Honey! You Are My Happiness

Honey! You Are My Happiness
BAB 33 : DIA ADALAH LEO



“ Aargh kok masih ngga bisa tidur saja sih.” Ucap Naca sambil berguling-guling dikasurnya, lalu Ia duduk dengan kondisi rambut yang sangat acak-acakan.


“ Sekarang aku ngapain ya, serial drama yang aku tonton juga sudah habis...sudah hampir satu jam aku memejamkan mata, tapi masih saja belum bisa tidur.” Ucap Naca sambil sesekali menggaruk kepalanya, padahal tidak gatal.


Setelah memikirkan begitu banyak hal sampai akhirnya Ia membulatkan tekad untuk pergi keluar mencari udara segar malam.


“ Malas banget buat keluar...pasti diluar dingin banget, awas saja habis aku nyari udara segar tetap ngga bisa tidur. Siapa pun tolong gendong aku.” Rengek Naca, lalu Ia pun mengambil jaket dan berjalan keluar.


Di lorong kamar.


“ Aku ke taman apa rooftop saja ya? Kalau taman pasti ramai gara-gara itu kan tempat umum... mending aku ke rooftop saja disana pasti sepi, mungkin ada beberapa orang VIP saja yang bisa kesana termasuk karyawan.” Gumam Naca, Ia pun membalikkan badan dan berjalan ke arah tangga menuju rooftop.


Sesampainya Naca di rooftop, terdapat beberapa karyawan yang sedang menata tanaman yang ada disana. Naca berjalan menuju pinggiran rooftop dan duduk disana, Ia memandangi langit dan city light yang terlihat jelas dari atas situ.


“ Huuuh lumayan dingin ya disini, padahal aku sudah pakai jaket...seharusnya tadi aku membawa selimut juga.” Celetuk Naca lirih.


Tiba-tiba ada suara yang memanggilnya “ Hei kamu yang disana.”


“ Mati gue, apa tamu ngga boleh kesini ya? Tapi kan aku nyewa kamar paling mahal disini. Sudahlah kalau di tegur aku tinggal balik ke kamar dan lihat pemandangan ini dari teras saja.” Batin Naca dan tidak menghiraukan panggilan tersebut.


Orang itu memegang pundak Naca “ Hei kamu aku panggil.. kenapa tidak menyaut, bukankah kita sudah bertemu tadi sore?” Ucap orang itu.


Sontak Naca menoleh ke arah datangnya suara tersebut “ Ternyata suara itu berasal dari kamu...aku pikir dari pegawai disini, hampir saja aku lari terbirit-birit.” Ucap Naca.


“ Awalnya aku pikir kamu ini siapa dari kejauhan, setelah aku dekati ternyata cewek yang sore tadi...oh iya kamu sadar ngga sih kita belum kenalan loh dari tadi.” Ucap pria itu.


Naca menepuk jidatnya “ Oh iya kok bisa ngga kepikiransih...kayanya ini semua gara-gara pertemuan kita yang ngga di sengaja, terus kaki aku yang keseleo belum lagi handphone aku yang ketumpahan air. Itu semua bikin kita lupa kenalan deh.” Sahut Naca.


“ Yaudah kita ulang ya, kenalin aku Leo dari SMA NEGRI 13 JAKARTA kelas 11 dan aku juga peserta olimpiade disini.” Ucap Leo mengulurkan tangannya.


Naca balik mengulurkan tangannya juga “ Kenalin aku Naca dari SMA NEGRI 11 MALANG kelas 10, salam kenal ya?” Ucap Naca sambil tersenyum.


Leo memperhatikan kaki Naca sambil berjongkok “ Kalau gitu aku panggil kamu Nana ya? Kaki kamu sudah mendingan apa ngga...dari yang aku liat sih kayanya sudah membaik ya, sudah ngga sebengkak tadi.” Tanya Leo.


Naca memegang kakinya “ Kamu panggil apa saja boleh asalkan bukan pakai nama hewan ya hahaha... Iya sekarang saat dipegang sudah ngga sakit.” Ucap Naca.


Sekarang Leo duduk di sebelah Naca “ Besok kita sudah mulai pembinaan intensif ya, jadi ngga punya waktu yang banyak buat main-main lagi. Kamu ikut olimpiade apa?” Tanyanya.


Karena kedinginan Naca menggosok-gosokan telapak tangannya dan beberapa kali meniupnya “ Aku ikut olimpiade kebumian sih, kalau kakak sendiri ikut olimpiade apa.” Sahutnya lalu memasukan kedua tangannya kedalam saku jaket.


Naca mengangguk seolah-olah Ia memahami perkataan Leo “ Oh ternyata gitu ya, Kakak bisa tau gara-gara apa nih...jangan-jangan keluarga kakak jadi panitia ya, hayo loh sudah ketahuan nih.” Ejek Naca sambil tertawa kecil.


Sontak Leo mengangkat kedua tangannya “ Untuk kali ini keluarga aku ngga ikut-ikutaan, serius. Aku bisa tau ini gara-gara tahun kemarinkan aku ikut olimpiade juga dan selalu begini.” Ucap Leo membela dirinya.


Naca menganggukan kepalanya lagi “ Oh.. terus kenapa Kakak ada di lantai paling atas juga, bukannya pesertakan di lantai bawah bukan di penthouse kaya kita.” Tanyanya lagi.


“ Kalau untuk ini aku jujur deh, tapi aku ngga ada niatan buat sombong ya. Kalau hotel ini memang punyanya Papa aku dan aku sering tidur disini kalau lagi suntuk dirumah...dan kenapa aku memilih tidur di penthouse dari pada bareng sama peserta lain, ya gara-gara aku masih masa pemulihan penyakit OCDku.” Ucap Leo menjelaskan.


“ Sekarang sudah jam malam banget loh... ayo kita masuk ke dalam saja, hari juga sudah semakin dingin...apalagi besok harus pembinaan kamu harus tidur yang cukup, jangan sampai besok kamu telat..itu kan salah satu persyaratan buat tidur di kamar yang kamu booking sendiri.” Ucap Leo seperti Ibu-ibu yang sedang mengomel kepada anaknya.


Naca tertawa melihat tingkah Leo yang seakan-akan menjadi ibunya “ Ahahaha Kakak cerewet banget deh, yaudah kalau begitu ayo kita balik ke kamar masing-masing...yang terakhir sampai ke kamar adalah pengecut dan besok harus mentraktir es krim.” Ucap Naca sambil berdiri, lalu Ia bergegas kembali ke kamarnya. Di ikuti oleh Leo di belakangnya.


Namun Naca tidak mengetahui bahwa kamar Leo lebih dekat dengan rooftop ketimbang kamarnya yang masih beberapa meter lebih jauh.


Leo membuka kamarnya “ Naa...aku sudah sampai di kamarku nih.” Teriaknya kepada Naca yang ada di depannya.


Naca terkejud karena dialah yang kalah “ Baiklah besok aku akan mentraktir Kakak es krim...tunggu saja besok ya, daaah.” Ucap Naca sambil menoleh kearah Leo dan melambaikan tangannya, lalu Ia pun memasuki kamarnya.


Baru saja Naca merebahkan badannya di kasur, Ia sudah tidak sabar untuk bertemu Leo lagi.


“ Kak Leo, asik juga ya sama kaya Kak Ezra.” Ucap Naca sambil senyum-senyum sendirian.


Sementara itu Dave di Malang, sedang mencari hacker-hacker terbaik yang bisa menghack handphone Naca untuk mendapatkan vidio mesumnya bersama tiara.


“ Lihat saja kamu Naca, aku tidak akan membiarkan kamu membuatku jatuh sendirian... apabila aku jatuh kamupun harus jatuh bersamaku, tidak perduli apapun yang terjadi kamu akan selamanya bersamaku.” Gumam Dave dengan pikiran jahatnya.