
Ezra baru saja mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 20.00 WIB.
“ Akhirnya gue beneran sampai di sini juga berkat bantuannya si Agha.” Gumam Ezra sambil menarik kopernya menggunakan tangan sebelah kirinya.
Beberapa jam sebelumnya.
“ Gue pulang duluan benaran nih?” Tanya Ezra sambil membereskan buku-buku pelajarannya di kelas.
Agha memberikan isyarat dengan mengangkat jempol tangannya “ Aman bro, paling lambat nanti sore gue kerumah Loe bawain surat dispen.” Ucap Agha.
“ Yaudah gue pulang beneran nih...awas Loe php padahal gue sudah packing baju pakaian gue.” Ancam Ezra.
Agha kembali mengangkat ibu jarinya tersebut, Ezrapun meninggalkan kelasnya dan menuju kerumahnya.
Sekarang sudah pukul 4 sore, Agha tidak kunjung datang kerumah Ezra. Ezra bolak-balik menelpon nomor Agha namun tidak ada jawaban.
“ Dasar anak itu, awas saja Loe kalau benar-benar php in gue...gue kasih tugas jadi Ketua Pelaksana kapok loe.” Gumam Ezra kesal sembari terus memilih-milih pakaian yang akan Ia bawa ke Jakarta.
Tidak lama kemudian Agha datang dengan songongnya “ Hello brother, liat apa yang ada di tangan gue...sekarang apa nih imbalannya, Gue sudah berhasil dapetin surat dispen ini loh.” Ucap Agha sambil menjunjung tinggi surat di tangannya.
“ Loe mau apa gue traktir..sudah cepat siniin surat di tangan Loe.” Sahut Ezra sambil meraih surat di tangan Agha.
“ Gue mau PS 6 keluaran terbaru hihi.” Ucap Agha cengengesan.
Ezra mengeluarkan kartu ATM nya dan memberikannya kepada Agha “ Sudah ya loe beli sendiri saja...gue mau cepat-cepat ke Airport dari pada telat. Thank you bro.” Ucap Ezra.
Kembali ke waktu saat ini. Ezra mencari penginapan di dekat hotel Naca karena hotel yang Naca gunakan sudah penuh dan orang luar dibatasi.
“ Capek juga gue..hari ini rasanya terlalu banyak hal yang gue lakuin.” Batin Ezra sambil merebahkan badannya di kamar hotel yang sudah Ia sewa.
Lalu Ezra duduk “ Eh chat gue sudah di balas ngga ya sama Naca.” Ucap Ezra sembari membuka handphonenya, begitu gembiranya raut wajah Ezra begitu melihat 2 notif dari nomor Naca.
[ “ Hallo Kak, maaf aku baru bisa bales soalnya handphoneku habis rusak kena air huhu, jadinya baru bisa buka chat Kakak.” ]
[ “ Kalau masalah yang kemarin aku sudah lupain kok Kak, bukan salah Kakak sepenuhnya juga kita jadi diam-diaman saat itu. Salahku juga karena tidak berusaha mengajak Kakak ngobrol malah menunjukan tampang jutekku.” ]
Ezra langsung tersenyum bahagia saat membaca chat dari Naca “ Tuh kan akhirnya di bales juga, untung Naca ngertiin aku...jadi makin cinta deh.” Batinnya.
(Naca)
^^^“ Naa kamu sekarang masih ada kegiatan?” (20.23)^^^
“ Masih ada sih Kak, ini aku masih pembelajaran. Ada apa?” (20.25)
^^^“ Ngga ada apa-apa, lama ngga ketemu kamu saja. Aku jadi kurang semangat sekolahnya.” (20.26)^^^
^^^“ Kalau aku ketemu kamu hari ini kamunya bisa?” (20.26)^^^
“ Bisa saja Kak, tapi kan tidak mungkin juga.” (20.30)
^^^“ Yasudah hari ini aku ke kamu ya?” (20.32)^^^
“ Jangan Kak itu terlalu buang-buang waktu, uang dan tenaga. Apalagi Kakak besok harus sekolah.” (20.33)
^^^“ Kalau hari ini aku ketemu kamu dan aku bisa dapat surat dispen supaya besok ngga perlu sekolah. Apa yang akan aku dapatkan?” (20.34)^^^
“ Karena sekarang sudah jam segini dan rasanya tidak mungkin untuk Kakak bisa ketemu aku. Aku akan kasih apapun yang Kakak mau tapi tidak boleh yang aneh-aneh ya.” (20.36)
^^^“ Aku minta peluk bolehkan berarti soalnya aku kangen banget nih. Oke kalau sebelum jam 12 aku ketemu kamu berarti aku berhasil ya.” (20.37)^^^
“ Oke siapa takut tapi aku percaya Kakak ngga bakal bisa ngelakuin itu, sekarang sudah jam segini belum ngurus dispen, ngurus tiket pesawat, packing dan otw kesini. Aku yakin aku yang menang.” (20.38)
^^^“ Benaran ya, oke. Tunggu aku.” (20.40)^^^
“ Ngga mungkin.”
“ Ngga apa-apa Kak..ini loh teman aku katanya mau ketemu, padahalkan sudah jam segini ngga mungkin bangetkan kalau dia bisa sampai sebelum jam 12 malam ini.” Sahut Naca masih kepikiran Ezra yang menurutnya aneh.
“ Mungkin saja Naa, tergantung seberapa effort dia. Emangnya ini siapa pacar kamu?” Tanya Leo.
Naca terbelalak mendengar kata pacar “
Haa...bu-bukanlah aku mana punya pacar Kak, dia Ketua Osis aku.” Jawab Naca terbata-bata.
“ Yang di belakang kenapa asik mengobrol sendiri ya? Besok jangan di ulangi lagi.” Ucap panitia yang baru saja naik ke panggung aula.
“ Oke anak-anak segini saja untuk hari ini..pembelajaran hari ini telah selesai, silahkan kalian beristirahat dan kembali ke kamar masing-masing...sampai jumpa besok pagi.” Tambah Panitia itu.
Para peserta kembali ke kamarnya masing-masing.
“ Sampai sekarang kok chat aku belum di bales sama Kak Ezra ya, apa dia benaran bakal nemuin aku tapikan ini sudah terlalu malam..apalagi kami sedang beda kota seperti ini.” Batin Naca sambil terus memeriksa notif dari handphonenya.
Sedangkan Ezra di kamarnya “ Pokoknya gue ngga boleh bales chat Naca dulu biar kesannya kaya misterius gitu, tapi kapan ya waktu yang tepat buat gue bales chatnya.” Celatuk Ezra, lalu Ia membuka aplikasi menonton film di handphonenya.
Cting cting...
(Dave)
“ Caa gue mau ngomong sama Loe.” (21.18)
Naca membuka layar hpnya “ Aku pikir Kak Ezra yang ngebales chat aku ternyata si tukang selingkuh ngapain sih dia ngechat segala...ngga penting banget sudahlah biarin saja.” Batinnya.
Cting cting....
(Dave)
“ Bales chat gue woy, dasar cewek jal*ng ngga usah sok jual mahal deh.” (21.26)
“ Gue mau kita balikan dan loe juga harus mau di apa-apain sama gue, ngga usah sok jual mahal lagi aslinyakan loe murah banget. Mau sama cowok sana sini dasar sasimo (sana sini mau).” (21.28)
^^^“ Ngga mau.” (21.35)^^^
“ Kalau Loe ngga mau gue bakal nyebar vidio s*x kita berdua, biar semua orang tau kalau aslinya Loe juga murahan.” (21.37)
^^^“ Apaansih Dave ngga usah ngada-ngada deh, sejak kapan kita pernah ngelakuin hal kaya gitu.” (21.40)^^^
^^^“ Kalau kamu ngechat aku cuman buat ngomongin masalah balikan, sorry gue ngga niat balikan sama tukang selingkuh. Bye maximal.” (21.42)^^^
... [ kamu memblokir nomor telpon ini, ketuk untuk membuka blokir ]...
Sekarang sudah jam 11.34 Kak Ezra belum juga membalas pesan Naca.
“ Kak Ezra benaran tidak jadi kesini ya, padahal selama ini Kak Ezra selalu menepati omongannya...yasudahlah aku tidur saja lagian besok aku masih harus mengikuti kelas pagi.” Celatuk Naca sambil mencuci mukanya di kamar mandi.
Sementara itu di kamarnya Ezra baru terbangun dari tidurnya. “ kenapa kamu meninggalkanku, sayaang.” Suara film yang Ezra tonton.
Ezra mematikan filmnya dan melihat jam “ Apa...sekarang sudah jam 11.39 aku harus cepat-cepat ketemu sama Naca, kalau ketemunya besok nanti aku ngga dapat pelukan dari Naca.” Ucap Ezra sambil memakai jaketnya dan keluar dari kamarnya.