Ghost Destiny

Ghost Destiny
Dua belas



Hye Jin pulang dari perusahaanya, ia melirik jam tanganya sudah pukul sembilan malam. Ia masuk ke dalam apartemantnya tanpa suara.


Saat memasuki Apartemant Hye Jin tidak menemukan siapa - siapa di dalam rumahnya yang ada hanya suasana hening dan tenang. dia mencari ke semua ruangan yang ada dirumahnya, Dia mencari sesosok perempuan bernama Kim Yona dan Hasilnya hanya Nihil.


Saat dia memasuki Taman belakang dia melihat sesosok perempuan sedang Berdiri melihat ke arah Bintang - bintang.


"Kim Yona?!" Ucap Hye Jin memanggil Yona. Kim Yona hanya menoleh dan menatap Hye Jin dengan penuh senyumannya dan kembali melihat ke arah bintang - bintang lagi.


"Jangan sampai aku marah dengan Mu Yona" Ucap Hye Jin dingin


"Apa yang sedang kamu pikirkan?!" Lanjut Hye Jin.


"Tidak ada , bagaimana apakah Berhasil hari ini" tanya Yona yang penuh harapan kepada Hye Jin.


"Ehem ... Mari besok kita bicarakan hari ini aku sudah sangat lelah dan kamu pasti juga kan" Ucap Hye Jin mengalihkan pembicaraan, karena dia tau mungkin bila Kim Yona mengetahui kebenarannya mungkin dia akan sedih dan juga Hye Jin masih tidak kuat bila mengatakan Kebenaran yang akan mengakiti hati Perempuan bernama Kim Yona ini.


"Baiklah, selamat malam Hye Jin" Ucap Yona.


Pagi harinya Hye Jin memanggil - manggil Kim Yona, tapi perempuan itu tidak muncul.


Apa dia marah? batin Hye Jin.


Hye Jin langsung pergi ke Perusahaan Untuk menyelesaikan Urusannya. "Mungkin nanti malam dia ada" ucap Hye Jin dalam Hati.


Saat malam harinya, Ketika Hye Jin pulang dari bekerja, Kim Yona sudah ada di halaman rumahnya. Perempuan itu duduk di ayunan kayu sambil menatap langit. Hye Jin mendekatinya, lalu berdiri di sampingnya.


"Tidak apa - apa, aku yang salah," jawab Kim Yona kalem, "Seharusnya aku tidak menulis surat karena aku tau pasti dia akan menolaknya" lanjutnya sambil tersenyum lembut. Hye Jin hanya menatap senyuman manis perempuan itu.


"Ng... begini..." kata-kata Hye Jin menggantung, ia tidak bisa memberitahu Yona soal Taehyoun.


"Entah kenapa Firasatku mengatakan kalau dia sudah melupakanku. Aku merasa kalau dia sudah tidak mencintaiku. Aku bisa merasakannya dengan jelas," ujar Kim Yona parau. Ekspresinya sendu.



"Kim Yona?!" panggil Hye Jin


Kim Yona menoleh, dan hanya mengulas senyum tipis, lalu tiba - tiba menghilang dari hadapan Hye Jin. Tidak lama, suaranya yang merdu terdengar di pikiran Hye Jin.


"Maaf, aku pergi dulu, sepertinya aku butuh ketenangan. Aku juga harus menyelesaikan tugasku, Jadi untuk beberapa hari ini aku tidak akan muncul di hadapanmu. Oya, terima kasih karena kai sudah mau membantuku. Kau memang laki - laki yang baik dan murah hati, aku sangat beruntung memiliki teman sepertimu Hye Jin."


"Cheonmaneyo(sama - sama). Semoga kau bisa cepat menemukan orang yang kau cari!" bisik Hye Jin.


Ya, semoga kau bisa cepat menemukannya Bersamangatlah, aku yakin pasti ada jalan mengatasi semua ini. Takdir memang aneh. Benar - benar tidak bisa ditebak. Lalu, bagaimana dengan takdirku? Baikkah ?! atau burukka? Celoteh Hye Jin dalam batin dan pergi menuju kamarnya.


•Jangan Lupa like ans Commentnya


•Jangan Lupa tekan tanda Favoritnya


•Jangan Lupa ucapan tahun barunya.