terpandang..bagaimana bisa kita menyambut keluarga mereka dengan acara yang biasa saja..itu hanya akan membuat malu keluarga kita." ujar Risty dengan.
"Lalu kau ingin memaksakan diri meminjam uang 50 juta pada kami??" tanya Anggun.
"Iya kalau kalian ada,tolong pinjamkan kami..kami akan segera akan mengembalikannya kalau kami sudah menikah." jawab Risty sedikit ketus.
"Tentu saja..aku meminta mahar dari calon suami ku 100 juta,jadi aku bisa jamin setelah menikah aku akan mengembalikan uang itu." jawab Risty dengan begitu yakin.
"Kalau memang calon suami mu orang kaya,kenapa tidak sekalian saja dia yang membiayai acara lamaran itu??menurut ku kalau memang kondisi finansial mu tidak mendukung,sebaiknya jangan memaksakan diri hanya karna untuk menyambut keluarga mereka Risty..itu terlalu berlebihan." ucap Anggun menasehatinya.
"Tidak usah berbelit-belit kak,to the point saja kakak bisa pinjamkan apa tidak??jangan cuma bisa menasehati tapi kau tidak bisa membantu ku." ucap Risty mulai kesal.
"Tidak ada..kalau pun aku ada,aku juga tidak akan memberi mu pinjam dengan jumlah yang tidak main-main..maaf." jawab Anggun dengan tegas.
Seketika membuat Risty menatap tajam sambil mendengus.
"Sia-sia aku datang kemari,kalau ternyata kau memang tidak pernah mau membantu ku.. sejak dulu kau memang sangat pelit,makanya kau pindah dari rumah kami kan.." sindir Risty.
"Aku tidak akan pelit jika tidak ada alasannya..dan berhenti menyusahkan kakak mu,karena kakak mu sudah berumah tangga yang sudah seharusnya bertanggung jawab untuk istrinya..kalau ingin menikah,seharusnya dengan biaya sendiri bukan merepotkan keluarga mu." sindir balik Anggun.
Risty pun langsung bangkit dan masih menatap tajam kearah Anggun.
"Kau memang perempuan munafik,menyesal aku pernah menganggap mu sebagai kakak iparku." ujar Risty dengan sewot.
"Ayo kita pulang ma." ajak Risty meninggalkan Anggun dan Revan.
"Anggun,kau sungguh keterlaluan.." sahut Siti yang ikut kesal karena sikapnya pada Risty