
“ Hai Naa kitakan sudah selesai olimpiadenya, jadi aku mau ngajak kamu main sebentar sambil nyari oleh-oleh..aku tau kamu belum nyari oleh-olehkan, kapan kamu akan pulang?” Tanya Leo.
“ Tau saja Kakak ini kalau aku belum beli oleh-oleh..rencananya sih hari ini aku akan pulang tapi masih belum beli tiket juga.” Sahut Naca.
“ Kalau begitu aku ganti baju dulu ya Kak, baru kita berangkat..tunggu sebentar, Kakak balik ke kamar saja aku akan memanggil Kakak kalau sudah siap.” Ucap Naca sambil menutup pintunya setelah melihat Leo yang mengangguk dan berjalan ke arah kamarnya.
Beberapa menit kemudian Naca sudah selesai bersiap-siap dan sesuai rencana Ia mendatangi kamar Leo.
Tok tok tok
“ Kak Leo aku sudah selesai...ayo kita berangkat sekarang.” Teriak Naca dari luar pintu.
Tidak lama kemudian terdengar sahutan dari dalam bilik kamar “ Iya Naa..tunggu aku mencari kunci mobilku dulu.” Sahut Leo.
Sudah sekitar 5 menit Naca menunggu di luar. Namun Leo tidak kunjung keluar. Lalu..
...Krieet ...
...( Suara pintu terbuka )...
Naca yang bersandar di tembok sebelah pintu, tersadar dari lamunannya “ Sudah dapat Kak?” Tanya Naca.
Dengan bibir yang di tekuk “ Belum ketemu nih Naa..padahal rasanya tadi aku pegang tapi tiba-tiba saat aku butuhkan dia tidak ada.” Jawab Leo.
“ Yah gimana dong Kak, iya sudah bagaimana kalau kita naik taksi atau angkutan umum saja..lagian aku jarang sekali naik kendaraan umum seperti itu.” Ucap Naca memberi saran.
Leo sekejab terdiam dan berpikir “ Mm mungkin itu ide yang bagus tapi di tengah terik matahati seperti ini, sangat malas untuk menunggu angkutan umum..Bagaimana kalau aku cari sebentar lagi kalau benar-benar tidak ketemu kita baru naik angkutan umum.” Ujar Leo memberi saran lain.
“ Kalau begitu aku bantu cari saja ya..semoga saja bisa lebih cepat ketemu..Kakak ngga boleh nolak kalau begitu permisi aku masuk kamar Kakak dulu.” Ucap Naca sambil mengambil ancang- ancang untuk memasuki kamar Leo.
Mereka berdua mencari kunci mobil Leo di setiap sudut kamar. Kemudian mencari di bawah kasur, di dalam lemari bahkan di kamar mandi juga mereka cari.
Beberapa saat kemudian.
“ Hoss hoss...Kak sepertinya kita sudah membuang waktu terlalu lama untuk mencari kunci mobil ini..kalau begitu mari kita naik angkutan umum saja.” Ucap Naca ngos-ngosan karena sudah lama mereka mondar-mandir mencari kunci mobil tersebut sampai-sampai Ia pun berkeringat.
“ Sepertinya itu lebih baik..maaf sudah membuatmu capek mencari kunci itu..hos hoss.” Sahut Leo.
“ Aku ganti baju dulu Kak soalnya aku berkeringat takut bau..5 menit lagi aku kembali kesini, tunggu sebentar yaa.” Ucap Naca lalu bergegas berjalan kembali ke kamarnya.
Baru saja Ia membuka pintu kamarnya, Naca melihat sebuah benda kecil di samping pintu kamarnya dan ya ternyata itu adalah kunci yang sejak tadi mereka cari kemana- mana.
“ Astaga kunci sialan dari tadi di cariin sampai aku dan Kak Leo keringatan ternyata dia ada di sini..ngeselin banget huuuh..yaudah aku ganti baju dulu deh baru ngasih tau Kak Leo.” Gumam Naca kesal dengan dahi yang mengkerut.
5 menit kemudian Naca sudah mengganti bajunya dan merekapun menuju pusat oleh-oleh seperti yang di rencanakan.
Di dalam lift “ Kapan ya aku bilang Kak Leo kalau kunci mobilnya ternyata ada di depan kamarku.. aku takut dia akan kesal gara-gara kunci inikan jatuh saat Kak Leo menungguku di depan kamar.” Batin Naca dengan raut wajah yang kebingungan.
“ Kamu kenapa Naa, maaf ya kita jadi naik angkutan umum pasti kamu ngga terbiasa..aku juga ngga terbiasa sebenarnya apa aku ngambil mobil baru saja ya kerumah, tapi kalau begitu kamu harus menungguku dan itu memerlukan waktu lagi.” Celetuk Leo sedih.
Ucapan Leo membuat Naca terkejut sontak Ia langsung jujur “ Kak sebenarnya aku sudah menemukan kunci mobilnya tadi ada di depan pintu kamarku..awalnya aku ingin mengatakan ini saat bertemu Kakak, hanya saja aku takut.” Ucap Naca lirih.
Leo langsung tersenyum hingga memunculkan lesung pipi di wajahnya membuat dirinya tampak begitu manis “ Ya ampun Naa kamu setakut itu sama aku..aku senang kali kalau kuncinya sudah ketemu jadi kita ngga perlu naik angkutan umum apalagi dijam segini kan pasti lagi ramai dan panas banget.” Ucap Leo lalu meraih kunci mobilnya dari uluran tangan Naca.