Ghost Destiny

Ghost Destiny
Empat Belas



"Ji Eun, buka pintunya!" Seru Hye Jin sambil menggedor-gedor pintunya kama Peth house Ji Eun.


Setengah Jam.yang lalu sahabatnya itu menelponnya dan mengatakan kata - kata aneh lagi, ia bilang ingin mati dan dari kata - katanya itu sepertinya bukan lelucon, itu membuat Hye Jin langsung bergegas ke tempat tinggalnya.


Hening. Tidak ada jawaban dari dalam. Hye Jin langsung mendobrak pintu itu dan Ya pintu itu terbuka.


Saat pintu itu terbuka hanya Ruangan gelap tanpa suara du dalam situ hingga di kamar mandi


"Ji Eun, kau dengar aku... ayolah jangan seperti ini" Ucapku dengan penuh kekhawatiran. Bagaimana tidak Keadaan Ji Eun sanagt mengerukan matanya tertutup, wajahnya pucat, baca botol Minuman keras di sampingnya dan juga tampak luka menganga di pergekangan tangan kanannya.


"Ji Eun ayolah jangan membuat sahabatmu ini membunuh Calon istrimu" ucapku penuh dengan keemosian.


"Ji Eun" teriakku sekali lagi.


"Sepertinya kamu harus membawanya ke rumah sakit Hye Jin"


"Kau Bagaimana kau dan kenapa kau ke sini" Ucap Hye Jin terkejut melihat Yona yang sudah berada di belakangnya.


"Dari pada itu lebih baik kamu cepat antar dia kerumah sakit" Ucap Yona dengan Wajah yang mulai merasa khawatir


"Baiklah kamu jaga dia Okay"


Aku yang memyetujui Perintah Yona langsung bergegas menyuruh pengawalku untuk mengangkat Tubuh Ji Eun dan membawanya ke mobil.



Hye Jin menatap dingin pada muka Ji Eun yang terbaring di ranjang VIP ruang rumah sakit itu. Kata dokter Dia banyak kehilangan darah akan tetapi nyawanya masih bisa terselamatkan


Kik Yona yang dari tadi hanya diam akhirnya Angkat bicara, " Hye Jin, kamu tidak perlu seemosi karena tidak akan ada yang kembali dan juga Beruntungnya nyawa dia masih bisa diselamatkan Hye Jin" Kim Yona menyentuh tangan Hye Jin, mencoba menghibur laki - laki itu. Hye Jin tidak berkata apa - apa hanya terdengar beberapa Kata kata Umpatan yang dia lontarkan.


Kim Yona melangkahkan kakinya ke jendela, berdiri di sana seraya menatap taman Rumah Sakit yang tengah diguyur Hujan. Entah Sejak kapan Hujan turun ia hanya bisa memandangi tanaman - tanaman yang ada disana.


Pikirannya kembali mengigat kalimat yang dilomtarkan oleh Tunangnannya itu. Ia tidak habis pikir Laki - laki yang teramat ia cintai itu bisa setaga itu oadanya, padahal ia baru meninggal.


"Ya, aku sudah melupakannya. Untuk apa aku mengingatnya, dia sudah mati. Justru sejak dulu yang tidak bisa aku lupakan adalah dirimu, Sayang. Karena, yang kucintai hanyalah dirimu, bukan dia atau perempuan mana pun,"


Kata kata itu masih tergiang jelas di telinganya. Kalau disimpulkan bisa diketahui bahwa Selama ini dia tidak mencintai Diriku dan juga Betapa bodohnya aku rela memberikan semuanya kepadanya dan juga betapa bodohnya diriku masih menunghu dan mencintai dirinya.


Tapi, sejak kapan Tunangannya dan perempuan itu memiliki hubungan? Selama ia di Luar negeri Kaan tetapi saat itu dia masih mengungkapan kata kata manis dan mesra yang sampai sekarang bisa kuingat Dan tidak ada kata - kata perselingkuhan.


Kim Yona mencoba mengingat - ingat siapa perempuan Bersama Tunangannya itu.


"Tunggu, sepertinya aku ingaf sesuatu. Saat itu tidak hanya ada Aku, tunanganku dan Perempuan iti, tapi juga ada Ji Eun. Ya, aku melihatnya jelas.


Ayo, Otakku bantulah aku mengingatnha! Aku mohon biarkan aku mengingatnya!" Gumam Kim Yona Seraya memegang kepalanya sendiri.


•Jangan Lupa Like and Commentnya


•Jangan Lupa Tekan Tanda Favoritnya


•Jangan Lupa Ucapan Tahun Barunya