Honey! You Are My Happiness

Honey! You Are My Happiness
BAB 40 : KEJUTAN SPESIAL



Naca sedang belajar di kamar hotelnya.


“ Aargh pikiranku ngga bisa konsentrasi..kepikiran Kak Ezra terus jadi males belajar, kira-kira Kak Ezra lagi ngapain ya sekarang atau aku telpon saja dia..tapi dia sekarang pasti lagi sibuk, apalagi masih jam pelajaran lagi.” Ucap Naca sambil melihat jam di layar telpon genggamnya.


Tlilit tlilit


( Handphone Naca bergetar, Ia langsung menjawab panggilan itu )


“ Naa kamu sudah liat vidio itu?” Tanya Ezra.


“ Vidio apa?” Sahut Naca.


Ezra terdiam beberapa saat “ Untung saja berarti Naca masih belum tau berita tentang vidio skandalnya.” Gumam Ezra sambil menggigit kuku jarinya.


“ Hallo Kak, apa Kakak masih ada disana..vidio apa Kak aku belum buka handphoneku dari tadi soalnya.” Tanya Naca penasaran sambil membuka layar handphonenya.


“ Oh bagus deh...Naaa..kamu jangan pernah buka handphonemu sampai Olimpiademu selesai ya! Tolong!!..karena aku ada kejutan yang spesial untuk kamu, tapi kamu akan mengetahuinya saat sudah balik ke Malang.” Ujar Ezra berbicara sembarangan apapun yang sedang Ia pikirkan.


Naca kebingungan dengan ucapan Ezra “ Kejutan yang spesial? Tapi kenapa aku tidak boleh membuka handphoneku memangnya ada apa Kak.” Sahut Naca penasaran.


“ Pokoknya kamu jangan pernah buka media sosial, cukup buka handphone untuk mengabariku saja ya..jangan curang ya Naa kalau curang aku ngga jadi ngasih hadiah spesialnya dan tidak akan ada kejutan yang sama seperti ini.” Ucap Ezra.


Menekuk bibirnya dan berpikir sebentar “ Baiklah demi kejutan spesial dari Kak Ezra aku tidak akan membuka media sosialku..tapi apakah boleh sekali saja aku membukanya hanya untuk menghilangkan rasa penasaranku..boleh ya Kak.” Ucap Naca memohon.


“ Tidak boleh! Kalau kamu ngebuka media sosialmu aku tidak ingin berteman denganmu lagi.” Ucap Ezra nada menyentak dan suara tinggi.


Mata Naca sedikit terbelalak dan terkejud mendengar ucapan Ezra “ Baiklah Kak aku tidak akan curang..kalau begitu aku matikan ya, aku masih harus belajar.” Ucap Naca dengan suara lirih.


“ Naa aku minta maaf aku hanya tidak ingin kamu membuka sosial mediamu..tolong jangan dibuka ya, kalau begitu selamat belajar dan terus semangat ya.” Ucap Ezra.


“ Baik Kak, aku akan semangat belajarnya.” Sahut Naca lalu mematikan telponnya.


“ Haduuh aku kelepasan jadi kasar nada bicaraku..tapikan kalau kami tidak berteman berarti kami jadi pacar, sangat tidak mungkin untuk kami menjadi musuh lagi pula akupun tidak ingin kami menjadi musuh.” Gumam Ezra, lalu pandangannya tertuju pada guru yang baru memasuki ruang kelasnya.


Beberapa hari kemudian.


“ Aku bosen banget sudah beberapa hari aku ngga buka sosial media dan kenapa aku ngikutin kemauan Kak Ezra ya..ah bikin kesel untung saja sebentar lagi sudah mau dimulai olimpiadenya, aku ngga yakin bisa menang melawan orang sepinter dan sebanyak ini sih..apa aku nyerah saja ya males juga kalau harus ngelawan peserta dari negara lain kalau lanjut ke tahap selanjutnya.” Celatuk Naca sambil menunggu peserta lain untuk masuk ke ruang olimpiade.


Sementara itu di Malang, Ezra bersikeras kalau vidio yang sudah beredar luas itu, bukanlah vidio Naca melainkan vidio orang lain yang di buat seakan-akan itu adalah Naca.


Ezra berjalan dari kelas ke kelas lainnya “ Woy kalian semua dengarin hapus semua vidio tentang skandal Naca itu..itu semua ngga benar, bukan Nacalah yang ada di vidio itu.” Sentak Ezra kepada murid lainnya lalu pergi ke kelas lain lagi.


Merebut handphone cowok yang sedang menonton ulang vidio tersebut “ Sekarang vidio ini sudah gue hapus dan kalian semua jangan ada yang berani liat vidio ini lagi.” Ucap Ezra sambil mengangkat handphone cowok itu dan menunjukan kepada semua orang disana.


Cowok itu kesal Ia naik pitam “ Mentang-mentang Loe adalah ketua osis terus seenaknya ngambil handphone orang lain dan ngehapus vidio itu tanpa izin..bukannya Loe bilang kalau ini bukan Naca terus kenapa harus di hapus juga kalau ini bukan Naca.” Ucapnya sambil merebut kembali handphonenya.


Ezra menarik kerah baju cowok itu “ Ini memang bukan vidio Naca tapi gue ngga suka semua orang nonton vidio ngga bermoral itu dan Naca sebagai objeknya..dan buat kalian semua disini yang masih berani menyimpan vidio itu akan gue habisin.” Ucap Ezra lalu melepas kerah cowok itu dan mendorongnya ke belakang.


Di waktu yang bersamaan Naca sedang mengerjakan soal-soal olimpiadenya “ Aku sudah lama menunggu hari ini tiba, aku ingin cepat pulang untuk bertemu Kak Ezra lalu dapat kejutan spesial...ngga sabar banget nunggu ini, aku salahin 5 soal saja deh supaya ngga lanjut ke tingkat internasional.” Ucapnya sambil mengganti jawabannya dengan jawaban yang salah.


“ Waktunya sudah selesai, silahkan peserta olimpiade untuk meninggalkan ruangan ini. Pengumuman akan fi beritahukan 2 minggu lagi. Selamat beristirahat kembali.” Ucap panitia dari depan.


Naca kembali ke kamarnya “ Nelpon Kak Ezra ah lagi ngapain ya dia seharusnuya sih masih istirahat.” Gumam Naca sambil mengganti pakaiannya.


Ia merebahkan badannya di kasur dan tengkurap memainkan Handphonenya.


(EZRA)


^^^“ Kak sekarang sibuk ngga, aku sudah selesai olimpiadenya mungkin nanti sore aku akan pulang ke Malang.” ( 09.35 )^^^


“ Aku masih di kantin istirahat, bagaimana tadi?” ( 09.37 )


^^^“ Soalnya terlalu mudah jadi aku salahin 5 soal deh, semoga saja aku tidak terpilih untuk lanjut ke tingkat internasional..kalau sampai kepilih rasanya aku ngga mungkin menang malah buang-buang waktu saja.” ( 09.39)^^^


“ Kamu ini ada-ada saja..kalau begitu selamat istirahat aku mau balik ke kelas dulu..daaah.” ( 09.40 )


^^^" Iya Kak..daah."^^^


Naca meletakkan handphone dan merenung sambil melihat langit-langit kamar “ Pengen ketemu Kak Ezraa huhu..rasanya hatiku hampa sekali saat di Jakarta ini, aku juga ngga punya teman hanya ada Kak Leo yang aku kenal..aku belum berbelanja oleh-oleh, yasudah nanti saja aku ajak Kak Leo mau tidur sebentar deh..capek.” Ucap Naca lirih.


...Tok tok tok...


...( Suara ketokan pintu kamar Naca )...


...Ning Nong Ning Nong...


...( Suara bel kamar berbunyi )...


“ Iya sebentar, siapa sih ganggu saja sudah ngetok pintu mencet bel lagi.” Gumamnya sambil beranjak dari kasur.


Membuka pintu “ Iya ada apa? Oh Kak Leo.” Ucap Naca sambil melihat orang yang ada di hadapannya.


“ Hai Naa kitakan sudah selesai olimpiadenya, jadi aku mau ngajak kamu main sebentar sambil nyari oleh-oleh..aku tau kamu belum nyari oleh-olehkan, kapan kamu akan pulang?” Tanya Leo.


“ Tau saja Kakak ini kalau aku belum beli oleh-oleh..rencananya sih hari ini aku akan pulang tapi masih belum beli tiket juga.” Sahut Naca.


“ Kalau begitu aku ganti baju dulu ya Kak, baru kita berangkat..tunggu sebentar, Kakak balik ke kamar saja aku akan memanggil Kakak kalau sudah siap.” Ucap Naca sambil menutup pintunya setelah melihat Leo yang mengangguk dan berjalan ke arah kamarnya.