Ghost Destiny

Ghost Destiny
Dua Puluh Empat



Bila Kepergiaan adalah hal yang terbaik


Maka aku akan melakukanya


Demimu -Hye Jin-


Kim Yona menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya lagi dengan Berat.


"Jadi, kau memang menyembunyikan sesuatu dariku,Yona! tegur seorang laki-laki dari belakang Yona. Kim Yona tersentak, ia hafal suara siapa itum Dengan gerak Cepatbia menoleh. Park Hyr Jin berdiri tegak masih menggunakan jas warna hitam dengan bunga mawar yang tertempel di saku jas bagian atasnya dengan napas terengah - engahbHye Jin menatap Yona Tajam. Matanya sudah memerah menahan air yang ingin keluar dari pelipis matanya.


" Ke- kenapa kau ada di sini? Bukankah sebentar lagi upacaranya akan dimulai?" tanya Yona yang masih menahan rasa gugupnya di depan Kim Hye Jin.


"Jangan mencoba membelokan pembicaraan Kim Yona! Kau trlah membohongiku, Kau. . .!" teriak Hye Jin. Air matanya mulai berjatuhan ke pipinya dia tidak mampu menahan lagi air matanya.


"Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya padaku, Kalau aku yang sebenarnya orang yang harus kau Jemput! Kenapa kau tega,bKim Yona?!"


"aku -" kata-kata Kim Yona mengantung karena Hye Jin segera memontongnya.



"Maaf. . . maafkan aku. Aku tidak bisa membawamu bersamaku aku. . . aku ingin kau bisa lebih lama menikmati kebahagiaanmu. Aku sudah membaca semua kisahmu, aku tau kau menderita selama ini tanpa Young Bee, Ibu mu dan Sakitnya adikmu dan kau hampir bunuh diri karenanya. Untuk itu aku lebih memilih melebur daripada harus merenggut kebahagiaanmu yang baru saja akan kau nikmati. Aku. . . aku benar-benar sangat menyayangimu Hye Jin tapi aku tak bisa membaeamu aku tak mau kau harus memiliki takdir yang sama denganku. Aku . . ahhhh!! maaf Hye Jin aku menyayangimu, Hye Jin!" ungkap Kim Yona suaranya serak dia menangis dalam pelukan Hye Jin dia tidak sanggup meninggalkan Hye Jin orang yang benar mempedulikanya akan tetapi dia juga tak rela menghancurkan kebahagiaan Hye Jin hanya untuk dirinya berengkarnasi.


Lama mereka berpelukan, hingga akhirnya Kim Yona melepaskan pelukannya. Kim Yona menyentuh pipi Hye Jin dan mengecup lembut pelipis mata Hye Jin.


"Sudah waktunya, jaga dirimu baik-bauk, gunakan waktu yang ada untuk menikmati kebahagiaanmu. Jika kau bahagia maka aku pun akan bahagia. Kau ingatkan kalau kita ini terikat? aku merasakan apa yang kau rasakan jadi berjanjilah padaku kalau kau akan hidup bahagia. Terima kasih karena kau telah menerimaku sebagai temanmu. Aku benar-benar beruntung bisa bertemu denganmu. Kau adalah laki-laki yang baik Hye Jin." Kim Yona tersenyum dan memundurkan langkahnya tanganya mulai menghilang. Hye Jin menutup menutup mulutnya Shock.


"Tidak, kau harus membawaku juga, kau tidak boleh melebut. Bawa aku. . bawa aku, Kim Yona!" pekik Hye Jin.


"Aku menyayangimu Hye Jin, aku sungguh mencintaimu. . . maaf bila aku selalu menggamu aku minta maaf" ucap Yona sambil berlari dan memuluk Hye Jin dengan cepat.


"Jangan Menangis Hye Jin, kau akan terlihat buruk ketika menangis. Ingat kau harus menepati janjimu! aku Mencintaimu Park Hye Jin" ucap Yona sambil tersenyum lembut nan manis dan diakhiri dengan kecupan lembut di Mulut Hye Jin. Akhirnya sisa tubuh gadis itu menghilang - menyatu dengan udara dan melebut bersama cahaya. Hye Jin menjatuhkan tubuhnya ke tanah - duduk bersimpuh sambil menangisa tersedu-sedu.


"Kau jahat, Kim Yona! Kenapa kau meninggalkanku dengan cara seperti ini? Bukankah kau bilang akan bereunkarnasi dan akan menemuiku lagi? Lalu kenapa kau memilih melebur? Kau pembohong, Kim Yona. . . kau pembohong!!" Hye Jin memukul-mukul dadanya yang terasa sesak dan perih. Tangisanya semakin menjadi-jadi. Tubuhnya lemas. Ingin rasanya dia menyusul Kim Yona, dia juga ingin melebur bersama Kim Yona.