
Kenapa kau harus kembali, disaat aku sudah melupakanmu
Kenapa kau kembali di saat aku sudah memiliki perasaan denganya
Hye Jin masih berada di butik untuk membuat jas ekslusifnya kembali. Hari ini dia ingin menggunakan jas istimewa karena hari ini dalah hari peringatan ibunya satu tahun meninggal. Kali ini Kim Yona menemaninya, perempuan itu bilang ia akan bosan sendirian menunggu di rumah dan juga dia takut Hye Jin akan merasa pusing atau pingsan lagi. Hye Jin merasa senang diperhatikan seperti itu, tetapi berbicara dengan hantu di dekat para pelayan membuatnya sedikit canggung. Takut terlihat sedang bicara sendiri. Apalagi Kim Yona selalu menatap Hye Jin dan mengajak ngobrol Hye Jin, Jika ia tidak menjawab pasti Kim Yona akan cemberut yang membuat Hye Jin tidak bisa tidak menjawa pertanyaan Kim Yona. Jika Hye Jin menjauh dari Yona, pasti Yona akan mengengam tangan Hye Jin yang memvuat Hye Jin merona.
“Kim Yona, kau bisa diam tidak dan juga jangan mengikutiku terus” ketus Hye Jin namun dengan suara berbisik. Takut orang lain melihat pelangganya adalah orang aneh.
“Emm. . .tapi Hye Jin aku bosan dan juga aku takut sendirian” seru Yona dengan lembut dan gemas. Hye Jin hanyq bisa menghela nafas panjang dan menekan beberapa Nomor di telponnya.
“Mrs.Risa uangnya akan datang, saya pergi. . .” ucap Hye Jin pergi dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Mrs.Risa yang merupakan desainer jas hanya bis menggeleng karena dia tau anak Laki-laki itu yang sudah berubah semenjak Ibi dan Adiknya terkena masalah karena dirinya membuat diriny selalu menyalahkan dirinya sendiri.
“Hye Jin. . . Hye. . . Hye Jin” panggil Yona beberapa kali tapi tetap tidak di dengarkan oleh Hye Jin. Yona akhirnya mengeluarkan sifat kejahilanya. Dia meniup telinga Hye Jin yang sontok membut laki-laki itu langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
“Yona, ada apa !” tanyanya Dingin.
“Kenapa kamu melamun? Aku dari tadi memanggilmu tau” ucap Yona dengan cemberut yang tampak menggemaskan.
“Bukan begitu, tapi aku hanya tak ingin melihat dia ada saat aku di pemakaman nanti” lirih Hye Jin dengan tatapan sendunya.
“Kamu tak perlu melihatnya, kamu hanya perlu melihatku saja” jawab polos Yona dangan senyuman Lesung pipinya membuat Hye Jin ikut tersenyum tanpa disadari.
“Sudah aku akan terlambat bila berhenti disini” seru Hye Jin. Kim Yona hanya tersenyum sambil mengangukan kepalanya. Tidak perlu waktu lama Hye Jin dan Yona sudah sampai di pemakaman Keluarga Kim. Terlihat Hye Jin sudah menggunakan setelan Jas hitam barunya dengan buket bunga Lily besar berwarna putih.
“Ibu. . . maaf aku terlambat dua menit. Apa ibu kecewa dengan diriku? Atau ibu membenciku? Ibu dia kembali. . . dia telah kembali bu. . .” lirih Hye Jin dengan mata yang sudah berkaca-kaca tanpa sadar Hye Jin melupakan keberadaan Kim Yona di dekatnya.
“Kembali?! Siapa ?” tanya Yona tanpa disadari ada sebuah tangan menepuk bahu Yona yang sontak Yona langsung berpaling dan tidak menyangka dia akan bertemu dengan Roh Almarhumah Ibu Hye Jin.
“Nyonya Kim?” seru Yona.
“ssstt. . . mari kita bicara” ucapnya lembut. Kim Yona menyetujuinya dan mengikuti Ibu Hye Jin. “Apa dia bisa melihatmu?” tanya Perempuan paruh baya itu.
“Ya. . . kami juga bisa berbicara” jawab Yona.
“Baguslah. . . bisa kah kamu sampaikan bahwa Ibunya tidak pernah membencinya dan selalu menyayanginya” lembut perempuat itu.
“Tentu Nyonya Kim. . . tapi kenapa Roh ada bisa disini?”
“Aku berengkernasi karena diriku menemukan takdirku tetapi aku tidak ingin berenkernasi aku memilih untuk datang dan melihat putra dan putriku setiap tanggal pemakaman diriku” lembut perempuan paruh baya yang merupakan Almarhumah Nyonya Kim Terlihat jelas sorot matanya memancarkan kesedihan yang sangat mendalam.
“Waah. . . nyonya sungguh hebat ya bisa menemukan takdir nyonya, tidak seperti saya yang mungkin tinggal tujuh hari lagi” ucapku sambil meratapi nasibku.
“Yona bisa ibu minga bantuan sekali lagi...”ucapnya lirih.
“Tolong jaga Hye Jin dari bahaya yang sebentar lagi akan datang dan juga Takdirmu ada di dekatmu,nak” tegur nyonya Kim yang sudah menghilang.
“Tunggu apa maksud nyonya. . .” teriak Yona sambil memegang tangan Nyonya Kim
“Saya harus pergi nak, ingat sampaikan pesan saya dan bantu jaga Hye Jin dari Bee. Sampai jumpa” ucap Nyonya Kim yang sudah menghilang. Kim Yona hanya bisa menarik nafas dalam dan pergi ke tempat Hye Jin. Dari kejauhan Hye Jin sudah duduk sambil menaburkan kelopak bunga Mawar.
“Hye Jin. . .” teriak Yona yang membuat Hye Jin menatap ke arah Yona.
“Ada apa?!” seru Hye Jin
“Ibu. . .apa kamu bisa melihat Ibuku? Dimana? Dimana dia?” tanya Hye Jin. Yona hanya bisa menggelengkan kepalanya dan Hye Jin hanya bisa mendesah berat. “Baiklah, mari Kita Pu. . .” belum sempat Hye Jin mengucapkan kalimatnya
“Jin !!! Ini benar kamu kan Jin” teriak perempuan iti sambil berlari dan memeluk erat Hye Jin. “Aku tau kami pasti ke sini, kita pasti jodoh ya jadi bisa bertemu disini” tawa perempuan tersebut sambil mengeratkan pelukannya.
“Young Bee, lepaskan pelukanmu ini sebelum kamu ku tendang” dingin Hye Jin yang membuat Young Bee langsung melepaskan pelukannya dan menatap tidak suka ke arah Hye Jin.
“Ish, kamu gak perlu gitu dong Jin. Kita juga bakal Nikah” ucap Bee.
Jadi perempuan itu adalah Bee, batin Yona.
“Kita tidak akan menikah paham, setelah apa yang kamu lakukan pada adik dan Ibuku” tegas Hye Jin sambil menatap dingin ke arah Bee.
“Jin, ayolah kamu masih mementingkan Adikmu daripada diriku” tanpa segaja Bee mengucapkan kalimat yang seharusnya dia tidak ucapkan.
“Tunggu. . . apa maksudmu, Bee?” tanya Hye Jin. Bee kangsung memegang tanganya dan berkata “ Ti. . tidak ada yang pasti kita akan menikah, Ibumu juga akan merestuinya” jawab Bee dengan percaya dirinya.
“Kau tau bahkan tanah saja tidak sudi diinjak Oleh kakimu itu, Bee” Smirk Hye Jin. Hye Jin hanya bisa mendengus kesal dan menarik nafasnya.
“Baiklah, kalau begitu aku akan menodai tanah ini, agar semua yang menginjak tanah ini merupakan orang yang berdosa sepertiku” seru Bee sambil memegang- megang ujung rambutnya.
“Kalau begitu aku yang akan menjadi laut yang mengelamkan tanahmu” balas Hye Jin dengan tatapan dinginnya.
“Tapi ingat,Jin. Bila tanah ini yang menang maka kamu harus menikahiku okay. . . dan bila kamu menang aku akan melepaskan dirimu dan memberitau kebenaran tentang kematian Ibu dan Trauma Adik...mu” ucap Bee sambil berbisik ke telinga Hye Jin yang membuat Hye Jin langsung mendorong Bee dengan kerasnya.
“Ahahaha. . . tenang Hye Jin aku tidak akan melakukan apapun kepadamu walau kau mendorongku, karena aku tau kamu mencintaiku dan tergila-gila padaku” kekeh Bee.
“Tapi aku akan membalasmu di kamar saat kita menikah, Hye. . .Jin” goda Bee sambil berjalan keluar dari pemakan.
Lihat saja Jin. . . aku akan memiliki dirimu dan juga hartamu. . . hmmm kau akan masuk ke dalam sangakarku Hye Jin, batin licik Bee.
Hye Jin membuang jas yang telah disentuh oleh Bee di tempat sampah dan membakarnya. Hye Jin langsung mengendarai mobilnya dengan emosi yang tak tertahankan. Di dalam mobil Yona yang tadinya diam mulai angkat bicara.
“Hye Jin. . . bisakah kamu jangan membawa mobil terlalu cepat. Kamu tau kan kamu akan celaka seperti keluargamu nanti” lirih Yona. Kim Hye Jin yang mendengar ucapan Yona langsung menghentikan mobilnya di lapangan kosong.
“Baiklah, kalau begitu apa yang kamu tau tentang keluargaku” tanya Hye Jin.
“Aku mungkin tidak tau banyak tentang keluargamu. . . tapi aku sudah berjanji akan menjagamu” jawab Yona yang tubuhnya mulai bergetar takut.
“Hahaha, menjaga?! Kamu pikir aku tidak tau kamu saja bahkan tidak bisa menjaga dirimu sendiri” ucap Hye Jin sambil menatap tajam Yona.
“Dan kamu pikir aku bisa tenang. . . ingat kamu itu hanya Hantu yang gentayangan dan jangan kamu urus masalahku” tegas Hye Jin yang membuat Yona hanya menahan ketakutan yang dia rasakan.
“Ta. . . tapi. . “ ucap Yona
“Cukup kamu saja masih belum menemukan Takdirmu bukan. . . jadi lebih baik kita urus masalah kita masing-masing dan tidak perlu ikut campur paham” tegas Hye Jin yang langsung meninggalkan Yona sendirian. Kim Yona langsung merosot ke tanah dia menangis, dia tidak pernah merasakan perasaan ini lagi saat dia meninggal.
“Hye Jin. . . kakek. . . aku harus bagaimana. . .hiks” tangis Yona pecah.
Di Tempat Lain, Hye Jin memerintahkan semua anak buahnya untuk mengawasi gerak-gerik Bee.
“Kebenaran tentang kecelakaan Ibumu dan Trauma Adikmu”
Hye Jin mencari informasi menggunakan Komputernya dan membantu teman yang memiliki bidang IT untuk mencari kebenaran Tentang Bee dan juga kebenaran semua Kecelakaanya.