Honey! You Are My Happiness

Honey! You Are My Happiness
BAB 27 : EZRA BUCIN?



“ Naca, Nacaa bangun.” Ucap Ezra sambil mengetok jendela mobil.


“ Anak ini kok ngga bangun-bangun juga si. Di telpon di apain ngga bangun-bangun, yaudah gue tunggu di mobil saja kali ya.” Gumam Ezra.


☆☆☆


Flash back 1,5 jam yang lalu.


Ay ay ay


I’m your little butterfly


( Dering ponsel Ezra berbunyi )


“ Na?” Sahut Ezra.


Namun tidak ada suara Naca yang terdengar. Hanya terdengar suara kegaduhan orang yang berjalan dan juga beberapa *******.


“ Hah Naca ngapain sampai ada suara kaya gini.” Gumam Ezra dalam hati.


Ezra terus mendengarkan suara dari telpon itu lalu Ia menyadari bahwa Naca sedang bertengkar dengan Dave.


“ Hah jadi ada cewek lain disana dan kemungkinan itu suara cewek yang lagi ndesah.” Gumamnya lagi.


“ Yes gue ada kesempatan untuk dekatin Naca lagi, tapi kasian ternyata cewek se perfect ini masih saja ada yang nyelingkuhin gaakan gue biarin!” Ucap Ezra lirih.


Mendengar Naca mengucapkan Villa Xy, Ezra langsung bergegas menuju villa tersebut. Namun sayangnya saat dia sudah sampai disana, Ia tidak menemukan Naca.


Telpon merekapun sudah terputus entah mengapa, akhirnya dengan tekad bulat Ezra menyusuri jalan yang mungkin Naca lewati dan sampailah Ia ditempat sekarang ini.


☆☆☆


Kembali ke masa kini.


“ Hooam, sekarang jadi gue yang ngantuk, tidur bentar kali ya sambil nunggu dia kebangun.” Batin Ezra sambil terus menguap.


Beberapa menit kemudian Naca terbangun.


“ Astaga aku ketiduran disini, harus cepat-cepat balik kerumah nih terus berangkat ke Surabaya.” Celetuk Naca sambil terburu-buru kembali ke rumahnya.


Baru saja Ia mengendarai mobilnya beberapa meter, “ Loh bukannya itu mobilnya Kak Ezra.” Ucap Naca lalu memutar balikkan mobilnya dan turun dari mobilnya.


Tok Tok Tok


Naca mengetuk jendela mobil Ezra “ Kak Ezra kenapa Kakak ada disini.” Ucapnya sambil memperhatikan Ezra yang baru saja terbangun dari tidurnya.


Melihat Naca yang ada di samping mobilnya itu, Ezra bergegas menurunkan kaca mobilnya “ Hallo Naa akhirnya kamu bangun juga.” Ucapnya sambil tersenyum manis.


“ Iya, Kakak sendiri ngapain disini?” Tanya Naca kebingungan.


“ Sudah nanti-nanti saja aku menceritakannya sekarang sebaiknya kamu pulang dahulu,  bukannya besok kamu harus mengikuti olimpiade di Surabaya. Mari kita pulang, aku akan mengikutimu dari belakang dan menjagamu.”


Ucap Ezra penuh kasih sayang.


Naca masih belum bisa memproses apa yang sebenarnya terjadi, Ia langsung kembali kemobilnya dan menuju kerumah.


Sesampainya dirumah.


Naca turun dari mobilnya dan berjalan ke arah Ezra “ Kak terima kasih sudah mengantarku sampai pulang, hati-hati di jalan Kak.” Ucapnya.


“ Iya sama-sama, sekarang cepat ambil barang-barangmu aku akan mengantarmu ke Surabaya.” Sahut Ezra.


Mendengar itu Naca terkejud “ Ha.., tidak usah Kak aku akan diantar oleh supirku saja silahkan Kakak kembali ke rumah.” Ucap Naca dengan debaran dihatinya.


Ezra tersenyum sambil memikirkan alasan yang tepat “ Oh baiklah jika kamu tidak ingin aku jelaskan mengapa aku bisa sampai disana.” Ucapnya.


Naca mencondongkan badannya ke arah Ezra “ Baiklah Kak kita deal, aku akan berpamitan dahulu lalu kesini Kakak tunggu sebentar ya, kalau ngga masuk ke dalam saja Kak.” Ucap Naca antusias.


Ezra masih tidak siap apabila harus masuk ke dalam rumah Naca, Ia menggelengkan kepalanya “ Tidak usah, aku akan menunggu disini saja. Sudahlah cepat kamu masuk ke dalam saja.” Ucapnya.


Setelah beberapa menit Ezra menunggu, Naca keluar dengan barang-barang bawaannya dan sudah mengganti bajunya.


“ Oke Kak sudah selesai semua, mari kita berangkat dan Kakak ceritakan kejadian yang tadi.” Ucap Naca dengan mata yang melebar dan badan yang condong ke arah Ezra.


“ Jadi apakah kamu lupa kalau kamu menelponku sebelum adegan kalian bertengkar? Tanya Ezra.


“ Ha... oh iya Aku sampai lupa, Aku tadi kan nelpon Kak Ezra tapi kok Kakak bisa tau tempat persisnya aku berada.” Tanya Naca lagi.


“ Aku mendengarkan kalian mengobrol lalu ada bagian kamu mengatakan akan menyebarkan tentang perselingkuhan Dave di villa xy. Akhirnya aku langsung menuju villa itu tetapi kamu tidak ada disana.” Sahut Ezra sambil terus memperhatikan Naca sampai-sampai kurang fokus menyetir.


“ Kak yang bener dong kalau nyetir, terus kok bisa tau aku ada di pinggir jalan?” Tanya Naca lagi.


“ Entahlah aku hanya feeling saja kamu masih ada di jalanan, jadinya aku berkeliling mencarimu lalu sampailah disana dan ternyata kamu malah tidur.” Ejek Ezra.


“ Naa kayanya mending kamu tidur dulu deh, besok kamu harus mengikuti olimpiade di pagi hari kan?” Ucap Ezra sambil mengelus-elus rambut Naca.


Naca membeku sesaat “ O-oh iya Kak, kalau gitu aku tidur dulu ya.” Sahut Naca.


Sesampainya di hotel tempat mereka menginap, Ezra turun untuk memastikan apakah sudah ada murid dari SMA NEGRI 11 MALANG.


Ezra berjalan menuju mobilnya “ Naca masih belum bangun saja ya.” Ucapnya sambil memandangi Naca yang sedang tidur.


“ Naa sebenarnya aku masih menyukaimu, aku tidak ingin ada orang yang menyakitimu lagi, aku akan menjagamu sebisaku.” Gumamnya sambil menyelimuti tubuh Naca dengan jaketnya.


Beberapa menit kemudian Naca terbangun.


“ Sudah sampai ya, kenapa Kakak tidak membangunkanku malah Kakak harus menungguku terbangun seperti ini.” Ucap Naca sambil menghadap Ezra.


Ezra tersenyum dan mengacak-acak rambut Naca “ Makanya ayo sekarang kita ke hotel, aku bantuin kamu bawa kopermu.” Ucapnya.


Naca menangkis dan melepaskan tangan Ezra yang memegang rambutnya “ Ih Kakak jadi rusak rambutku.”


Sesampainya di hotel, Ezra berpamitan untuk kembali ke Malang. Naca merasa bersalah karena telah merepotkan Ezra dan Ia langsung memesankan kamar untuk Ezra.


Naca memberi kunci kamar “ Nih Kak, Kakak tidur disini saja karena sudah sangat malam. Terima kasih karena sudah mengantarkanku sampai sini, selamat tidur.” Ucapnya lalu berjalan pergi menuju kamarnya.


Keesokan harinya di jam 8 pagi, Naca dan peserta lainnya mengikuti Olimpiade tersebut. Selesainya mengerjakan soal-soal tersebut mereka kembali ke Hotel dan mengemasi barang-barangnya.


“ Seleksi kaya gini saja, harus pergi ke luar kota sunggu merepotkan.” Ucap Naca sembari mengangkat koper-kopernya kedalam bagasi mobil.


“ Kak Ezra sepertinya sudah pulang, aku merasa bersalah karena merepotkannya.” Batin Naca sembari menduduki kursi penumpang, Ia memakai jasa travel untuk kembali ke Malang.


Naca beberapa kali singgah di tempat oleh-oleh untuk dibawa ke Malang.


☆☆☆


Di sekolah.


Zidan memasuki sekolah sambil bergegas menemui teman-temannya.


“ Gha, Ezra kemana kok loe cuman sendirian.” Ucap Zidan sembari menduduki kursi kosong di hadapan Agha.


“ Gue juga belum tau, tumben itu anak belum datang jam segini. Kemarin dia bilang mau ketemu sama Naca.” Sahut Agha sambil membuka sarapannya.


Zidan mengambil sandwich yang ada di hadapannya “ Bukannya Naca hari ini ikut olimpiade itu ya, wah parah si kayanya si Ezra ikut ke Surabaya, biasalah anak bucin satu itu.” Ucapnya sembari memakan sandwich di tangannya.


“ Loe gimana sama Helen apa ada harapan?” Tanya Agha.


“ Sebenarnya ada harapan, cuman gue kemarin denger papanya ngobrol sama orang ternyata Helen bakal di jodohin sama anak mana giu, gue juga kurang denger.” Sahutnya dengan menghela nafas dalam.


“ Ya perjuangin Zid kalau loe beneran suka sama Helen, lagian kalian berdua cocok.” Kata Agha.


Zidan hanya termenung.


Agha membuka hpnya “ Yaudah gue tanya Ezra dulu dia ada dimana.” Ucapnya.


“ Loe dimana, Zidan sudah balik ke Malang nih, loe ngga kangen temen loe yang patah hati ini?” Ucap Agha di dalam telpon itu.


“ Bentar habis ini gue kesana, masih baru sampai di rumah gue.” Sahuf Ezra lalu mematikan telponnya.


Mendengar ucapan Ezra membuat Agha berpikiran kalau Ezra memang habis dari Surabaya.


“ Gue sekarang makin percaya Si Ezra benar-benar bucin akut!” Ucap Zidan.