
Mendengar Anggun dibawa ke rumah sakit karena terjatuh,Revan langsung bergegas untuk menemuinya.
Tiba di rumah sakit,terlihat Anggun tengah beristirahat.
"Sayang." seru Revan menghampiri Anggun.
Anggun pun membuka matanya dan menoleh kearah Revan.
"Apa yang sudah terjadi pada mu??kenapa kau bisa terjatuh?"tanya Revan dengan panik.
"Dari mana kau tahu?" tanya Anggun dengan nada datar.
"Rosa yang menghubungi ku..Aku langsung panik saat mendengar mu terjatuh.aku mengkhawatirkan anak kita." ujar Revan.
Anggun hanya menatap Revan dengan datar.Seakan ia tidak merasa senang melihat Revan mengkhawatirkan dirinya.Sebab dia tahu,sikap Revan hanya sandiwara didepannya.
"Bayi kita tidak apa-apa..untungnya bi Susi cepat membawa ku kesini.kalau tidak mungkin kau akan kehilangan kami." ujar Anggun menjelaskannya pada Revan.
Revan langsung menghela nafas lega.
"Syukur lah..Tuhan masih melindungi kalian.Tapi kenapa kau bisa sampai terjatuh??kau harus lebih berhati-hati sayang.." tanya Revan penasaran.
"Aku tidak tahu,mungkin ada yang sengaja ingin membuat ku terjatuh." jawab Anggun yang sesaat melirik curiga pada Revan.
"Ada yang sengaja bagaimana??Apa itu mungkin bi Susi??" tanya Revan yang justru mencurigai bi Susi.
"Kau langsung mencurigai bi Susi??kenapa bukan Rosa saja?" tanya Anggun.
"Ya karena dia baru bekerja pada kita,bisa saja dia punya niat yang jelek pada keluarga kita." jawab Revan sesaat.
"Dan tidak mungkin Rosa melakukan itu pada mu sayang.Selama ini dia tidak pernah berbuat macam-macam pada mu kan??justru dia selalu mengkhawatirkan mu." ucap Revan justru membela Rosa.
Anggun langsung mengalihkan tatapannya dan tidak ingin lagi bicara pada Revan.Sebab dia tahu jika Revan pasti akan terus memihak Rosa.
"Kau antar lah bi Susi pulang dan bawakan perlengkapan pakaian ku setelah mengantar dia." ujar Anggun menyuruh Revan pulang.
"Begitu,ya sudah..Nanti aku akan datang lagi.Apa kau ingin makan sesuatu sayang??nanti aku bawakan sekalian." tanya Revan sebelum pergi.
"Tidak ada." jawab Anggun dengan nada datar.
"Kalau gitu aku pulang dulu,istirahat ya." ujar Revan sembari mengecup dahi Anggun dan langsung pergi.
Anggun hanya menatap tajam saat Revan pergi.
...****************...
"Ma..Mama." panggil Risty mencari Siti ibunya.
"Iya,.Mama disini Risty." sahut Siti yang berada di kamar nya.
Risty pun langsung menghampiri ibunya.
"Ma,apa mama sudah dengar kalau kak Anggun masuk rumah sakit?" tanya Risty dengan reaksi senang.
"Masuk rumah sakit??kenapa?apa dia sakit??" tanya Siti yang hanya menunjukkan ekspresi biasa saja.
"Kata kak Revan,dia terjatuh karena terpeleset." jawab Risty.
"Oya??Itu karma untuknya,karena tidak mau membantu kita jadi Tuhan langsung kasih dia teguran." ujar ibunya yang justru merasa tidak kasihan.
"Iya,ku pikir juga gitu ma..Orang yang terlalu pelit dan sombong,jadinya dikasih teguran instant.Untungnya kehamilannya tidak apa-apa.Kalau dia keguguran kan miris jadinya." ujar Risty yang juga ikut tidak merasa kasihan pada Anggun.
Mereka seakan tidak memperdulikan nasib Anggun yang baru saja mengalami musibah.Hanya karena merasa sakit hati tidak mendapat bantuan keuangan,membuat mereka jadi bersyukur,saat Anggun mendapatkan teguran dari Tuhan.
Risa yang tanpa sengaja mendengar obrolan mereka,langsung terkejut saat tahu Anggun mengalami musibah.Ia pun langsung bergegas kerumah sakit untuk menemui Anggun.