
Malam ini begitu dingin, Hye Jin melangkahkan kakinya perlahan di sepanjang jalan di tepi danau Kan. Ia baru saja mengantar Ji Eun pulang dan memutuskan untuk menyelesaikan masalah Klient di perusahaan sebelum pulang ke apartemantnya. Pikirannya melayang memikirkan Woo Ji Eun dan juga seseorang dari masa lalunya, seseorang yang telah mengucapkan janji padanya.
"Kenapa mengendarai sendiri di sini? kau baik-baik saja kan, Hye Jin?" Yona tiba-tiba muncul di samping Hye Jin. Tapi sepertinya, Laki-laki itu belum menyadarinya. "Hye Jin? Hei... kau mendengarku tidak?!" Kim Yona menepuk pundak Hye Jin. Laki-laki itu terkejut dan menghentikan mobionya mendadak.
"Kau ini? Kenapa selalu saja mengejutkanku?!" ucap Hye Jin dingin.
Kim Yona menarik ujung bibirnya. "Aku tidak mengejutkanmu, Tuan saja yang terrlalu asyik melamun. Ada apa? Kau masih memikirkan soal Ji Eun?" tanya Yona manis.
Hye Jin hanya terdiam dsn keluar dari mobilnya. "Ya, aku memang tidak memiliki ekpresi dan sulit untuk tersenyum tapi aku sedih melihatnya Seperti itu. Aku mengerti bagaiman perasaaannya karena aku pernah mengalaminha. Dulu aku juga sempat terpuruk seperti dia," ujar Hye Jin seraya meneruskan langkahnya dan berdiri di samping pembatas jembatan.
"Kau pernah mengalamk patah hati? Kenapa bisa seperti itu?" mata Kim Yona membulat dan penuh dengan pertanyaan. Hye Jin tidak menjawab malah bersender di pembatas jembatan. Kim Yina mengerti maksud dari tatapan mata yang hampa iti, Laki -laki itu sepertinya tidak mau menceritakan kisahnya. Kim Yona akhirnya diam tidak mengatakan apapun lagi, dan terus berjalan di samping Hye Jin, mengikuti ke mana langkah pria itu.
Tiba - tiba Kim Yona mengehentikan langkahnya wajahnya memucat, tubuhnya bergetar, matanya menatap lurus ke depan, ke sebuah Pembatas jembatan yang jaraknya di seberang dari ia dan Hye Jin berada.
"Ti... tidak. Bagaimana kalau kita pulang sekarang? Malam semakin dingin, nanti kau sakit Hye Jin," ajak Kim Yona yang sudah memalingkan wajahnya.
Hye Jin mendesah dan menghela nafasnya, ia tahu Kim Yona tengah menyembunyikan sesuatu. Tapu karena ia menghormati privasi perempuan itu dan tidak terlalu peduli, ia pun menyetujui ajakan Kim Yona untuk pulang.
Kenapa... saat aku berusaha untuk melupakanmu, kau malah muncul di depanku? Dan membuatku merindukanmj lagi. Padahal aku sudah mencoba untyk mengikhlaskan kematianku ini. Aku ingin mati dengan tenang dan damai...., Kim Yona membatin.
Di perjalanan yang seharusnya memliki tujuan menuju perusahaan malah bertujuan menuju Apartemant (Rumah Hye Jin) Karena dia juga tau dirinya dan Kim Yona membutuhkan waktu untuk menenangkan hati, jiwa dan pikiran. Di dalam perjalanan hanya ada kebisuan dan ketenangan, tidak ada satu orang pun yang ingin memulai obralan dan tidak ada satu orangpun yang menuai suasana yang berbeda. Suasana yang ada hanyalah kerisauan hati dan penuh dengan kebingungan.
Bagaimana tidak yang satu sahabatnya sedang terluka hatinya , yang satu lagi melihat seseorang yang ingin dia lupakan.
•Jangan Lupa like and commentnya.
•Jangan lupa tekan tanda