
Triiing triing tring
“ Hoaam,” Ezra terbangun dari tidurnya.
Membuka matanya dan melihat kesamping kirinya “ Ke kantin ngga?” Tanya Ezra.
“ Sebenarnya mau sih ke kantin, cuman aku males ketemu sama Dave apalagi Tiara.” Sahut Naca sedikit lirih.
Mendengar itu sontak membuat Ezra duduk lalu memegang kedua tangan Naca, sekarang mereka berhadapan “ Naa kamu ngga usah khawatir, ada aku. Kalau yang lain nyalahin kamu atas putusnya kalian, masih ada aku yang bisa membongkar kedok mereka berdua yang selama ini berselingkuh.” Ucap Ezra menenangkan Naca.
Merekapun berjalan bersama menuju kantin dengan Naca yang sedikit tertatih saat berjalan di bantu oleh Ezra.
Sementara itu Dave di kelasnya.
“ Gue harus ketemu sama Naca dan jelasin semuanya, ini bukan kesalahan gue semata bisa nyelingkuhin dia. Lagian siapa yang ngga bakal kegoda sama cewek yang nawarin begituan.” Gumam Dave lalu keluar kelasnya.
“ Nacakan suka makan, seharusnya di jam segini pasti dia ada di kantin, yaa benar pasti dia ada di kantin.” Ucap Dave lalu pergi ke kantin.
☆☆☆
Di kantin sudah ada Naca dan Ezra yang sedang memesan makanan.
“ Naa kita duduk di sana saja kayanya, seharusnya Dave susah buat mencarimu.” Ucap Ezra sembari menunjuk meja di pojok kantin.
“ Tapi Kak aku kenal banget Dave, dia pasti bakal nyariin aku di kantin ini. Gimana kalau kita kembali ke taman saja.” Sahut Naca memberi saran.
“ Hmm mungkin memang Dave akan mencarimu kesini, karena aku sudah melihatnya menuju sini...sekarang kamu tenang dan bersembunyi di belakangku, kita pergi lewat pintu sebelah saja.” Ucap Ezra lalu merekapun pergi ke taman melewati pintu samping kantin.
“ Hoos hos untuk saja kita ngga ketemu Dave Kak, karena jujur aku masih tidak ingin melihat wajahnya.” Ucap Naca sembari menduduki gazebo taman dengan matanya yang tanpa sadar meneteskan air mata.
Melihat Naca yang menangis membuat Ezra iba dan kebingungan, Ia langsung menghapus air mata Naca dengan tangannya “ Sudah kamu jangan menangis lagi, aku tau pasti rasanya sakit melihat orang yang kamu sayang bersama orang lain apalagi kalau dia berselingkuh, tapi itu membuktikan kalau kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari dia.” Kata Ezra.
Dengan sedikit terisak “ Iya Kak, aku akan mencoba untuk baik-baik saja dan bisa menerima semua ini.” Sahut Naca sambil menghapus air matanya.
“ Yaudah, sebentar ya. Aku mengambil makanan kita di kantin dulu dan membawanya kesini, kamu jangan kemana mana okay!” Ucap Ezra lalu bergegas menuju kantin.
Sesampainya di kantin, Ezra langsung berjalan menuju taman lagi.
Dave melihat Ezra yang berjalan tergesa-gesa itu mulai curiga “ Kayanya orang ini pasti sedang bersama Naca, aku tau persis kalau dia menyukai Naca dan pasti akan mencari celah dari hubungan kami yang kurang baik seperti sekarang ini.” Gumam Dave lalu berjalan mengikuti Ezra.
Ezra yang sadar kalau Ia sedang di ikuti.
“ Dasar bocah ini menyusahkan saja, kalau begini caranya aku harus kembali ke kelas dulu sampai anak ini tidak mengikutiku lagi.” Gumam Ezra lalu berjalan berlawanan arah dari taman.
Sesampainya di kelas, Ezra langsung mengirim pesan kepada Naca.
“ Naa, sekarang aku ada di kelas, kamu tunggu sebentar lagi ya, karena bocah itu sepertinya mencurigaiku dan mengikutiku sampai kelas.”
“ Kamu jaga diri baik-baik, lihat sekelilingmu apabila kamu melihat Dia, cobalah menghindae sebisa mungkin.
“ Oke Kak, maaf menjadi merepotkan Kakak.”
“ Tidak merepotkan sama sekali.”
Situasi telah aman, lalu Ezra menghampiri Naca di taman.
“ Hei Naa, sorry lama ya.” Ucap Ezra sembari membawa nasi kotak dan segelas milkshake.
Naca mengambil milkshake itu “ Iya ngga apa-apa Kak, lagian aku yang nyusahi Kakak.” Ucapnya tersenyum manis.
“ Sudahlah tidak merepotkan sama sekali, oh iya Naa keadaan kamu gimana apa sudah mendingan?” Tanya Ezra.
“ Oh gitu ya, berarti sekarang kamu lagi ngga suka sama siapa-siapa ya?” Tanya Ezra lagi.
Naca sedikit terkejut mendengar pertanyaan Ezra “ Ya kalau ditanya suka siapa aku bakal jawab suka Kakaklah tapikan ngga mungkin aku jawab gitu ke orangnya langsung.” Celetuk Naca dalam hati.
Ia menatap Ezra dengan matanya yang melebar “ Sepertinya tidak ada, oh iya Kakak dulu pernah bilang suka aku kan, Apa sampai sekarang masih suka?” Tanya Naca penasaran.
Ezra syok mendengar pertanyaan itu dengan sedikit tergagap dan pipi yang merona “ Tidak, aku lagi tidak ingin pacaran karena menurutku itu membuatku tidak bisa bebas.” Jawab Ezra penuh alasan.
“ Iya juga sih Kak.” Sahut Naca.
Triing triing triing
“ Ngga kerasa sekarang sudah waktunya pulang saja, yaudah ayo kita balik.” Ajak Ezra.
Naca mengangguk, kemudian mereka berjalan bersama menuju parkiran.
“ Naa kamu duluan saja, aku harus ketemu Zidan ada yang mau aku bicarakan kepadanya.” Ucap Ezra.
“ Oke Kak.” Sahut Naca.
Di tengah perjalanan, di lobby mereka tidak sengaja bertemu Dave.
Dave menarik tangan Naca “ Caa aku mau jelasin semuanya ke kamu dulu, aku khilaf ngga sengaja melakulan itu semua.” Ujar Dave.
“ Sudah Dave aku ngga mau pacaran sama kamu lagi, kita putus semenjak hari itu, kamu sudah keterlaluan memperlakukan aku kaya gitu. Dasar lelaki m*sum b*j*ng*n.” Sahut Naca melepaskan tangannya dari cengkraman Dave.
Dave dan Naca menjadi pusat perhatian oleh murid yang melewati lobby, sebagian ada yang memvidio dan sebagian lagi hanya menggunjing mereka.
“ Kalau sekali lagi kamu pegang-pegang aku, aku ngga akan segan-segan menyebarkan vidiomu yang sedang telanjang itu.” Ucap Naca mengancam Dave dengan tatapan yang tajam.
Dave tidak percaya dengan omongan Naca yang seolah-olah memiliki bukti fisik tersebut “ Wow lakukan saja apabila kamu memilikinya, sekarang ayo cepat ikut aku ke mobil, kita pulang bersama.” Ucapnya dengan menarik paksa Naca.
Naca langsung mengeluarkan hpnya dan menunjukan vidio yang Ia miliki “ Kamu masih ngga percaya?” Ucapnya sambil mengecutkan bibir dan menjauhi Dave.
“ Kau.” Ucap Dave dengan menunjuk-nunjuk Naca lalu pergi.
Dari kejauhan Ezra berteriak “ Naa.”
Naca yang ingin melanjutkan perjalanannya menuju parkiran menghentikan langkahnya “ Iya.” Ucapnya sambil menghadap ke arah suara.
Ezra menarik tangan Naca dan memegangnya “ Kamu ngga kenapa napa? Aku dengar habis ada keributan di lobby ini, antara kamu sama Dave.” Ucap Ezra.
“ Aku tidak apa-apa Kak, hanya saja tidak nyaman berada disini menjadi pusat perhatian orang-orang.” Kata Naca menundukan kepalanya.
Ezra berjalan menuju parkiran dengan tetap memegang tangan Naca, sontak sekarang Naca mengikuti langkah Ezra tersebut.
“ Kamu bareng aku saja ya.” Ucap Ezra membukakan pintu mobilnya.
Naca yang sungkan untuk menolak akhirnya masuk ke dalam mobil itu.
Merekapun pulang ke rumah dengan selamat.