Honey! You Are My Happiness

Honey! You Are My Happiness
BAB 42 : YANG DI TUNGGU-TUNGGU



Naca mendarat di airport dengan selamat. Sekarang jam sudah menunjukan pukul 22.45 WIB, sudah terlalu malam untuk Naca menghubungi Ezra.


“ Ya sudahlah aku kabari Kak Ezra besok pagi saja, lagian besok aku akan langsung masuk ke Sekolah...Huuh ngga sabar banget dapat hadiah dari Kak Ezra apalagi ini hadiah spesial, semoga saja ekspektasiku tidak terlalu berlebihan.” Ucap Naca sambil melihat jalanan yang sudah lumayan sepi karena malam hari.


Supir taksi itu menengok ke kursi belakang “ Sudah sampai Non.” Ucapnya dan seketika membangunkan Naca yang sedang tertidur.


“ Hoam oh oke Pak, terima kasih banyak ya...biayanya berapa?” Tanya Naca sambil mengeluarkan dompet di dalam tasnya.


“ Rp. 123.000,00 Non, mari saya bantu mengangkat koper Non.” Sahut supir taksi itu.


Naca memberikan 2 lembar uang berwarna merah.


“ Kembaliannya ambil saja, sekali lagi terima kasih sudah mengantar saya dengan selamat.” Ujar Naca sambil tersenyum manis.


Setelah membantu menurunkan koper Naca dari bagasu mobilnya, supir taksi itu pergi dan melaju dengan kecepatan sedang.


Meregangkan anggota badannya “ Akhirnya sampai juga di rumah ini..aku sudah kangen banget sama masakan bibi, kangen Oma sama Om juga, pokoknya aku kangen semua yang ada disini hehe.” Ucapnya sambil perlahan berjalan memasuki gerbang rumahnya dengan satu tangan yang menarik kopernya.


Naca membunyikan bel rumahnya beberapa kali namun tidak ada sahutan dari dalam rumahnya.


“ Apa aku nyewa hotel saja ya..mungkin semua orang dirumah sudah tidur.” Ucap Naca sambil berjalan keluar gerbang.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam rumah namun terdengar lirih dari luar rumah “ Sebentar.” Sahutnya singkat.


Lalu saat pintu di buka “ Loh Nona sudah kembali, sini saya bantu bawa.” Ucap Bibi Aish sambil menghampiri Naca dan membawakan kopernya.


“ Eh iya Bii terima kasih, aku pengennya sih ngasih surprize ke kalian semua..tapi ternyata malah ganggu Bii Aish tidur ya, maaf Bii.” Ucap Naca dengan wajahnya yang di tekuk cemberut.


“ Astaga Nona sama sekali tidak mengganggu tadi saya baru saja ingin tidur tapi saat mendengar bel berbunyi saya cepat-cepat kesini..namun sepertinya saya sudah membuat Non menunggu lama maaf Non.” Celetuk Bii Aish hingga sampailah mereka di ruang tamu.


Naca tetap saja menunjukan wajah cemberutnya karena merasa bersalah.


“ Oh iya Non saya sangat kangen sama Non dan sangat-sangat senang karena Nona sudah kembali..mau saya buatkan makanan apa.” Tanya Bii Aish.


“ Baiklah saya buatkan sebentar, Non bisa bersih-bersih badan terlebih dahulu pasti tidak nyaman karena sudah melakukan perjalanan jauh.” Ucap Bii Aish perhatian.


“ Oke Bii..aku kembali ke kamar dahulu, semangat masaknya hehe.” Sahut Naca lalu berjalan menuju kamarnya.


Setelah selesai mandi, Naca kembali turun ke dapur dan memakan masakan Aish.


“ Enak seperti biasa.” Ucapnya dengan mulut penuh.


“ Saya senang kalau Non suka.” Sahut Bi Aish.


Selesai makan Naca kembali ke tempat tidurnya dan istirahat.


Keesokan harinya.


Naca sudah mengenakan seragam sekolahnya dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju sekolahnya.


“ Non lagi bahagia sekali ya? Ada apa..apakah sesenang itu masuk sekolah.” Ucap Supir Naca.


“ Tentu saja karena aku akan bertemu teman-temanku.” Sahut Naca sambil tersenyum riang gembira.


“ Untuk pertama kalinya hari senin adalah hari yang aku tunggu-tunggu untuk pergi ke sekolah dan sekarang aku sudah hampir tiba disana.” Batin Naca.